$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Jenderal Andika Murka, Perwira Paspampres Rudapaksa Prajurit Wanita saat Tugas di Bali, Ini Modusnya

PELITANEWS.CO - Institusi TNI tengah tercoreng dengan kasus menjijikan yang dilakukan anggota Paspampres ke prajurit TNI.  Peristiwa ini me...



PELITANEWS.CO
- Institusi TNI tengah tercoreng dengan kasus menjijikan yang dilakukan anggota Paspampres ke prajurit TNI. 

Peristiwa ini mengangetkan publik. Sebab, TNI yang tengah menjadi kepercayaan masyarakat rusak oleh oknum anggota Paspampres tersebut. 

Ada oknum TNI AD yang bertugas sebagai Paspampres melakukan pem*rkosaan atau rudapaksa prajurit wanita.

Terhadap kejadian itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun geram.

Andika menegaskan tidak ada kompromi terkait kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan oleh oknum Paspamres Mayor Inf BF terhadap Letda Caj (K) GER dari Divif 3 Kostrad di Bali.

Bahkan, kata Andika, kasus tersebut langsung diproses secara hukum.

Jika BF terbukti bersalah, Andika Perkasa menegaskan tidak akan segan memecat BF.

Hal tersebut disampaikan Andika usai melepas Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-UNIFIL TA 2022 di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara pada Kamis (1/12/2022) bersama KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

"Oiya (akan dipecat), itu tindakan tindak pidana. Ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada," ujarnya.

"Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI. Bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja. Maka hukuman tambahannya adalah pecat, itu harus," tegasnya.

"Tidak ada kompromi," imbuhnya.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa geram ada oknum Paspampres yang melakukan rudapaksa prajurit wanita. Andika minta oknum itu disanksi berat.

Andika mengatakan, saat ini BF telah berstatus tersangka dan ditahan.

Menurut Andika, kasus itu terjadi di Makassar mengingat korban GER adalah anggota Divisi Infanteri III Kostrad.

Namun demikian, karena pelakunya merupakan anggota Paspampres yang bertugas di bawah Mabes TNI, maka kasus tersebut akan diambil alih oleh Mabes TNI.

"Jadi kalau tidak salah, di sidiknya di Makassar. Karena korban ini bagian dari Divisi III Kostrad, tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres. Itu di bawah Mabes TNI," kata Andika.

"Jadi akan kita ambil alih penanganannya di TNI," sambungnya.

Sebelumnya, informasi terkait kasus dugaan rudapaksa tersebut beredar di grup Whats App.

Disebutkan, kejadian terjadi pada tanggal 15 sampai 16 November 2022 di sebuah hotel di Jimbaran Bali.

Berdasarkan informasi beredar, tersangka yang menjabat sebagai Wadanden 2 Grup C Paspampres tersebut telah memiliki dua anak, sedangkan korban GER masih lajang.

Kronologi Anggota Paspampres Rudapaksa Prajurit TNI Perempuan

Korps TNI tercoreng lewat aksi pemerkosaan yang dilakukan anggotanya.

Hal tersebut terjadi saat gelar KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

Kekerasan seksual tersebut dilakukan oleh Mayor BF kepada prajurit wanita dari Divisi Infanteri 3/Kostrad Letnan Dua Caj (K) GER.

Diketahui, tindak bejat Mayor BF dilakukan dengan modus berpura-pura melakukan koordinasi. Hal itu terjadi pada malam hari dengan mendatangi secra khusus kamar hotel Letnan Dua Caj (K) GER menginap.

Tanpa menaruh curiga, sebagai junior Letnan Dua Caj (K) GER membukakan pintu dan keduanya duduk di sofa kamar secara terpisah.

Namun karena saat itu kondisi Letnan Dua Caj (K) GER sedang kurang fit, tetiba badannya merasa lemas. Pada momen tersebut Mayor BF langsung melampiaskan nafsunya.

Kondisi lemah membuat Letnan Dua Caj (K) GER tidak berdaya. Dirinya baru sadar saat keesokan paginya, ketika terbangun sudah tidak mengenakan busana. Insiden tersebut membuat Letnan Dua Caj (K) GER trauma dan takut akan dibunuh jika bersuara.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta Paspampres melakukan evaluasi dalam pengamanan.

Hal itu menyusul insiden wanita penerobos iring-iringan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, insiden wanita menerobos iring-iringan Presiden Jokowi terjadi di Pasar Badung, Bali pada Kamis (17/8/2022) lalu. Kejadian ini pun menuai pro kontra di masyarakat.

TB Hasanuddin mengatakan kejadian adanya orang yang bisa menerobos masuk hingga mendekati Presiden tidak boleh terulang kembali. Paspampres diminta untuk menegakkan aturan secara benar.

"Kasus dimana ada orang yang berlari dan menempel ke Presiden itu tidak boleh terjadi lagi. Tegakkan aturan," kata Hasanuddin.

Ia menyatakan bahwa pengamanan yang dilakukan oleh Paspampres haruslah zero risk. Karena itu, dia mengingatkan pengamanan yang dilakukan kepada Presiden tidak boleh main-main.

"Karena apa? karena kita tidak tau semua orang punya niat baik. Karena teori teori dalam pengamanan presiden itu harus zero risk. Harus nol. Tidak bisa main-main," jelasnya.

Hasanuddin menuturkan, seharusnya Paspampres bisa melakukan langkah antisipasi agar tidak adanya orang yang bisa mendekat iring-iringan Jokowi. Hal itu dinilai bisa membahayakan keamanan Presiden.

"Tidak boleh sampai subyek itu dalam hal ini wanita itu menyentuh obyek dalam hal ini Presiden. Sebab apa? iya kalau dia hanya sekadar penganggum presiden atau ingin mendapatkan kaos misalnya. Tapi kalau berniat hal yang bukan-bukan itu kan repot," ungkapnya.

Namun begitu, Hasanuddin menyatakan langkah Paspampres tidak melakukan kekerasan terhadap wanita tersebut sudah tepat. Namun, seharusnya hal tersebut bisa dicegah oleh Paspampres.

"Jadi prosedur dan aturan teknik pengamanan sudah bagus kemudian tidak melakukan tindakan kekerasan sudah sesuai dengan prosedur. Masalahnya jangan sampai subyek itu menyentuh obyek. Harusnya tindakan itu dilakukan jauh sebelum merapat ke Presiden," tukasnya.

S:TRIBUN-MEDAN.com



Nama

Article,48,Berita,6723,c,1,Contact,4,Insight,7,Internasional,50,Nasional,6691,News,1286,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Jenderal Andika Murka, Perwira Paspampres Rudapaksa Prajurit Wanita saat Tugas di Bali, Ini Modusnya
Jenderal Andika Murka, Perwira Paspampres Rudapaksa Prajurit Wanita saat Tugas di Bali, Ini Modusnya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIp3LA8H2gvt1YmvIe1Xo0ebEK27yeOtBXi1oH2_Ozp7jmcNLL4fD2W_9FDbhAJfWfAx55kZ-j6o7wfwpJR2KnARlDNL5VBSGpuLO5mPzkhFZoPOA3UI7J_HjXKMblda6MBpoRHi4yITgzP87vK2nmBamyqoWCc0JjDcl53in7lcz3D8hqBsTJGA/w640-h356/IMG_20221202_163746.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIp3LA8H2gvt1YmvIe1Xo0ebEK27yeOtBXi1oH2_Ozp7jmcNLL4fD2W_9FDbhAJfWfAx55kZ-j6o7wfwpJR2KnARlDNL5VBSGpuLO5mPzkhFZoPOA3UI7J_HjXKMblda6MBpoRHi4yITgzP87vK2nmBamyqoWCc0JjDcl53in7lcz3D8hqBsTJGA/s72-w640-c-h356/IMG_20221202_163746.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/12/jenderal-andika-murka-perwira.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/12/jenderal-andika-murka-perwira.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy