$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Hakim Gemas Pada Kodir Usai Nonton Rekaman CCTV, Gayus Lumbuun Sarankan Diperiksa Ulang

PELITANEWS.CO - Hakim sampai gelang kepala setelah melihat rekaman CCTV yang menunjukkan kelakuan Kodir saat terjadi penembakan di Duren Ti...



PELITANEWS.CO
- Hakim sampai gelang kepala setelah melihat rekaman CCTV yang menunjukkan kelakuan Kodir saat terjadi penembakan di Duren Tiga 46.


Pada rekaman video yang diputar di ruang sidang, ART Ferdy Sambo tersebut langsung berlari ke arah rumah.

Dia turut mengikuti Rommer yang saat itu belari dari depan mobil ke dalam rumah.

Tayangan hasil rekaman CCTV ini berbeda dengan yang disampaikan oleh Kodir saat menjadi saksi sebelumnya, baik dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat maupun obstruction of justice.


Pada kesaksiannya, Diryanto alias Kodir mengaku hanya di depan rumah, baru masuk ke dalam sekitar pukul 20.00 WIB.

Gelagat sebelum terjadi penembakan juga memperlihatkan dirinya yang mondar-mandir sebelum penembakan.

Diryanto alias Kodir saat menjadi saksi di PN Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022)
Diryanto alias Kodir saat menjadi saksi di PN Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022) (Capture Kompas TV)
Ketika sudah terjadi penembakan, dia juga yang membuka pintu mobil yang akan dimasuki Putri Candrawati.

Terpantau dalam rekaman CCTV, Putri Candrawati keluar dari rumah dinas sekitar 3 menit setelah penembakan.

Dia diantar Ferdy Sambo yang saat itu masih pakai baju Polri hingga ke depan mobil.

"Itu si Kodir masuk itu. Saat menyampaikan keterangan saksi dia bilang di luar saja. Kodir, Kodir!" kata Hakum Ketua yang pimpin sidang Obstruction of Justice disambut ketawa oleh pengunjung sidang.

Pada rekaman itu, terlihat Kodir memakai kaos warna biru, celana pendek, dan sandal jepit.

Di bagian bekang bajunya ada tulisa Captain dan angka 6 ukuran besar.

Menanggapi terbongkarnya kebohongan Kodir ini, mantan Mahkamah Agung, Gayus Lumbuun mengatakan dengan, bukti video ini baru diketahui oleh hakim.

"Tentu ini akan berpengaruh luas, karena ini berbeda dengan keterangan saksi-saksi lainnya sebelumnya," ucapnya, dikutip dari tayangan di Kompas TV.

Menurutnya, dengan adanya petunjuk baru soal Kodir ini, hakim pasti akan punya solusi lain mendalami lagi kasus tersebut.

"untuk mendapatkan satu kebenaran yang materiil, tentu (Kodir) perlu diperiksa ulang," jelas Gayus.

Dia bilang, saksi yang berbohong seperti Kodir, perlu diberi kesempatan, diingatkan telah disumpah, apakah mau tetap akan pada kebohongan yang berbeda dengan isi dari rekeman itu, atau akan mengubahnya.

Mantan Hakim Agung RI Gayus Lumbundi tayangan ILC Selasa (8/12) malam
Mantan Hakim Agung RI Gayus Lumbundi tayangan ILC Selasa (8/12) malam (Capture ILC)
Minta Dijadikan Tersangka

Keterangan Diryanto alias Kodir di persidangan telah membuat hakim dan jaksa sempat naik pitam.

Hakim sudah berkali-kali mengingatkan supaya Kodir jujur, dan akan ada sanksi bila bohong.

Sementara JPU sudah pernah minta kepada majelis hakim agar Kodir dijadikan tersangka karena berbelit-belit.

Geramnya JPU itu misalnya terlihat saat Kodir jadi saksi sidang obstruction of justice dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria.

Di Pengadilan Negeri Jakarta, Selasa (1/11/2022), JPU menilai kesaksian yang disampaikan Kodir tidak masuk akal.

JPU memohon ke majelis hakim untuk menetapkan saksi Kodir sebagai tersangka.

“Saudara majelis hakim, kami melihat dan menilai saksi ini sudah berbelit-belit dan berbohong, supaya kiranya majelis hakim mengeluarkan penetapan untuk menjadikan saksi ini jadi tersangka,” kata jaksa dilansir dari tayangan Kompas TV.

Kegeraman jaksa penuntut umum itu terjadi saat Kodir menyampaikan keterangan terkait perintah Ferdy Sambo untuk menghubungi mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Setalan, Ridwan Soplanit.

Sementara berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP), perintah Ferdy Sambo adalah menghubungi Polres Metro Jakarta Selatan dan memanggil ambulans untuk membawa jenazah Brigadir Yosua.

“Saudara mengatakan, saudara menghubungi sopir Kasat (Ridwan Soplanit), saudara kan tidak diperintahkan, yang diperintahkan itu kan Yogi, itu pun untuk menghubungi ambulans dan Polres Jakarta Selatan kenapa tiba-tiba saudara ke rumah Kasat itu,” kata jaksa.

Ilustrasi. Brigadir Yosua dan Ferdy Sambo
Ilustrasi. Brigadir Yosua dan Ferdy Sambo (GRAFIS TRBUNJAMBI)
Yogi yang dimaksud jaksa penuntut umum adalah Prayogi Iktara Wikaton yang merupakan ajudan dari Ferdy Sambo.

“Seingat saya, diperintah,” jawab Kodir.

“Yang benar ini atau yang mana? Kan saudara jelasin yang diperintah Ferdy Sambo (di BAP) Yogi, itu yang diperintah bukan Kasat Reserse, tapi ambulans dan Polres Jakarta Selatan,” ucap jaksa.

Di depan majelis hakim, Kodir tetap menjawab dia yang diperintahkan Ferdy Sambo menghubungi Ridwan Soplanit.

“Itu kan jelas ini, setelah diketik penyidik, saudara baca enggak BAP mu?” kata jaksa bernada tinggi.

“Baca, Pak,” jawab Kodir.

“Disumpah saudara kan? Hati-hati loh saudara dimakan sumpah,” tutur jaksa.

Seperti diketahui, meninggalnya Brigadir Yosua awalnya dikabarkan setelah terlibat baku tembak dengan Bharada E pada 8 Juli 2022 lalu.

Terungkap kemudian, Yosua tewas ditembak secara searah.

Keterangan Bharada E, yang melakukan penembakan itu adalah dirinya dan Ferdy Sambo.

Sementara Suami Putri Candrawati itu membantah ikut menembak, dan juga bantahan memerintahkan tembak.

S:TRIBUNJAMBI.COM


Nama

Article,48,Berita,6750,c,1,Contact,4,Insight,7,Internasional,50,Nasional,6718,News,1286,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Hakim Gemas Pada Kodir Usai Nonton Rekaman CCTV, Gayus Lumbuun Sarankan Diperiksa Ulang
Hakim Gemas Pada Kodir Usai Nonton Rekaman CCTV, Gayus Lumbuun Sarankan Diperiksa Ulang
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_janld5_NMSMA1q5dEti91uJHKjl0Ju35AcWhTzcTRhruEWNQhU-cXnkprPUokmm4GbfAfRdNd7wGbo6sxf5U9FkjI6-0RJWfN2dlpfvqHJFMz76F0Z8r1ufS0t_dWCWNyKSMV3v4DtTq2rvvG8OYxUbrKO8qtPslFdIW88FuF9Jb2fRX9xKBtw/w640-h356/9E369BAC-A939-487B-A9C7-58A5D9EE0B35.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_janld5_NMSMA1q5dEti91uJHKjl0Ju35AcWhTzcTRhruEWNQhU-cXnkprPUokmm4GbfAfRdNd7wGbo6sxf5U9FkjI6-0RJWfN2dlpfvqHJFMz76F0Z8r1ufS0t_dWCWNyKSMV3v4DtTq2rvvG8OYxUbrKO8qtPslFdIW88FuF9Jb2fRX9xKBtw/s72-w640-c-h356/9E369BAC-A939-487B-A9C7-58A5D9EE0B35.jpeg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/12/hakim-gemas-pada-kodir-usai-nonton.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/12/hakim-gemas-pada-kodir-usai-nonton.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy