$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

BERANI Cengengesan saat Sidang, ART Ferdy Sambo Pucat Setelah Diancam Jaksa Jadi Tersangka: Lancang!

PELITANEWS.CO - Salah satu ART Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir menjadi sorotan setelah menjalani sidang sebagai saksi. Diketahui Diryanto...



PELITANEWS.CO
- Salah satu ART Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir menjadi sorotan setelah menjalani sidang sebagai saksi.

Diketahui Diryanto, ART Ferdy Sambo ini didihadirkan sebagai salah satu saksi kasus perintangan penyidikan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022).

Saat persidangan Diryanto sempat mendapat teguran dari jaksa penuntut umum.

Bagaimana tidak, saat menjalani persidangan Diryanto sempat tertawa.

Tak hanya itu, kesaksiannya pun disebut berbelit-belit.

Diryanto tertawa saat dicecar jaksa penuntut umum
Diryanto tertawa saat dicecar jaksa penuntut umum (YouTube Kompas TV)
Alhasil jaksa penuntut umum pun meminta majelis hakim untuk menetapkan ART Ferdy Sambo menjadi tersangka.

“Jangan bohong lah.

Jangan ketawa-ketawa, terlalu lancang,” ucap Jaksa, seperti dikutip dari program Breaking News Kompas TV.

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa kemudian menekankan kepada Diryanto untuk berpikir sebelum memberikan keterangan agar tidak terjebak.

“Pikirkan dulu, jangan nanti salah, kejebak nanti,” ujar Jaksa.

Jaksa merasa, keterangan yang disampaikan Diryanto atau Kodir soal CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo seperti menghapal.

Sebab, kata Jaksa, Diryanto mengingat tanggal rusaknnya CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo yang padahal kejadiannya sudah Juni 2022.

“Curiga kita, lancar-lancar banget saya lihat menjawab, sambil ketawa, seolah-olah sudah sesuai skenario jawaban saudara,” kata Jaksa.

“Di penyidik boleh-boleh saja, logika berpikir hebat banget otakmu, bisa sampai langsung (ingat tanggal CCTV rusak) 3 bulan lalu.”

Untuk diketahui, Diryanto, ART Ferdy Sambo diperiksa sebagai saksi untuk Terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria.

Sebagai informasi, dalam kasus ini Terdakwa Brigjen Hendra Kurniawan dan Terdakwa Kombes Agus Nurpatria diancam dengan pasal yang sama dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice.

Pertama, Primair: Pasal 49 jo. Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsidair: Pasal 48 jo. Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau Kedua Primair: Pasal 233 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Subsidair: Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal 49 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). UU 19 Tahun 2016 merupakan perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 berbunyi: “Hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar atas perbuatan mengganggu kinerja sistem elektronik.”

Diryanto terancam Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara obstruction of justice terkait pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, geram melihat kesaksian Diryanto.

Pada saat memberikan kesaksian, sejumlah keterangan yang disampaikan Diryanto dianggap tidak masuk akal.

Selain itu menurut jaksa, saksi diduga memberikan keterangan palsu di persidangan.

"Majelis hakim, kami melihat saksi ini berbelit-belit dan berbohong.

Kiranya majelis hakim mengelurkan penetapan saksi ini menjadi tersangka," harap JPU, Kamis (3/11/2022).

Raut wajah Diryanto berubah lemas saat disemprot jaksa penuntut umum
Raut wajah Diryanto berubah lemas saat disemprot jaksa penuntut umum (YouTube Kompas TV)
Saat JPU menyampaikan permohonan tersangka kesaksian palsu itu, terlihat raut muka Diryanto langsung berubah jadi murung, tatapan diarahkan ke lantai ruang persidangan.

Kegeraman jaksa bahkan hakim itu bermula saat ditanya tentang posisinya saat terjadi peristiwa penembakan Brigadir Yosua di Komplek Polri Duren Tiga No 46.

Diryanto alias Kodir mengatakan, memang dia mendengar ada tembakan dari arah rumah.

Posisinya saat itu berada di luar rumah. "Saya di pinggir jalan, di depan rumah," kata Kodir.

Dia mengaku, berada di depan rumah bersama Rommer dan Yogi.

Saat terjadi penembakan itu, sekitar pukul 17.00, dia tidak langsung masuk ke dalam.

"Saya dan rommer panik," ungkapnya.

Hakim kemudian bertanya kepadanya jam berapa saksi masuk ke rumah.

"Sekitar pukul 20.00," jawanya.

Hakim terlihat geleng kepala dengan jawaban tersebut.

Kodir menambahkan, dari 17.00 terjadi penembakan itu, dia di depan rumah dan garasi.

Setelah terjadi penembakan, banyak anggota Polri yang datang ke sana. Dia mengaku tidak mengenalnya.

"Bubar jam berapa?" tanya hakim. "Jam 12 malam," jawab Kodir.

Jaksa kemudian melakukan pendalaman. Saksi ditanya soal yang menghubungi Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan.

"Yang disuruh FS hubungi polisi, kamu atau Yogi?" tanya jaksa.

"Seingat saya bertiga," jawab Kodir, yang merupakan asisten rumah tangga di rumah Ferdy Sambo itu.

"Ada Yogi, Rommer, dan saya," ungkapnya.

Jaksa merasa heran, karena pada akhirnya Kodir yang menghubungi Kasat Reskrim melalui sopir perwira itu.

Menurut jaksa, aneh bila tidak ada perintah langsung pada Kodir menghubungi perwira Polri, tapi bisa lakukan tugas itu.

"FS sampaikan kepada kami, telepon ambulans dibilang ke Yogi, kemudian hubungi Polres menyuruh ke kami bertiga," Kodir berkilah.

Hal lain yang juga membuat jaksa sangat meragukan kesaksian Diryanto alias Kodir adalah kapasitasnya bisa cek monitor pengawas CCTV.

Sebab, monitor itu berada di lantai dasar, di kamar Putri Candrawati.

Menurut jaksa, sangat aneh bila seorang ART mendapat akses untuk melihat-lihat langsung monitor CCTV yang menayangkan banyak kegiatan di dalam dan luar rumah.

Namun Kodir tetap dengan pernyataannya, bahwa dia bisa masuk ke kamar untuk Ferdy Sambo dan Putri itu.

Bahkan dia mengaku sebagai orang yang melapor ke Brigadir Yosua tentang CCTV rusak, usai melihat monitornya yang ada di kamar Putri.

Sejak dilaporkan ke Yosua ada kerusakan, hingga kasus penembakan terjadi, dia menyebut CCTV dalam kondisi rusak.

Namum, dalam keterangan lain di BAP, Kodir mengatakan dia yang membersihkan darah Yosua yang berceceran di lantai.

Setelah dibersihkan, dia memberi laporan ke atasan bahwa rumah sudah dibersihkan.

Dia ditanyakan mengapa tidak mengunci pintu. Alasan yang dia sampaikan, pintu tidak dikunci karena ada CCTV.

"Yang benar yang mana? Saudara bilang CCTV rusak, tapi di sini juga disebut tidak mengunci pintu karena ada CCTV, artinya CCTV bagus?" tanya jaksa.

Diryanto kemudian menyebut bahwa CCTV memang rusak. Tapi mengapa ada alasan soal tidak mengunci rumah karena ada CCTV, tidak bisa dijawabnya. (*)


S:TRIBUNNEWSMAKER.COM



Nama

Article,48,Berita,6470,c,1,Contact,4,Insight,7,Internasional,17,Nasional,6471,News,1243,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: BERANI Cengengesan saat Sidang, ART Ferdy Sambo Pucat Setelah Diancam Jaksa Jadi Tersangka: Lancang!
BERANI Cengengesan saat Sidang, ART Ferdy Sambo Pucat Setelah Diancam Jaksa Jadi Tersangka: Lancang!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifW6FbFfWLEnXHhW7KpgQckaHT4PDElgPbSXMx4X-vqoeS3GLuNNcbsyOzaZ4twyIE05fIsdv66tnJ72gl5SnGi16zLeRA1_MxVIRhTE9kKK8upSPuf-klkvg0JF4RaoTXFxNmIbDE1xOecQRgJ20E4ixD-2SieX3oC5NcwCdpg8YNzuuGllSS8g/w640-h356/Screenshot_2022-11-04-18-40-15-47_e28b4d2d043793e012609047e1aa630d.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifW6FbFfWLEnXHhW7KpgQckaHT4PDElgPbSXMx4X-vqoeS3GLuNNcbsyOzaZ4twyIE05fIsdv66tnJ72gl5SnGi16zLeRA1_MxVIRhTE9kKK8upSPuf-klkvg0JF4RaoTXFxNmIbDE1xOecQRgJ20E4ixD-2SieX3oC5NcwCdpg8YNzuuGllSS8g/s72-w640-c-h356/Screenshot_2022-11-04-18-40-15-47_e28b4d2d043793e012609047e1aa630d.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/11/berani-cengengesan-saat-sidang-art.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/11/berani-cengengesan-saat-sidang-art.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy