$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Untuk Miskinkan Koruptor, Mahfud MD Desak DPR Sahkan RUU Perampasan Aset

PELITANEWS.CO -  Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Moh. Mahfud MD mendesak agar Dewan Perwakilan R...



PELITANEWS.CO
-  Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Moh. Mahfud MD mendesak agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI segera mengesahkan RUU tentang Perampasan Aset Tindak Pidana.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD saat menjadi salah satu narasumber dalam pemaparan Survei Nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengangkat tema 'Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Penegakan Hukum dan Persepsi terhadap Kasus Kanjuruhan', Kamis (20/10/2022).

Pemerintah Tanggung Biaya Perbaikan Rumah yang Rusak Akibat Puting Beliung di Lampung

"Sama seperti UU Perampasan Aset. Siapapun yang terlibat korupsi, itu hartanya dirampas dulu tanpa harus ada menunggu vonis, banding, naik banding sampai kasasi, PK. Itu perampasan aset, takut koruptor sama itu. Ini hanya beredar di kalangan elit," ujar Mahfud MD.

Ia mengungkapkan saat dahulu pertama kali diusulkan oleh pemerintah, DPR justru menolak keberadaan RUU untuk memiskinkan koruptor tersebut.

 Mahfud MD: DPR Tolak RUU Uang Kartal dengan Alasan Sulit Bagi Amplop ke Konstituen

"Tapi yang UU Perampasan Aset ini masih di nego setelah ditolak, kita ajukan lagi, ditolak kita ajukan lagi. Dan sekarang sedang masuk Prolegnas. Nah itu penting, tolong dikampanyekan juga oleh semuanya UU Perampasan Aset ini dalam Tindak Pidana," kata Mahfud MD.

Dengan mekanisme RUU tersebut, Mahfud MD berharap nantinya proses dan alur ditarik dari uang mana dikirim ke bank mana, sehingga menjadi mudah diketahui itu kalau orang melakukan korupsi

"Tapi DPR menolak UU Pembelanjaan Tunai. Karena mereka berpikir kalau politik tidak bawa uang tunai Ndak bisa katanya, ke rakyat kalau kampanye atau berkunjung ke Konstituen harus eceran bawa amplop, bawa apa tidak bisa lewat bank. Sehingga ini mutlak ditolak," jelas Mahfud MD.

Mahfud MD mengungkapkan dahulu RUU Perampasan Aset memang sempat menjadi perebutan antara Kementerian terkait aset yang disita dari koruptor akan dikelola oleh siapa.

"Dulu ini sudah selesai namun ada perebutan peran antara Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, Kemkumham. Kejagung bilang aset dirampas itu harus disimpan di Kejagung, Kementerian Keuangan bilang bukan karena itu milik kekayaan negara jadi Kementerian keuangan di Dirjen Kekayaan Negara (DJKN). Lalu Kemenkumham memiliki rumah rampasan," ungkap Mahfud MD.

Namun saat di eksekutif sudah mencapai kata sepakat, Mahfud MD mengungkapkan halangan tersebut saat ini justru ada di legislatif.

Utamakan Kesehatan Anda dan Keluarga

"Dulu di titik tersebut kita gak ketemu. Sekarang sudah dipertemukan, diserahkan ke DPR, cuman DPR nya yang belum mau. Itu saudara yang tidak populer, tidak banyak rakyat tahu, tapi ini sangat penting. Jadi perhatian kita bukan hanya yang mau diketahui rakyat. Ini penting untuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, mari kita perjuangkan sama-sama. Terlepas dari soal rakyat atau tidak," pungkas Mahfud MD.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan pesan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana segera diselesaikan.

"Presiden berkali-kali mengatakan, tolong Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dalam tindak pidana itu segera disahkan," ujar Mahfud MD dalam acara Focus Group Discussion yang digelar DPP PDI-P dengan tema 'Reformasi Sistem Hukum Nasional: Pendekatan Ideologi, Konstitusi dan Budaya Hukum', Kamis (13/10/2022).

S: 



Nama

Article,48,Berita,6470,c,1,Contact,4,Insight,7,Internasional,17,Nasional,6471,News,1243,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Untuk Miskinkan Koruptor, Mahfud MD Desak DPR Sahkan RUU Perampasan Aset
Untuk Miskinkan Koruptor, Mahfud MD Desak DPR Sahkan RUU Perampasan Aset
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQ_oy_31iTkQLjA7URUHQA7_aIKKrImwyWvcZi67fz6Z7Oxfz7GHXWgkkQh4MzuNdBMaWsppKLyuwFNVABYX1fsANYtiPqin6S74WFezxdKj1qV1AUEIEmCfu3u-z40LgLgDQvwua8WQ7W9cB4WfnEAqioL9J6_82wmPK39EJ8Ff4NagLRwelCtQ/w640-h420/Screenshot_2022-10-20-18-57-26-58_e28b4d2d043793e012609047e1aa630d.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQ_oy_31iTkQLjA7URUHQA7_aIKKrImwyWvcZi67fz6Z7Oxfz7GHXWgkkQh4MzuNdBMaWsppKLyuwFNVABYX1fsANYtiPqin6S74WFezxdKj1qV1AUEIEmCfu3u-z40LgLgDQvwua8WQ7W9cB4WfnEAqioL9J6_82wmPK39EJ8Ff4NagLRwelCtQ/s72-w640-c-h420/Screenshot_2022-10-20-18-57-26-58_e28b4d2d043793e012609047e1aa630d.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/10/untuk-miskinkan-koruptor-mahfud-md.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/10/untuk-miskinkan-koruptor-mahfud-md.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy