$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Sebelum T*was M*ngen*skan Brigadir J Hanya Bisa Bertekuk Lutut di Hadapan Irjen Ferdy Sambo

PELITANEWS.CO - Sebelum tewas Brigadir J hanya bisa bertekuk lutut di hadapan Ferdy Sambo. Peristiwa pembunuhan Brigadir J tentu tak bisa d...


PELITANEWS.CO
- Sebelum tewas Brigadir J hanya bisa bertekuk lutut di hadapan Ferdy Sambo.

Peristiwa pembunuhan Brigadir J tentu tak bisa dilupakan begitu saja oleh masyarakat luas.

Mengingat seorang anggota kepolisian dengan mudahnya dihabisi oleh atasannya sendiri dengan senjata api.

Brigadir J bukan pasrah ditembah mati, namun mengaku menyerah di depan Irjen Ferdy Sambo.

Hal ini diungkap oleh Ronny Talapessy, kuasa hukum baru Bharada E saat menceritakan detik-detik pembunuhan Brigadir J.

Melansir tribunjakarta.com, Brigadir J disebutkannya dalam posisi mengangkat tangan sedada laiknya orang yang menyerah, di depan Irjen Fedy Sambo dan Bharada E.

Seperti diketahui, saat itu kejadian berlokasi di rumah dinas eks Kadiv Propam Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).


Beberapa saat kemudian Brigadir J mengangkat tangannya sedada, tiga sampai empat tembakan meletus dari pistol Bharada E.

Ferdy Sambo yang berada di tempat kejadian perkara tentunya melihat apa yang dilakukan Brigadir J di sisa akhir hidupnya.

"Saya kasih bocoran sedikit kejadianya, posisi tangan seperti ini (tangan di depan dada). Lalu Bharada E menembak," kata Ronny Tapalessy, kuasa hukum Bharadan E dalam acara yang dibawakan Aiman Wicaksono di Kompas TV, Selasa (16/8/2022) sore.

Hal ini berbeda dengan pengakuan Bharada E yang sempat diungkapkan mantan pengacaranya, Deolipa Yumara.

Pasalnya Deolipa Yumara mengatakan Brigadir J mengangkat tangannya di atas kepala seperti orang pasrah.

Selanjutnya, Ronny tak ingin membeberkan isi BAP yang merupakan bagian dari strateginya untuk membela Bharada E di pengadilan nanti.

Berbanding terbalik dengan yang dilakukan Deolipa Yumara.


"Makanya apakah pengacara yang lama tidak fokus baca BAP, karena keterangan klien saya tidak seperti itu," ujarnya.

Menurutnya, Bharada E diperintah oleh Ferdy Sambo yang sudah mengakui sebagai aktor utama pembunuhan Brigadir J.

Lebih lanjut Ronny mengakui kliennya menembakan tiga sampai empat peluru ke arah Brigadir J.

"Sekitar 3 sampai 4 tembakan," kata Ronny.

Mana yang benar?

Sebelumnya, Deolipa Yumara sempat membongkar soal detik-detik Brigadir J tewas berdasarkan keterangan Bharada E.

Posisi Brigadir J saat itu berlutut dengan telapak tangan menyatu di belakang kepala.

Bharada E lalu menembak Brigadir J sambil memejamkan mata.

Ronny Talapessy kuasa hukum Bharada E memperagakan posisi Brigadir J sesaat sebelum di tembak

“Brigadir Yosua berlutut begini (posisi telapak tangan menyatu di belakang kepala -red), masih hidup, ketakutan.”

“Kata Richard, kata Eliezer, dia (Brigadir J) berlutut di depannya Sambo, di depannya Yosua,” kata Deolipa, dalam program Aiman KOMPAS TV, Senin (15/8/2022).

Tak hanya itu, Deolipa Yumara juga memastikan Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J.

Setelah itu, lanjut Deolipa, Ferdy Sambo ke arah dinding supaya bak terlihat ada tembak-menembak.

Namun, Deolipa tak mengetahui secara pasti soal senjata yang digunakan Ferdy Sambo saat menembak Brigadir J.

“Ya saya enggak tahu, tapi dia (Bharada E) menembak, Sambo menembak, ini situasional kan, habis itu katanya Sambo menembak ke dinding,” kata Deolipa.

Mengenai motif, Deolipa menyebut bahwa pembunuhan terhadap Brigadir J tak hanya didasari masalah asmara.

Melainkan ada kebersamaan elite-elite gelap polisi.

Tak tega sampai pejamkan mata


Deolipa Yumara juga sempat mengungkap detik-detik Bharada E menembak Brigadir J atas suruhan Ferdy Sambo.

Deolipa Yumara mengatakan, saat eksesekusi, Bharada E berada di posisi sulit.

Di sisi lain, kata Deolipa Yumara, Bharada E berat hati melaksanakan perintah Ferdy Sambo.

Namun jika tak melaksanakan perintah Ferdy Sambo justru nyawa Bharada E yang akan terancam.

Dikatakan Deolipa, dengan mata terpejam karena saking takutnya, Bharada E pun akhirnya menembak Brigadir J.

Ferdy Sambo mengungkap rasa marah melandasi aksi nekatnya membunuh Brigadir J.

Soal pengakuan Ferdy Sambo tersebut diungkap langsung oleh, Brigjen Andi Rian, selaku Dirtipidum Bareskrim Polri.

"Tersangka FS (Ferdy Sambo) menjadi marah dan emosi sesudah mendapat laporan dari sang istri PC (Putri Candrawathi)," terangnya dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (11/8/2022).

Menurut pengakuan Ferdy Sambo PC, mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga.

Kejadian tersebut terjadi di Magelang, dan masih menurut pengakuan Ferdy Sambo, dilakukan oleh Brigadir Yosua.

Sementara itu, melansir tribun-medan.com, otif penembakan Brigadir J mulai terkuak setelah Irjen Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan selama 7 jam di Mako Brimob, Kamis (11/8/2022).

Berdasarkan pengakuan Ferdy Sambo kepada penyidik, perbuatan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi telah melukai martabat keluarga.

Ferdy Sambo merasa marah setelah mendapat laporan dari istrinya, Putri Candrawathi tentang dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J di Magelang.

"FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah dapat laporan PC yang mendapatkan tindakan yang melukai harkat martabat keluarga di Magelang oleh almarhum Josua," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi, di Mako Brimob, Kamis (11/8/2022).

Ferdy Sambo kemudian merencanakan untuk menghabisi Brigadir J.

Kata Brigjen Andi, pembunuhan terhadap Brigadir J sudah direncanakan saat Ferdy Sambo dan keluarga berada di Magelang.

Ia memanggil dua ajudannya yakni Bharada E dan Bripka Ricky Rizal (RR) untuk merencanakan pembunuhan Brigadir J.

"(Pemanggilan) untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Yoshua (Brigadir J)," ujar Andi.

Rencana pembunuhan itu akhirnya dilakukan di rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

S:Tribunnewsmaker


Nama

Article,48,Berita,6300,Contact,4,Insight,7,Internasional,17,Nasional,6301,News,1203,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Sebelum T*was M*ngen*skan Brigadir J Hanya Bisa Bertekuk Lutut di Hadapan Irjen Ferdy Sambo
Sebelum T*was M*ngen*skan Brigadir J Hanya Bisa Bertekuk Lutut di Hadapan Irjen Ferdy Sambo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRhm_VIYB_r_CJP5WbFvDf50n-Zkmuh6-HFR3g2bO_b9BBN8KThkfKcf-apPA2myCsa0SRS-6sQxXCkJmR--E2uO3waoNhCzuRCq7jsPVK0Eo9Fiu0gsBRc9UvV5EhPb8TFZgBweC_Vz1l9qQ7zqGyxWiffyjoLNN0nWSVaxksdzj9r-mfOH5Wiw/w640-h360/Screenshot_2022-08-21-19-20-44-27_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRhm_VIYB_r_CJP5WbFvDf50n-Zkmuh6-HFR3g2bO_b9BBN8KThkfKcf-apPA2myCsa0SRS-6sQxXCkJmR--E2uO3waoNhCzuRCq7jsPVK0Eo9Fiu0gsBRc9UvV5EhPb8TFZgBweC_Vz1l9qQ7zqGyxWiffyjoLNN0nWSVaxksdzj9r-mfOH5Wiw/s72-w640-c-h360/Screenshot_2022-08-21-19-20-44-27_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/08/sebelum-twas-mngenskan-brigadir-j-hanya.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/08/sebelum-twas-mngenskan-brigadir-j-hanya.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy