$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Luhut Ultimatum Kabareskrim Komjen Agus Tegas Terkait Kasus Brigadir J: Jangan Ragu-Ragu, Saya Enggak Ada Urusan siapa dia, Enggak Ada Urusan Beking-Beking.

PELITANEWS.CO - Luhut Minta Kabareskrim Komjen Agus Andrianto Tegas Dalam Memproses Hukum Kasus Kematian Brigadir Yosua: Jangan Ragu-ragu, ...


PELITANEWS.CO
- Luhut Minta Kabareskrim Komjen Agus Andrianto Tegas Dalam Memproses Hukum Kasus Kematian Brigadir Yosua: Jangan Ragu-ragu, Saya Enggak Ada Urusan Siapa Dia.

"Saya minta kepada Kabareskrim Komjen Agus jangan ragu-ragu. Saya enggak ada urusan siapa dia, enggak ada urusan beking-beking. Pokoknya sampai ke akar-akarnya kita cabut nanti Mas Agus," tegas Luhut Pandjaitan yang dikutip dari siaran Kompas TV. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves itu pun meminta kepada Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri atau Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto harus konsisten dan tegas memproses hukum kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat tersebut.

Hingga saat ini, sudah ada 4 tersangka, yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sekaligus suami Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Brigadir Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.

Luhut Panjaitan mengatakan, dirinya tak peduli jika ada yang mem-backing para pelaku pembunuhan Brigadir J.

Sebelumnya Surat Kuasa Hukum Bharada E Dikabarkan Telah Dicabut 

Pemberitaan tribun-medan.com sebelumnya, setelah disuruh mundur dari pengacaranya Bharada E oleh oknum petinggi Bareskrim Polri, akhirnya Bharada E cabut kuasanya dari Deolipa Yumara dan tim. Siapa yang suruh?

Bharada Richard Eliezer alias Bharada E yang kini berstatus tersangka pembunuhan Brigadir Yosua menadak mencabut pemberian kuasa kepada pengacaranya, Deolipa Yumara dan tim.

"Bharada E cabut kuasa dari pengacara," kata sumber Tribunmanado.co.id, Kamis (11/08/2022).

Namun, belum diketahui pasti latar belakang pencabutan kuasa ini.

"Pastinya kuasa sudah dicabut," katanya lagi.

Sejauh ini, Bharada E yang berstatus tersangka ditahan di Bareskrim Polri.

Bharada E sendiri telah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator dalam pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J.

Namun, kabar penarikan kuasa ini, belum ada klarifikasi dari Deolipa Yumara dan Burhanuddin serta timnya.

Pengamat Hukum Sofyan Jimmy Yosadi mengungkapkan, Bharada E tak akan luput dari jeratan pidana.

Kendatipun, fakta terbaru hasil penyidikan, ia melakukan penembakan karena atas perintah dan tekanan atasannya, Irjen Ferdy Sambo.

"Bharada E tidak akan lepas dari jeratan pidana karena perbuatan turut serta bersama dengan orang lain. Pasal 55 dan 56 KUHP," kata Sofyan, Rabu (10/08/2022) malam.

Menurutnya, tinggal dilihat konstruksi hukum yang dibangun penyidik kasus yang menjerat Bharada E dengan Irjen FS sebagai tersangka utama.

Lanjut Yosadi, melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana ancaman pidana dalam pasal 338 KUHP dengan korban Brigadir J, tidak akan membuat tersangka Bharada E bebas dari ancaman pidana.

Sebagaimana ketentuan perbuatan yang dilakukan karena perintah atasan dalam pasal 51 KUHP.

“Orang yang melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan penguasa yang berwenang, tidak boleh dipidana," kata Sofyan yang adalah Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat PERADI Pergerakan

Lanjut dia, perintah jabatan tanpa wewenang tidak menyebabkan hapusnya pidana, kecuali jika yang diperintah mengira dengan itikad baik bahwa perintah diberikan dengan wewenang dan pelaksanaannya termasuk dalam lingkungan pekerjaannya.

Katanya, Tidak ada alasan pemaaf dalam ketentuan hukum pidana berkaitan dengan perbuatan Bharada E karena bukan menjalankan perintah yang sah.

Menurut Yosadi, kuasa hukum dalam pembelaan di Pengadilan bisa melakukan pembelaan (Pledoi) hingga Bharada E mendapatkan keringanan hukuman dalam vonis di berbagai tingkatan Pengadilan.

Ketika Bharada E mengajukan diri sebagai Justice Collaborator maka sebagai tersangka dan atau terdakwa dalam proses sidang di pengadilan maka akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum--penyidik dan Jaksa Penuntut Umum--dalam membongkar tidak pidana.

"Maka konsekwensinya adalah mendapatkan keringanan hukuman," ujar Ketua koordinator Wilayah AAI (Asosiasi Advokat Indonesia) Sulawesi Utara ini.

Hal ini diatur dalam UU No.13 Tahun 2006 yang diperbaharui menjadi UU No.31 Tahun 2014 tentang LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi & Korban); Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No.4 Tahun 2011 tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistleblower) dan Saksi Pelaku yang Bekerjasama (Justice Collaborator) di Dalam Perkara Tindak Pidana Tertentu, peraturan bersama Menkumham, Jaksa Agung, KPK, dan Kapolri adalah peraturan perundang-undangan serta regulasi yang mengatur tentang Justice Collaborator.

S: Tribunnews 


Nama

Article,48,Berita,6325,c,1,Contact,4,Insight,7,Internasional,17,Nasional,6326,News,1210,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Luhut Ultimatum Kabareskrim Komjen Agus Tegas Terkait Kasus Brigadir J: Jangan Ragu-Ragu, Saya Enggak Ada Urusan siapa dia, Enggak Ada Urusan Beking-Beking.
Luhut Ultimatum Kabareskrim Komjen Agus Tegas Terkait Kasus Brigadir J: Jangan Ragu-Ragu, Saya Enggak Ada Urusan siapa dia, Enggak Ada Urusan Beking-Beking.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnDB55KHa3ALxhIv053a1Gbp67F3fZgsxgO2m-2hnQIRiRo2Gvy61Mc2AKU_uWWpZ4DO9-UHgBRGCZyo89T5THuIqEvBe9g45ITzcJXgirLU-SL_sVboa0RZbsbwOl8Hd5CmZds3tdnpgqsmymAsynLanCcnH3A6tGJkNG9NDhRhoVDq_Sia21pg/w640-h360/Screenshot_2022-08-11-19-46-13-26_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnDB55KHa3ALxhIv053a1Gbp67F3fZgsxgO2m-2hnQIRiRo2Gvy61Mc2AKU_uWWpZ4DO9-UHgBRGCZyo89T5THuIqEvBe9g45ITzcJXgirLU-SL_sVboa0RZbsbwOl8Hd5CmZds3tdnpgqsmymAsynLanCcnH3A6tGJkNG9NDhRhoVDq_Sia21pg/s72-w640-c-h360/Screenshot_2022-08-11-19-46-13-26_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/08/luhut-ingatkan-kabareskrim-komjen-agus.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/08/luhut-ingatkan-kabareskrim-komjen-agus.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy