$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Sebelum Menyerah ke Polisi, Bechi Pewaris Ponpes Shiddiqiyyah Singgung Peran Mantan Istri Ayahnya, Tertunduk Lesu Saat Foto

PELITANEWS.CO -  DPO pencabulan santriwati Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi akhirnya menyerahkan diri ke polisi.  Bechi yang juga ...


PELITANEWS.CO
-  DPO pencabulan santriwati Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi akhirnya menyerahkan diri ke polisi. 

Bechi yang juga pewaris Ponpes Shiddiqiyyah Ploso Jombang menyinggung peran mantan istri ayahnya sebelum menyerah ke polisi. Pria 42 tahun ini tertunduk lesu saat foto di Rutan Medaeng.

Bechi menyerahkan diri pada Kamis (7/7/2022) pukul 23.00 WIB. Anak pemilik Ponpes Shiddiqiyyah Ploso Jombang, KH Muhammad Mukhtar Mukthi menyerah usai polisi mengepung rumah dan kompleks pesantren selama 15 jam.

Sebelum menyerah ke polisi, Bechi yang juga tercatat sebagai pewaris Ponpes Shiddiqiyyah Jombang sempat menyinggung peran mantan istri ayahnya dalam kasus pencabulan santriwati. Bechi hanya tertunduk lesu saat foto di Rutan Medaeng, Sidoarjo.

Selain Bechi, polisi juga sudah menangkap 320 orang simpatisan DPO pencabulan santriwati itu. Para pengikut Bechi itu ditangkap lantaran dianggap menghalangi proses penjemputan paksa MSAT di Pesantren Shiddiqiyyah.

Kasus Bechi sendiri sudah berlarut-larut. Hingga kini, 2 Kapolda Jatim sudah berganti, namun kasus Bechi seperti berjalan di tempat. Padahal, kasus ini sudah mulai terkuak dari sebuah pernyataan yang diunggah seorang perempuan di media sosial pada akhir 2019 lalu. Dia mengaku telah dicabuli pengurus sekaligus putra pemilik Ponpes Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang.

Setelah menyerahkan diri, Bechi pewaris Ponpes Shiddiqiyyah mendekam di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.

Dalam foto yang beredar, Bechi terlihat mengenakan kaus polo bertulis WBP atau Warga Binaan Pemasyarakatan. Sebagian wajahnya tertutup masker. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Dia hanya tertunduk lesu saat foto di Rutan Medaeng.

Ketika dibawa ke hadapan awak media, Bechi tampak tertunduk. Sesekali ia hanya menggangguk ketika disorot kamera. "Yang bersangkutan kami terima tadi subuh, sekitar jam 02.00 WIB," kata Karutan klas I Surabaya di Medaeng yakni Wahyu Hendrajati Setyo Nugroho, Jumat (8/7/2022).

Begitu sampai di rutan, pemeriksaan tim medis menyatakan Bechi sehat dan tak mengeluhkan apapun.

Di Rutan Medaeng, Bechi ditempatkan di ruang isolasi sampai tujuh hari ke depan. Hal itu kata dia sudah sesuai SOP berlaku di masa Pandemi Covid-19. "Kami tempatkan di kamar isolasi, sesuai dengan arahan Kanwil bahwa setiap tahanan yang diterima harus sesuai SOP," ucapnya.

Hendrajati mengatakan usai isolasi nanti anak kiai itu akan ditempatkan di sel berbaur dengan tahanan lain. Tak ada keistimewaan yang diberikan kepada Bechi. Semua tahanan diperlakukan sama. "Tidak ada keistimewaan, karena kondisi rutan sudah overcrowded," ucapnya.

Sebelum menyerah ke polisi, Bechi pewaris Ponpes Shiddiqiyyah sempat menyinggung peran mantan istri ayahnya dalam kasus pencabulan santriwati. Dia sempat menyebarkan klarifikasi ke sejumlah media.

Bechi mengklarifikasi kasus dugaan tersebut melalui keterangan tertulis pada Kamis, 7 Juli 2022. Bechi mengatakan kasus tersebut muncul karena ada oknum yang mengkriminalisasi dirinya.

Ponpes Shiddiqiyyah Jombang difitnah melalui media-media pemberitaan dengan kasus dugaan pelecehan seksual. Pemberitaan tidak benar tersebut hanyalah rekayasa sekelompok orang yang sengaja melakukan konspirasi untuk menebar fitnah secara sporadis.


Selain sebagai Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Bechi saat ini juga menjabat sebagai Wakil Rektor Ponpes Majma’al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, ia merupakan anak kandung dari KH. Mukhtar Mukhti, Pengasuh dan Pendiri Ponpes Shiddiqiyyah Jombang yang dikenal sebagai Kiai Jombang. Pada fitnah pada pemberitaan tersebut ia disebut-sebut berinisial MSAT.

Bechi juga mengatakan, “Pondok Pesantren Shiddiqiyyah – Jombang selalu menanamkan dan menebarkan kecintaannya terhadap Tanah Air Indonesia sebagai anugerah dan karunia dari Sang Pencipta”.

“Sudah sejak kecil saya sering difitnah oleh keluarga dari mantan istri kedua abah saya. Sudah biasa, sudah kebal. Tapi fitnah terakhir yang dibilang saya melakukan pelecehan seksual terhadap santriwati saya, ini sungguh biadab dan keterlaluan. Tunggu saja, Allah akan membalas setiap perbuatan fitnah,” sebut Bechi.

Bechi menerangkan kronologi fitnah tersebut yang telah dihembuskan oleh oknum tersebut sejak tahun 2019. Bechi difitnah melakukan pelecehan seksual pada tahun 2017, tapi baru dilaporkan pada tahun 2019.

Ketika itu Bechi langsung jadi tersangka tanpa adanya pemeriksaan terhadap dirinya, dan tanpa mendalami bukti-bukti kongkret. Jejak digitalnya masih ia simpan hingga kini.

"Ini sangat tidak masuk akal! Mengingat Semua pelapor sudah pernah dipanggil untuk dikonfrontir kebenarannya di hadapan kedua orang tua saya, bahkan istri saya, dan pengakuan mereka di bawah tekanan dan ancaman dari pada mantan istri abah saya. Karena jika mereka tidak mau mengikuti perintah mantan istri ke dua abah saya, akan dikeluarkan dari sekolah,” papar Bechi.

Bechi juga mengatakan, pada tahun 2019 Polres Jombang telah melimpahkan berkas kasus fitnah tersebut kepada Polda Jatim. Hasil kerja Polda Jatim menyimpulkan bahwa laporan tersebut merupakan rekayasa dan fitnah yang dibuat oleh segerombolan orang yang ingin menghancurkan Ponpes Shiddiqiyyah Jombang.


Bechi menegaskan, ada beberapa oknum yang mengajukan alat bukti yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya sebanyak 5 kali ke Kejaksaan, sehingga selalu ditolak, karena pihak Kejaksaan bekerja secara profesional.

Kasus tersebut telah dihentikan pada tahun 2019 (SP3) karena adanya ketidaklayakan alat bukti. Namun oknum yang ingin menghancurkan Ponpes Shiddiqiyyah – Jombang terus bergerak untuk memaksakan kasus tersebut agar bisa dinaikkan menjadi P21.

Bechi mengatakan, jelas terjadi kejanggalan, karena saat ini tiba-tiba statusnya yang sangat terkesan dipaksakan, sudah menjadi tersangka dan dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), penetapan status tersangka yang tidak berdasarkan aturan hukum yang berlaku, sepatutnya penyidik melakukan prosedur hukum dengan memberikan kesempatan melihat dan mendalami bukti-bukti yang ada. Apalagi sepengetahuan Bechi, Kapolri dan Kejagung saat ini sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan restorative justice.

“Gerombolan yang telah mendzolimi saya dengan fitnah dan rekayasa kasus ini menjalin hubungan dengan beberapa institusi dan beberapa cukong rokok untuk menjebloskan saya. Gerombolan ini berupaya untuk menghancurkan, lalu menguasai Ponpes Shiddiqiyyah – Jombang.

Mereka telah menguasai lebih dari 61 sertifikat di lahan pesantren. Mereka serakah dan biadab dengan melakukan berbagai cara untuk menguasai pondok kami”, kata Mas Bechi yang saat ini berusia 41 tahun.

Melalui akun IG dan tweeter @ashdaqwijaya, Bechi mempersilahkan semua pihak agar bijak dan berhati-hati membaca dan menyimak berita kriminalisasi yang tengah ia alami.

“Saya nyatakan, saya tidak pernah melakukan pelecehan seksual itu. Saya akan berjihad demi kebenaran dan keadilan. Negara kita ini berkedaulatan rakyat berlandaskan UUD 45 dan Pancasila. Apapun yang terjadi saya akan mempertahankan Ponpes Shiddiqiyyah – Jombang ini. Terima kasih sudah mendzolomi saya! Ini malah membuat kami menjadi kuat dan solid!” tutup Bechi.


S:Fotokita


Nama

Article,48,Berita,6089,Contact,4,Insight,7,Internasional,17,Nasional,6090,News,1156,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Sebelum Menyerah ke Polisi, Bechi Pewaris Ponpes Shiddiqiyyah Singgung Peran Mantan Istri Ayahnya, Tertunduk Lesu Saat Foto
Sebelum Menyerah ke Polisi, Bechi Pewaris Ponpes Shiddiqiyyah Singgung Peran Mantan Istri Ayahnya, Tertunduk Lesu Saat Foto
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphYxf-Hhbkbag7d3mlGOAg_UHv7FLMS_Wu6qFWSatVVX8dcWz8VsYwl0V0IS5du_v524NBTvw3xTKcmo4pEPpegwuR01w7nFCHTmVa-flQkqKJXp0nd_ZCrWH5XBVzHgoploVDjOnGkKam_hKH7rL2bL8tDrmBJgJ5ngElk_zA3BZmSQV1MWa2g/w640-h422/Screenshot_2022-07-09-10-25-34-97_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphYxf-Hhbkbag7d3mlGOAg_UHv7FLMS_Wu6qFWSatVVX8dcWz8VsYwl0V0IS5du_v524NBTvw3xTKcmo4pEPpegwuR01w7nFCHTmVa-flQkqKJXp0nd_ZCrWH5XBVzHgoploVDjOnGkKam_hKH7rL2bL8tDrmBJgJ5ngElk_zA3BZmSQV1MWa2g/s72-w640-c-h422/Screenshot_2022-07-09-10-25-34-97_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/07/sebelum-menyerah-ke-polisi-bechi.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/07/sebelum-menyerah-ke-polisi-bechi.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy