$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Pengakuan Santriwati Korban Penc*bul*n Mas Bechi Putra Kiai Jombang: Dipaksa B*ka Baju, Dip*kuli, Keluarga Diancam

PELITANEWS.CO - Santriwati korban pencabulan oleh anak kiai Jombang Pesantren Shiddiqiyyah Desa Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, mengung...


PELITANEWS.CO
- Santriwati korban pencabulan oleh anak kiai Jombang Pesantren Shiddiqiyyah Desa Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, mengungkap kesaksian kasus yang menimpanya.

Korban bercerita, pada awalnya ia menjalin hubungan asmara dengan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42). Hubungan mereka berjalan selama hampir lima tahun. Pada 2012, saat usianya baru 15 tahun, ia dicabuli untuk yang pertama kalinya.

Empat tahun berselang, ketika Santriwati korban pencabulan berniat melepaskan diri dari MSAT, bukan kebebasan yang ia dapatkan, melainkan kekerasan yang menghujani tubuhnya secara bertubi-tubi.

"Tadinya saya itu sudah dibuka paksa, semuanya disuruh buka. Aku bilang enggak mau, dia bilang sudah-sudah, tahu itu saya sampai nangis awalnya. Terus habis itu saya minta putus, enggak bisa sudah lama-lama ya sudah saya mau enggak mau di situ terus akhirnya," kata korban pada Jumat, 8 Juli.

Korban mengatakan penolakan permintaan MSAT berujung pada ancaman. MSAT kerap kali membawa-bawa keluarga korban saat ancaman itu dilontarkan.

"Dia suka bawa-bawa keluarga terus katanya seolah-olah kayak dia itu punya ilmu. Sampai tangan dua menggenggam dan bilang 'Jenenge wong tuamu iku tak cekel iki iso tak apa ya', saya lupa kata-katanya, intinya itu kayak kalau dia meremas itu hancur gitu," ujarnya

Santriwati Korban Pencabulan Dipaksa Turuti Semua Nafsu Mas Bechi
Korban mengaku dipaksa untuk menuruti segala kemauan MSAT. Ia diajak tidur di sebuah hotel, kemudian di sana MSAT mengajak berhubungan badan. Korban pun melakukan penolakan. Tak terima, MSAT langsung mengancam akan melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Dia bilang 'Koen yo, ayo pengen tak anu maneh tak ajar maneh,' gitu. Ya sudah saya mau nggak mau ya sudah saya gitu main bertiga. Di situ sudah mulai nangis, saya nangis," ungkapnya.

Usai kejadian itu, korban lantas mencari perlindungan. Ia jatuh hati pada salah seorang santri di pondok pesantren itu dan memohon bantuan kepada santri tersebut agar membantunya lepas dari MSAT.

Namun, upaya korban diketahui oleh MSAT. Ia mengaku dijemput paksa oleh orang suruhan MSAT dan dibawa ke sebuah tempat yang disebut Puri. Di tempat itu, MSAT menghujani korban dengan berbagai tindakan kekerasan.

"Saya diseret ke dalam langsung saya ditendang dipukulin lagi, sampai saya itu kan di Cokro banyak jendela-jendela gitu saya hampir mau jatuh ke bawah tapi ditahan sama dia. Saya dua kali hampir jatuh dari jendela itu. Terus habis itu saya dibuat suruh buka baju," ungkapnya.

Santriwati korban pencabulan mengaku menolak saat diminta untuk membuka baju, tetapi MSAT tetap memaksa. "Dia bawa tempat sampah sudah di tangan sudah di atas ini. Langsung dilempar itu tempat sampah," ujarnya. Setelah dianiaya, korban disetubuhi secara paksa.

Kemudian, dengan bantuan seorang teman, korban berhasil meninggalkan Puri dan pergi jauh dari pesantren. Ia pun berharap MSAT dapat diadili dan di hukum secara maksimal.

"Saya tidak terima dengan perbuatan asusila yang sudah diperbuat mas Bechi kepada saya dan teman-teman saya, dan saya ingin mas Bechi dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukuman negara Indonesia," ungkap santriwati korban pencabulan itu.

Dapatkan warta harian terbaru lainya dengan mengikuti portal berita Djawanews dan akun Instagram Djawanews.

S:djawanews


Nama

Article,48,Berita,6084,Contact,4,Insight,7,Internasional,17,Nasional,6085,News,1155,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Pengakuan Santriwati Korban Penc*bul*n Mas Bechi Putra Kiai Jombang: Dipaksa B*ka Baju, Dip*kuli, Keluarga Diancam
Pengakuan Santriwati Korban Penc*bul*n Mas Bechi Putra Kiai Jombang: Dipaksa B*ka Baju, Dip*kuli, Keluarga Diancam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDLkFqE-2bFAXIWSAu8mIrj20KSKizVY-FzvvaT_W2x8s30YPy0mswNSherZxtDqe66XML99gCPcPYCQWkz8BOJbt296qA1MRKpOWtUEYvEtyyX03Z-C9_Z3SP82xBhIpku_VoAC9m963bkVFpq1TSHqwGCXCu2df9IU2CuBYixdszMUMTVuYPTg/w640-h360/Screenshot_2022-07-08-17-09-28-44_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDLkFqE-2bFAXIWSAu8mIrj20KSKizVY-FzvvaT_W2x8s30YPy0mswNSherZxtDqe66XML99gCPcPYCQWkz8BOJbt296qA1MRKpOWtUEYvEtyyX03Z-C9_Z3SP82xBhIpku_VoAC9m963bkVFpq1TSHqwGCXCu2df9IU2CuBYixdszMUMTVuYPTg/s72-w640-c-h360/Screenshot_2022-07-08-17-09-28-44_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/07/pengakuan-santriwati-korban-pencbuln.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/07/pengakuan-santriwati-korban-pencbuln.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy