$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Ditangkap Sehabis Salat Subuh di Masjid, Ini Foto Sosok Abdul Qadir Baraja Pendiri Khilafatul Muslimin, Ngaku Dapat Hikmah Usai Ngeb*m Candi Borobudur

PELITANEWS.CO - Abdul Qadir Hasan Baraja pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin ditangkap aparat kepolisian setelah menun...


PELITANEWS.CO
- Abdul Qadir Hasan Baraja pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin ditangkap aparat kepolisian setelah menunaikan ibadah salat Subuh di masjid. 

Foto sosok Abdul Qadir Baraja yang mengaku dapat hikmah usai mengebom Candi Borobudur kembali disebarkan di jagat maya.

Penangkapan Abdul Qadir Baraja dilakukan Polda Metro Jaya pada Selasa (7/6/2022) pukul 05.30 WIB. Penangkapan ini terjadi usai Abdul Qadir menunaikan ibadah salat subuh di Masjid Kekhalifahan Islam Jalan WR Supratman, Bumi Waras, Telukbetung, Bandar Lampung.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Abdul Qadir Baraja bersama anggota Polresta Bandar Lampung. Usai penangkapan itu, Abdul Qadir lantas dibawa ke Mapolresta Bandar Lampung sekitar pukul 6.30 WIB.

Selanjutnya, pada Pukul 07.30 WIB, Abdul Qadir telah dibawa ke Polda Metro Jaya. Pihak Polda Metro Jaya berencana menggelar pers rilis mengenai alasan penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin ini, usai yang bersangkutan sampai di Jakarta.

Penangakapan Abdul Qadir Baraja dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan.

"Benar, bahwa Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan kepada pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, yang dilakukan langsung oleh tim Polda Metro Jaya."

Abdul Qadir Baraja saat ini dalam perjalanan. Zulpan mengatakan Baraja bakal dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin. Sekarang tim dari Polda Metro sedang berada di Lampung untuk membawa yang bersangkutan ke Jakarta untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Penangkapan Abdul Qadir terkait konvoi Khilafah Islamiyah yang pernah terjadi di Cawang, Jaktim, akhir bulan lalu. "Iya, ada kaitannya," kata Zulpan. Perwira menengah Polri ini belum memerinci soal peran dari Abdul Qadir Baraja dalam kegiatan konvoi tersebut. Status Abdul Qadir pun belum disampaikan penyidik. "Nanti akan kita sampaikan," sebut Zulpan.

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus konvoi pengendara motor yang membawa atribut dan bendera Khilafatul Muslimin' di Cawang, Jakarta Timur. Hasil penelusuran diketahui tindakan itu bukan hanya kegiatan konvoi semata.

"Kalau kita lihat dalam kegiatan konvoi itu mereka juga mengajak masyarakat terkait dengan Khilafah untuk bergabung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Hasil penyelidikan polisi pun mengungkap peserta kegiatan konvoi itu memuat tulisan yang berisi hasutan untuk membenci pemerintah yang sah saat ini.

"Ada kata-kata yang mereka buat dalam tulisan yang mereka bawa itu yaitu kata-kata yang membangkitkan kebencian terhadap pemerintah yang sah. Tentu ini hal yang sangat serius dan melanggar daripada ketentuan hukum," ucap Zulpan.

Zulpan mengatakan penyelidikan kasus tersebut masih berlangsung. Identitas pihak-pihak yang terlibat pada kegiatan konvoi itu telah dikantongi penyidik. "Kami telah memiliki data terkait mereka yang terlibat dalam kegiatan itu dan saat ini tim akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman," katanya.


Dia menambahkan, pihak Polda Metro Jaya akan melakukan penindakan hukum yang tegas usai bukti-bukti pelanggaran pidana telah dimiliki. "Sikap Polda Metro tentunya terkait dalam hal ini adalah apabila ditemukan nantinya adanya unsur pidana kita akan melakukan penegakan hulum secara tegas," tutur Zulpan.

Setelah konvoid Khilafatul Muslimin viral, foto Abdul Qadir Hasan Baraja bermunculan di media sosial. Baraja adalah pendiri Khilafatul Muslimin. Dia tercatat sebagai mantan pentolan Komando Jihad, musuh utama pemerintah dan tentara Indonesia di tahun 80-an. Khalifah Khilafatul Muslimin sempat menjadi sorotan akibat salah satu anggotanya ditangkap Densus 88 terkait gerakan teror pada tahun 2019.

Abdul Qadir Baraja sangat lekat dengan kelompok teror di Indonesia. Setelah dua kali dipenjara karena kasus terorisme, ia mendirikan Khilafatul Muslimin pada 1997 Abdul Qadir Hasan Baraja, 79 tahun, mendirikan Khilafatul Muslimin setelah keluar dari penjara pada 18 Juli 1997. Ia dipenjara selama 13 tahun akibat terlibat pengeboman di Jawa Timur dan Candi Borobudur pada 1985.

Abdul Qadir Hasan Baraja merupakan kelahiran Taliwang, Sumbawa NTB, 10 Agustus tahun 1944 silam, mengawali pendidikannya di Gontor lalu melanjutkan tinggal di Lampung. Ia dikenal dengan pergerakan berbasis NII/DI pada masa mudanya.

Pada masa tahun 80-an, publik sempat mengenal "Komando Jihad", sebuah gerakan ekstrim kanan yang berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) dan gencar melakukan serangkaian aksi kekerasan diantaranya Bom Candi Borobudur dan Penyanderaan pesawat Garuda DC Woyla di Thailand.

Sampai saat ini, masih banyak mantan tokoh "Komando Jihad" di masa lalu usai menjalani masa hukuman penjara puluhan tahun yang masih hidup. Mereka sudah kembali ke masyarakat.

Pada tahun 2019, awak media Gatra sempat menjumpai Ustadz Abdul Qadir Hasan Baraja. Ulama ini bukanlah orang baru dalam gerakan perlawanan, sejak muda dahulu namanya sering dikaitkan dengan aksi kekerasan di beberapa tempat yang di lakukan oleh kelompoknya. Abdul Qadir Hasan Baraja masih tetap eksis pada pergerakan Islam dan bermarkas di Jalan WR. Supratman Teluk Betung Bandar Lampung.

Baraja mendirikan gerakan perjuangannya yang baru yakni Khalifah Khilafatul Muslimin. Dia sendiri telah dibaiat sebagai Khalifah (pemimpin) atau Amirul Mukminin oleh para pendukungnya.


Saat berjumpa awak media, Baraja berbicara panjang lebar terkait gerakan radikal dan konsep khilafah yang saat ini kembali mencuat. Abdul Qadir Baraja menceritakan bahwa perjuangannya saat ini sangat jauh dari konsep kekerasan oleh karenanya ia tak segan- segan untuk mengeluarkan warga Khilafatulnya yang jelas menyeleweng dari aturan organisasinya.

Baraja lalu menceritakan perjalanan hidupnya, "Dulu saya pemberontak, perjuangan dengan kekerasan kebrutalan itu, kerjaan saya jaman dahulu, waktu muda saya sudah lalui itu semua, saya sudah tahu, dan saya menyesali itu semua, itu ujung-ujungnya adalah dosa."

Sehubungan dengan gerakannya dengan kekerasan pada masa lalu, Khalifah Baraja mengaku pernah beberapa kali dibui, dengan total keseluruhan kurang lebih 20 tahun ia hidup di penjara dan baru menghirup udara bebas pada tahun 2000 silam.

"Komando Jihad itu saya juga yang pimpin, ya orangnya-orang NII juga, tapi yang beri nama Komando Jihad itu bukan kami, itu pemerintah yang sebut kami Komando Jihad," sebut Baraja.

Baraja mengakui Komando Jihad memang telah melakukan serangkaian aksi serangan dan pengeboman di beberapa tempat, diantaranya di Sumatera Utara, Lampung, dan lain-lain."Yang terakhir saya dipenjara 15 tahun, itu kaitan dengan bom Borobudur tahun 1985 lalu, dan satu tahun saya dipenjara isolasi dengan tangan terborogol, hanya tanaman saja teman saya," sambil tersenyum ia mengenang masa hukumannya.

Abdul Qadir Baraja mengaku dapat hikmah usai mengebom Candi Borobudur. Dia merasa bersyukur atas hukuman yang ia jalani, belasan tahun ia merenung dan akhirnya menyadari kekeliruan perjuangannya dengan dasar kekerasan.

"Saya bersyukur saat di penjara, saya merenung dengan kekeliruan saya, dan saat masih di dalam penjara pada tahun 1997 saya segera mengumumkan berdirinya Khalifah Khilafatul Muslimin," jelasnya.


Ketika ditanya dengan gerakan kelompok radikal saat ini yang masih menggunakan kekerasan, Khalifah Baraja berharap bisa bertemu mereka untuk kembali menyadarkan kekeliruan para radikal.

"Cuma sayangnya mereka tidak mau bertemu saya, kalau mau bertemu bisa saya sadarkan itu, tobat semua, saya sudah ajak mereka untuk bergabung dengan warga khilafah, tapi banyak juga yang menolak, agar tidak ada lagi seperti itu ( kekerasan-red)," ujarnya.

Menurutnya Khalifah Khilafatul Muslimin adalah perjuangan membumikan Khilafatul untuk memakmurkan bumi dan kesejahteraan ummat manusia melalui pelaksanaan ajaran Allah dan Rasulnya, sejalan dengan kebebasan penerapan ajaran semua agama tanpa memperkenankan warganya membuat aturan yang bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri.

"Banyak yang salah paham, Khilafatul itu bukan ideologi, tapi itu cara hidup, jadi sebenarnya tidak hanya orang muslim yang bisa bergabung dengan Khilafatul, semua agama boleh " papar Baraja.

Baraja juga meyakinkan bahwa anggota Khilafatul Muslimin yang ia gaungkan sangat mencintai kedamaian dan menolak kekerasan, Baraja mengklaim anggota nya telah mencapai puluhan ribu di berbagai belahan Nusantara dan di luar negeri.

"Warga khilafah ini dibaiat juga untuk tidak mencuri atau korupsi, kalau terbukti korupsi di potong tanganya sesuai ajaran Islam, ya tapi kan kalo kita potong tangan ya nanti malah kita juga yang dipenjara, makanya warga khilafah jangan mencuri lah " katanya sambil tertawa lebar.

Baraja mengatakan banyak orang yang setuju dengan paham Khilafatul yang ia gaungkan karena sebenarnya menurut ia membawa banyak manfaat kehidupan. "Coba lihat ada bendera lain yang tidak ada tulisan Khilafatul tapi organisasi nya di tutup pemerintah, tapi kami jelas- jelas menulis Khilafatul di plang kantor kami, dan ada Khalifah nya orang jelas ada tapi tidak ditutup oleh pemerintah, karena Khilafatul Muslimin itu rahmatan Lil alamin " tutupnya sambil tertawa akrab.


S:Fotokita


Nama

Article,48,Berita,6534,c,1,Contact,4,Insight,7,Internasional,33,Nasional,6519,News,1257,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Ditangkap Sehabis Salat Subuh di Masjid, Ini Foto Sosok Abdul Qadir Baraja Pendiri Khilafatul Muslimin, Ngaku Dapat Hikmah Usai Ngeb*m Candi Borobudur
Ditangkap Sehabis Salat Subuh di Masjid, Ini Foto Sosok Abdul Qadir Baraja Pendiri Khilafatul Muslimin, Ngaku Dapat Hikmah Usai Ngeb*m Candi Borobudur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG4rZtbD82LuV3jS8taDx4wT4RMqZK6N5nxH3BtiuTfJcBFbPO8m62nZZcagQf0GGagKjkq_TTRb1-L0tCR8P1T8aGLZtRatDvM5A5zv3bVXjslxFq4yMUPUYF8ssf8cFSM-iivLhyPCH9gvqI3hVDRHkSHl7JJQ6dziPwjLf6ixEU9qFyB0XQyA/w640-h360/Screenshot_2022-06-07-12-33-47-62_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG4rZtbD82LuV3jS8taDx4wT4RMqZK6N5nxH3BtiuTfJcBFbPO8m62nZZcagQf0GGagKjkq_TTRb1-L0tCR8P1T8aGLZtRatDvM5A5zv3bVXjslxFq4yMUPUYF8ssf8cFSM-iivLhyPCH9gvqI3hVDRHkSHl7JJQ6dziPwjLf6ixEU9qFyB0XQyA/s72-w640-c-h360/Screenshot_2022-06-07-12-33-47-62_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/06/ditangkap-sehabis-salat-subuh-di-masjid.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/06/ditangkap-sehabis-salat-subuh-di-masjid.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy