$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Ikut Danai ISIS, Dwi Dahlia Susanti Ternyata Punya Gelar Mentereng dari Universitas Bergengsi Ini, Foto Wisudanya Jadi Sorotan

PELITANEWS.CO - Nama Dwi Dahlia Susanti menjadi sorotan netizen. Pemicunya, Amerika Serikat (AS) memasukkan nama Dwi Dahlia sebagai salah s...


PELITANEWS.CO
- Nama Dwi Dahlia Susanti menjadi sorotan netizen. Pemicunya, Amerika Serikat (AS) memasukkan nama Dwi Dahlia sebagai salah satu orang yang menjadi fasilitator keuangan ISIS di seluruh Indonesia, Suriah, dan Turki. 

Ternyata Dwi Dahlia punya gelar mentereng dari univeritas bergengsi ini. Foto wisudanya jadi sorotan.

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menyebutkan, Dwi Dahlia Susanti diduga telah menjadi fasilitator keuangan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) setidaknya sejak 2017 dan telah membantu anggota ISIS lainnya dengan pengiriman uang yang melibatkan individu di Indonesia, Turki, dan Suriah.

Pada akhir 2017, AS menyebut Susanti membantu suaminya mengirimkan hampir USD4.000 dan senjata kepada seorang pemimpin ISIS.

Saat itu, Susanti disebut mengalihkan sekitar USD500 dari dana tersebut untuk para pendukung ISIS di jaringannya sendiri.

Pada awal tahun 2021, Susanti disebut telah memfasilitasi pengiriman uang dari Indonesia ke Suriah untuk memberikan dana kepada individu-individu di kamp-kamp pengungsi yang diduga digunakan untuk menyelundupkan anak-anak remaja keluar dari kamp ke padang pasir, di mana mereka diterima oleh pejuang asing ISIS, kemungkinan sebagai rekrutmen anak-anak untuk ISIS.

Dwi Dahlia Susanti tak sendiri. Ada 4 orang WNI lainnya yang juga mendapatkan sanksi dari Departemen Keuangan Amerika Serikat. Peran mereka sama, diduga menjadi fasilitator keuangan kelompok terorisme Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. Sanksi tersebut berupa pemblokiran aset.

Keempat WNI itu yakni Rudi Heryadi, Ari Kardian, Muhammad Dandi Adhiguna, dan Dini Ramadhani. Dikutip dari situs web Departemen Keuangan AS, Susanti telah menjadi fasilitator keuangan ISIS sejak 2017.

Dwi Dahlia Susanti diduga telah membantu anggota ISIS lainnya dengan pengiriman uang yang melibatkan individu di Indonesia, Turki, dan Suriah.

“Pada akhir 2017, Susanti membantu suaminya mengirimkan hampir 4.000 dollar AS dan senjata kepada seorang pemimpin ISIS,” tulis Departemen Keuangan AS, Rabu (11/5/2022).

Saat itu, Dwi mengalihkan sekitar 500 dollar AS dari dana tersebut untuk para pendukung ISIS di jaringannya sendiri. Pada awal 2021, Susanti telah memfasilitasi pengiriman uang dari Indonesia ke Suriah untuk memberikan dana kepada individu-individu di kamp-kamp pengungsi.

Dalam beberapa kasus, dana ini digunakan untuk menyelundupkan anak-anak remaja keluar dari kamp ke padang pasir. Mereka kemudian diterima oleh pejuang asing ISIS yang kemungkinan sebagai rekrutmen anak-anak untuk ISIS.

Sementara itu, Heryadi pada pertengahan 2019 memberi tahu seorang rekan ekstremis tentang potensi perjalanan ke daerah-daerah yang didominasi ISIS, termasuk di Afghanistan, Mesir, dan bagian lain Afrika, serta Yaman.

Heryadi juga meminta sumbangan untuk para pemudik dan keluarganya. Pada 24 Juni 2020, pihak berwenang Indonesia memvonis Heryadi atas tuduhan terorisme. Adapun Ari sebelumnya didakwa oleh otoritas Indonesia karena memfasilitasi perjalanan WNI ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Dwi Dahlia Susanti, Heryadi dan Ari diduga telah membantu, mensponsori, atau memberikan dukungan finansial, material, atau teknologi secara material, atau barang atau jasa kepada atau untuk mendukung ISIS.


Selanjutnya, kaki tangan Susanti, Adhiguna memberikan bantuan kepada Susanti, termasuk dalam hal keuangan dan operasional. Adhiguna pernah menasihati Susanti tentang penggunaan rekening bank pribadinya.

Pada akhir 2021, Adhiguna mengisi formulir pendaftaran untuk bergabung dengan ISIS dan mengirimkannya ke Susanti. Kemudian, Dini beberapa kali memberikan bantuan keuangan kepada Susanti.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ahmad Nurwakhid mengatakan bahwa kelima WNI tersebut terlibat foreign terrorist fighter (FTF) ISIS. “Di antara mereka ada yang masih dalam penjara dan ada pula yang sudah keluar,” kata Nurwakhid saat dikonfirmasi, Selasa (10/5/2022).

Nurwakhid menilai, pencantuman kelima nama yang disanksi merupakan bagian dari pencegahan pendanaan terorisme. Menurut dia, hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Terkait dengan sanksi tersebut, Nurwakhid menuturkan, pemerintah dalam hal ini BNPT akan menindaklanjuti sesuai dengan otoritas dan wewenang yang ada pada UU Nomor 9 Tahun 2013. BNPT menjadi salah-satunya lembaga yang terlibat di dalamnya, khususnya melalui mekanisme Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Terorisme (DTTOT).

BNPT menjadi salah-satunya lembaga yang terlibat di dalamnya, khususnya melalui mekanisme Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Terorisme (DTTOT). Selain itu, BNPT akan berkoordinasi dengan lembaga terkait.

“Dalam kasus FTF, BNPT sejatinya sudah memiliki satgas penanggulangan FTF yang dipimpin oleh Kepala BNPT sebagaimana keputusan Kemenko Polhukam,” kata dia.


Dwi Dahlia Susanti disebutkan ikut terlibat mendanai kegiatan terlarang ISIS. Saat ini, dia dikabarkan bermukim di Idlib, Syria. Dwi Dahlia Susanti adalah perempuan yang lahir pada 28 Juli 1976.

Dalam keterangan Departemen Keuangan AS dijelaskan, Dwi Dahlia Susanti telah menjadi fasilitator keuangan ISIS setidaknya sejak 2017 dan telah membantu anggota ISIS lainnya dengan pengiriman dana yang melibatkan individu di Indonesia, Turki, dan Suriah.

Sebelum terlibat mendanai ISIS, Dwi Dahlia Susanti ternyata sempat mendapatkan gelar S2 (Magister) dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Dwi berhasil lulus pada Juli 2009.

Ketika itu, Dwi begitu bangga memamerkan foto wisudanya dengan latar belakang Balairung UI, Depok. Saat wisuda S2 di UI, Dwi ditemani suami dan kedua anaknya. Mereka tersenyum bahagia di hari yang penting bagi perempuan berhijab itu.

Dalam meraih gelar S2 nya, Dwi membuat tesis yang berjudul, "Pengalaman Spiritual Perempuan dengan Kanker Serviks di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta."

Menurut Dwi, tesis yang dibuatnya itu bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pengalaman spiritual perempuan dengan kanker serviks dalam konteks asuhan keperawatan kanker serviks dan bagaimana perempuan dengan kanker serviks memaknai pengalaman tersebut.

Sebelum ikut terlibat mendanai ISIS, Dwi Dahlia Susanti termasuk orang yang rajin menggunakan media sosial. Dia memiliki akun Facebook atas namanya sendiri. Sayangnya, unggahan terakhir kalinya tercatat pada tanggal 15 April 2016.


Dalam salah satu statusnya, Dwi sudah menunjukkan keresahan dirinya terhadap agama Islam.

"Ajaran Islam sudah dianggap aneh dan asing oleh ummatnya sendiri, ummat Islam yang saling mencurigai satu golongan dengan golongan yang lain, penegak syariat Islam dianggap separatis dan teroris yang harus diperangi...luar biasa tanda2 akhir zaman sudah tampak jelas," tulis Dwi dalam salah satu unggahannya.

Dalam unggahan lainnya, Dwi juga menuliskan pemikirannya tentang dakwah dalam Islam. "Sepengetahuan saya dakwah itu selalu mengajak kepada kebaikan bukan kekerasan atau mungkin pengetahuan saya salah ya?"

Dwi juga sempat meminta saran agar dirinya menjadi lebih baik. "Saya mmg begini adanya dan inilah saya, tp bukan berarti tidak bisa berubah jika demi kebaikan why not? Jadi ingatkan saya jika ucap dan laku saya tidak benar..."

Pada 28 Juli 2013, Dwi Dahlia Susanti juga membalas ucapan selamat ulang tahun kepada dirinya. Dia begitu senang mendapatkan perhatian dari sahabat dan koleganya.

"Alhamdulillahirobilamin... terima kasih teman2 atas perhatian dan doanya. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan pada usia yang telah kita lewati dan sisa usia kita mendatang serta menutupnya dengan khusnul khotimah. Amin."


S:Fotokita


Nama

Article,48,Berita,5490,Contact,4,Insight,7,Internasional,14,Nasional,5491,News,1000,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Ikut Danai ISIS, Dwi Dahlia Susanti Ternyata Punya Gelar Mentereng dari Universitas Bergengsi Ini, Foto Wisudanya Jadi Sorotan
Ikut Danai ISIS, Dwi Dahlia Susanti Ternyata Punya Gelar Mentereng dari Universitas Bergengsi Ini, Foto Wisudanya Jadi Sorotan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3AOapCi_SqoWzD4k9Q44eMsov4-gbEzRzAeyUU1c1YoIjKXfuKnaG6wznrbQPd_e0m-gI7Km4TYzlbyT2Eme0L5EX50XfomXR5zgaaMgefhnpgEnRdjLD3rUOG8pHAVZ9Sl1rMgAll2VvlMNDZCZNRSuerAyQvpLbqng_fgEDNz5WFjPg52zm6w/w640-h426/Screenshot_2022-05-11-13-52-17-10_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3AOapCi_SqoWzD4k9Q44eMsov4-gbEzRzAeyUU1c1YoIjKXfuKnaG6wznrbQPd_e0m-gI7Km4TYzlbyT2Eme0L5EX50XfomXR5zgaaMgefhnpgEnRdjLD3rUOG8pHAVZ9Sl1rMgAll2VvlMNDZCZNRSuerAyQvpLbqng_fgEDNz5WFjPg52zm6w/s72-w640-c-h426/Screenshot_2022-05-11-13-52-17-10_ed1fc2cbf5ed41bea1cf04e4fe2ed3a6.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/05/ikut-danai-isis-dwi-dahlia-susanti.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/05/ikut-danai-isis-dwi-dahlia-susanti.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy