$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Respons Anak DN Aidit soal Panglima Bolehkan Keturunan PKI Masuk TNI

PELITANEWS.CO - Hingga saat ini, terkait pernyataan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa yang memperbolehkan anak keturunan PKI jadi atau ...


PELITANEWS.CO
- Hingga saat ini, terkait pernyataan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa yang memperbolehkan anak keturunan PKI jadi atau masuk dalam seleksi prajurit TNI masih ramai diperdebatkan oleh publik.

Menanggapi hal itu, anak tokoh atau ketua PKI DN Aidit, yakni Ilham Aidit yang sempat dilarang oleh zaman Orba atau Orde Baru untuk mnejadi TNI dan menjadi aparatur atau pegawai negeri sipil pun ikut buka suara.

Ilham Aidit mengatakan bahwa memang apa yang diungkapkan oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa itu benar adanya.

“Tidak ada aturan atau produk hukum apapun dimanapun di Indonesia yang melarang anak keturunan PKI yang menyebutkan itu (menjadi anggota TNI,” kata Ilham Aidit.

Bahkan Ilham Aidit yang merupakan putra dari pemimpin senior PKI dengan nama asli Dipa Nusantara Aidit itu juga menyebut jika tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa anak PKI dilarang menjadi guru dan pimpinan di berbagai lembaga tinggi negara.

“Tidak ada produk hukum manapun di Indonesia yang menyebutkan bahwa anak-anak PKI itu tidak boleh menjadi tenaga pengajar, tidak boleh menduduki Lembaga tinggi, tidak boleh menjadi tantara,” tegasnya.

Menurut Ilham Aidit hal itu adalah aturan yang baru muncul di zaman Orba. “Itukan (aturan dibuat Dewan Pertimbangan Agung) DPA jaman orba yang membuat itu yang mengusulkan itu,” terangnya menjelasakan.

Ilham Aidit kemudian menjelaskan bahwa di dalam ketetapan atau Tap MPRS 25 tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia atau PKI tersebut yang dilarang meliputi dua hal. Yakni, menyebarkan ajaran Komunis atau Marxisme-Leninisme.

Tidak disebutkan terkait keturunan dan anak para anggota PKI. ”Jadi maksudnya gini terkait dengan apa yang disampaikan oleh pak Andika mengingatkan kita sekali lagi bahwa Tap MPRS 25 tahun 1966 itu hanya bicara dua hal kok, tidak bicara soal anak keturunan (anggota PKI),” jelasnya.

Ilham Aidit menyebut bahwa aturan yang diterapkan di zaman Orba yang melarang anak dan keturunan PKI menjadi anggota atau prajurit TNI atau pejabat negara itu adalah pengembangan yang tidak jelas. “Bahwa di jaman Orba kemudian ada aturan bebas atau bersih lingkungan itu itu kembangan yang nggak jelas sebetulnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan pada sebuah rapat koordinasi penerimaan prajurit TNI periode 2022 yang dipimpin langsung olehnya bahwa dia tak akan melarang atau memperbolehkan anak anggota PKI masuk di seleksi dan menjadi anggota tau prajurit TNI.

Jenderal Andika Perkasa juga mengubah dua aturan lain terkait syarat penerimaan anggota TNI yaitu tes akademik dan tes renang.

Hal itu disampaikan dalam rapat dengan panitia penerimaan pusat prajurit TNI Tahun Anggaran 2022. Menurut Jenderal Andika Perkasa, TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 tentang larangan PKI dan ajaran komunisme, leninisme dan marxisme tidak bisa dijadikan dasar untuk melarang anak keturunan anggota PKI mendaftar anggota TNI.

Menurut Jenderal Andika Perkasa sampai MPRS Nomor 256, pertama menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang, tidak ada kata-kata anderbon segala macam menyatakan komunisme, leninisme, marxisme sebagai ajaran terlarang dalam isinya.

“Ini adalah dasar hukum, ini legal ini, tapi tadi yang dilarang itu PKI oke satu, kedua adalah ajaran komunisme marxisme leninisme itu yang tertulis. keturunan ini melanggar TAP MPRS apa? Dasar hukum apa yang dilanggar oleh dia? Jadi jangan kita mengada-ada. Saya orang yang patuh peraturan perundangan ingetin kalau kita melarang pastikan kita punya dasar hukum," tegas mantan KSAD itu.

S:Law Justice


Nama

Article,48,Berita,5488,Contact,4,Insight,7,Internasional,14,Nasional,5489,News,1000,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Respons Anak DN Aidit soal Panglima Bolehkan Keturunan PKI Masuk TNI
Respons Anak DN Aidit soal Panglima Bolehkan Keturunan PKI Masuk TNI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqkriy6Jmy7iqCLDeadPvjXIYcIh75pk5RKRtGfvik-7rEixiIYmjA1BOK6fqsRen8x1d3PnOtQElzhixAq6iPnMBgv04WPvlg6_5l20QU7HweLk3mFS14k916q0DeTp4WuMwmZ9bYK18Qvlv_YIdeBYvWE-JkNuPl-H5V9B5YI6ipb_AMilSmWA/w640-h360/Screenshot_2022-04-04-06-46-53-48.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqkriy6Jmy7iqCLDeadPvjXIYcIh75pk5RKRtGfvik-7rEixiIYmjA1BOK6fqsRen8x1d3PnOtQElzhixAq6iPnMBgv04WPvlg6_5l20QU7HweLk3mFS14k916q0DeTp4WuMwmZ9bYK18Qvlv_YIdeBYvWE-JkNuPl-H5V9B5YI6ipb_AMilSmWA/s72-w640-c-h360/Screenshot_2022-04-04-06-46-53-48.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/04/respons-anak-dn-aidit-soal-panglima.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/04/respons-anak-dn-aidit-soal-panglima.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy