$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Soal Duit Rp 50 Juta untuk Korb*n Moge, Keluarga: Pengendara Moge yang Beri Segitu, Kami Tidak Minta

PELITANEWS.CO - Keluarga bocah kembar yang tewas ditabrak pengendara moge mendapat santunan Rp 50 juta dari pelaku. Peristiwa kecelakaan ma...


PELITANEWS.CO
- Keluarga bocah kembar yang tewas ditabrak pengendara moge mendapat santunan Rp 50 juta dari pelaku.

Peristiwa kecelakaan maut menewaskan bocah kembar bernama Hasan dan Husen di Jalan Raya Kalipucang-Pangandaran itu terjadi pada Sabtu (12/3/2022).

Setelah kejadian kecelakaan maut, para pelaku pengendara moge asal Cimahi, Angga Permana Putra memberikan uang Rp 50 juta disertai perjanjian tertulis.

Dalam islah ada empat poin yang ditandatangani oleh pihak pertama Iwa Kartiwa perwakilan keluarga korban, pihak kedua Angga Permana Putra dari HDCI Bandung sekaligus pelaku.

Perjanjian dengan yang ditandatangani di atas materai itu diketahui kepala Desa Ciganjeng, Imang Wardiman, yang dilaksanakan di Mapolsek Kalipucang pada tanggal 12 Maret 2022.

Di perjanjian itu, pertama pihak ke satu dan pihak kedua telah menerima bahwa kecelakaan tersebut sebagai musibah dari Allah SWT.

Kedua, pihak kedua Angga Permana Putra memberikan santunan uang tunai kepada pihak ke satu sebesar Rp 50 juta dan pihak ke satu sudah menerimanya.

Ketiga, pihak ke satu dan pihak kedua telah sepakat dan mufakat bahwa perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan, serta pihak ke satu tidak akan menuntut di kemudian hari Secara hukum pidana maupun perdata kepada pihak kedua.

Keempat, apabila dikemudian hari ternyata ada pihak lain yang mempersalahkan kembali permasalahan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengesampingkan atau tidak menanggapinya dan atau gugur demi hukum.

Satu keluarga korban putra ibu kedua bocah kembar, Iwa Kartiwa menyampaikan, soal uang sebesar Rp 50 juta ia mengaku tidak menerima.

"Mereka (pengendara moge) yang memberi santunan segitu, saya gak minta karena enggak etis ini masalah nyawa, enggak mungkin saya meminta atau menjual (adik kembarnya yang meninggal tertabrak moge)," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di sekitar lokasi TKP, Minggu (13/3/2022) pagi

Ia tidak menuntut apapun. Namun, ia menyerahkan pada polisi untuk memproses pelaku.

"Mungkin ini sudah musibah, mereka juga termasuk musibah, Saya tidak menuntut karena sudah islah, tinggal ketentuan proses hukumnya seperti apa," ucap singkatnya.

HDCI Bandung Persilahkan Proses Hukum

Ketua HDCI Bandung, Glenarto membenarkan pelaku sudah memberi santunan pada korban. Secara kekeluargaan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak korban dan sudah saling berkenal dan saling memaafkan.

"Dan kemarin (12/3/2022), sudah memberikan santunan dan sekarang memberikan santunan, kemudian kita tindaklanjuti juga dengan kita tadi mengadakan ziarah ke makam korban," katanya di rumah duka, Minggu (13/3/2022).

Kemudian secara pribadi, pihaknya sudah mengadakan upaya - upaya mediasi dan alhamdulillah sudah terjadi upaya perdamaian.

"Dan mudah - mudahan, hal ini dapat menjadi momentum yang baik untuk semuanya," ucapnya.

Hanya saja, meski sudah memberikan santunan dan dalam perjanjian tertulis ingin lepas dari tuntutan hukum pidana dan perdata, ia menyerahkan proses hukum yang berlaku.

"Sekarang, secara hukum kita sebagai warga negara yang taat terhadap hukum, tentunya kita akan serahkan proses - prosesnya kepada pihak -pihak terkait," ujar Glenarto.

Ke depan, pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan HDCI Bandung dan bukan saja HDCI Bandung tapi bagi pengguna moge lainnya.

"Agar, kita lebih tertib lagi aturan, lebih tertib dalam beretika dalam menggunakan jalan. Sehingga, hal - hal yang terjadi seperti sekarang ini di kemudian hari bisa kita minimalkan dan tidak terjadi lagi," kata Ia.

Pasti Diproses Hukum

Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengatakan, setelah kejadian itu pengendara moge tersebut sudah melakukan musyawarah dan pendekatan terhadap keluarga korban, namun proses hukum harus tetap berlanjut.

"Proses hukum tetap kami laksanakan, sesuai dengan aturan yang ada karena itu, kan, menghilangkan nyawa seseorang, jadi proses hukum tetap berlanjut," ujarnya saat ditemui di Lembang, Senin (14/3/2022).

Terkait kelanjutan proses hukum bagi pengendara moge itu pihaknya sudah memerintahkan Kapolres Ciamis untuk memproses hukum terhadap pengendara motor tersebut.

"Nanti apa yang dilakukan oleh teman-teman pengguna motor itu hanya tindakan-tindakan saja dan itu akan menjadi pertimbangan dalam putusan hakim di pengadilan," kata Suntana.

Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Zanuar Cahyo Wibowo, memastikan proses hukum kasus ini akan terus berlanjut sekalipun kedua belah pihak telah islah dan sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan.

"Proses hukumnya tetap berlanjut sesuai prosedur. Kita proses semuanya, kita periksa semuanya. KIta proses secara prosedur," ujarnya kepada Tribun Jabar, Minggu (13/3/2022) siang.

Zanuar mengatakan para petugas masih melakukan pengecekan tempat kejadian perkara bocah kembar itu tertabrak moge.

"Setelah cek TKP, hasilnya nanti gelar perkara, dan nanti paling setelah penyelidikan kita naikkan ke penyidikan," ujarnya.

Hasan Firdaus (8) dan Husen Firdaus (8) meninggal dunia setelah tertabrak rombongan motor gede Harley Davidson, Sabtu (12/3) sekitar pukul 13.15.

Tragedi terjadi di Jalan Raya Kalipucang-Pangandaran tepatnya di Blok Kedungpalumpung, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, tak jauh dari rumah mereka.

Idin, warga setempat, mengatakan kejadian bermula saat rombongan Harley Davidson melaju dari arah Banjar menuju Pangandaran. Saat di lokasi kejadian, kedua korban hendak menyeberang jalan.

"Karena motor Harley itu melaju kencang, dua anak kembar yang mau nyebrang tertabrak," kata Idin, yang mengaku melihat langsung kejadian itu. Idin mengatakan, ada dua sepeda motor yang menabrak kedua korban.

"Anak terpental sampai selokan. Kedua korban masih kelas dua sekolah dasar," ujarnya.

S:Tribun Jabar


Nama

Article,48,Berita,6723,c,1,Contact,4,Insight,7,Internasional,50,Nasional,6691,News,1286,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Soal Duit Rp 50 Juta untuk Korb*n Moge, Keluarga: Pengendara Moge yang Beri Segitu, Kami Tidak Minta
Soal Duit Rp 50 Juta untuk Korb*n Moge, Keluarga: Pengendara Moge yang Beri Segitu, Kami Tidak Minta
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjiVzLOB3i4nhje6L16_HK71nq-npRk1z5O3wzdxVuf2GvxekwrKmNIMg_J0-OM2TmXo5geVZRhcOXt9wgET_isBJuSJAt8UI93480h2QlKUUoPDF1HtzGcz_L7iBk8GmeEXCGyOaOK5n89Ofu9WldawwWCWJ8mOIDQZmvkYMtb6lABSGI2E-mCww=w640-h352
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjiVzLOB3i4nhje6L16_HK71nq-npRk1z5O3wzdxVuf2GvxekwrKmNIMg_J0-OM2TmXo5geVZRhcOXt9wgET_isBJuSJAt8UI93480h2QlKUUoPDF1HtzGcz_L7iBk8GmeEXCGyOaOK5n89Ofu9WldawwWCWJ8mOIDQZmvkYMtb6lABSGI2E-mCww=s72-w640-c-h352
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/03/soal-duit-rp-50-juta-untuk-korbn-moge.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/03/soal-duit-rp-50-juta-untuk-korbn-moge.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy