$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Bukti IDI Terpapar Radikalisme dan Intolerans, dr Terawan Dipecat

PELITANEWS.CO - Koordinator Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara), Petrus Selestinus SH, menilai, mantan Menteri Kesehatan Indon...


PELITANEWS.CO
- Koordinator Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara), Petrus Selestinus SH, menilai, mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Prof Dr dr Terawan Agus Putranto dipecat dari dari keanggota didasarkan Musyawararah Nasional ke-XXXI Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Aceh, 22 – 25 Maret 2022, membuktikan lembaga ini sudah terpapar paham radikalisme dan intolerans.

Advokat Perekat Nusantaran sangat menyesalkan pemecatan oleh Majelis Kode Etik IDI terhadap dr. Terawan Agus Putranto dari keanggotaan.

Karena pemecatan itu tidak didasarkan pada alasan dan pertimbangan yang obyektif tetapi semata-mata didasarkan pada pertimbangan subyektif di luar alasan sebagaimana diatur dalam Kode Etik IDI.

Memang dalam Rekomendasi Muktamar IDI dikemukakan sejumlah alasan, akan tetapi jika dilihat dari rekam jejak dan prestasi dr. Terawan dan ketentuan Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia, maka dr. Terawan seharusnya diberikan penghargaan dalam forum Muktamar IDI di Aceh, bukan pemecatan.

Artinya alasan-alasan yang dijadikan landasan pemecatan terhadap keanggotaan dr. Terawan oleh Majelis Kode Etik IDI sangat tidak berdasar karenanya tidak kompatible dengan sejumlah prestasi cemerlang yang digapai dr. Terawan sebagai testimoni dan apresiasi publik sebagai ungkapan kepuasan terhadap pelayanan kesehatan oleh dr. Terawan selama ini.

Terawan bisa dirikan IDI Nusantara
Pemecatan dr. Terawan dari keanggotaan IDI yang diumumkan dalam sebuah forum Muktamar IDI di Aceh, diduga sudah didesain secara matang untuk aksi publisitas dan guna mendapatkan legitimasi.

Namun yang terjadi justru sebaliknya dr. Terawan malah mendapat dukungan publik yang semakin luas dan IDI diprotes banyak pihak karena pemecatan dr. Terawan.

IDI seakan-akan kehilangan akal sehat dan nalar bahkan emosional ketika mengeluarkan Rekomemdasi Pemecatan dr. Terawan dari keanggotaan IDI.

Padahal forum Muktamar IDI seharusnya berbicara tentang kemajuan kedokteran Indonesia pasca Corona Virus Disease-19 (Covid-19), bukan sebaliknya membunuh kreatifitas dan inovasi dr. Terawan dkk. dalam melahirkan metode penyembuhan pasien dengan sistim DSA hingga Vaksin Nusantara.

Sikap IDI jelas memperlihatkan ada anasir-anasir Intoleran dan Radikal dalam pemecatan atas diri dr. Terawan. Para Nitizen menduga jangan-jangan sebagian elit IDI sudah terpapar Radikalisme dan Intoleran sebagaimana IDI Jawa Tengah mencoba membalikan fakta tentang dr. Sunardi, terduga teroris yang ditembak Detasemen Khusus 88 Antiteror Polisi Republik Indonesia, sebagai dokter yang berjiwa sosial kemanusian dan bukan terduga teroris.

IDI harus dibersihkan dari radikalisme dan intolerans

Suara nitizen yang mendukung dr. Terawan dan memprotes pemecatan dr. Terawan dari keanggotaan IDI. Banyak pihak mengkonstatir bahwa sebagian elit IDI diduga sudah terpapar Radikalisme dan intoleransi, salah satu indikatornya adalah dr. Sunardi, Anggota IDI, Terduga Teroris yang ditembak mati beberapa waktu lalu dibela habis-habisan oleh IDI dan menyalahkan Detasemen Khussus 88 Antiteror Polisi Republik Indonesia.

Karena itu untuk memfilter dan menyelamatkan profesi dokter dari kemungkinan terpapar Radikalisme dan Intoleransi yang semakin luas, maka dr. Terawan sebaiknya difasilitasi untuk membentuk IDI baru yang berwawasan Nusantara.

Dimana hanya dokter-dokter yang berwawasan nusantara yang dapat menjadi Anggota IDI baru atau IDI Nusantara.

Pembentukan IDI baru, bukan tandingan melainkan sebagai upaya secara progresif membenahi kedokteran Indonesia dari praktek-praktek tidak terpuji yang selama ini disorot publik dan gagal dilakukan pembenahan oleh IDI sendiri.

Di samping itu IDI baru nanti sebagai wadah untuk melahirkan dokter-dokter Indonesia yang berwawasan Nusantara demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kemurnian serta kemuliaan profesi dokter sesuai dengan visi dan misi IDI yang akhir-akhir sering disalahgunakan oleh Elit IDI untuk tujuan lain di luar tujuan dan Sumpah Jabatan Dokter.

Konsil Kedokteran Indonesia

Salah satu dinilai pelanggaran dilakukan Terawan Agus Putranto, melakukan penelitian Vaksin Immunoteraphy Nusantara yang difasilitasi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, dimana diklaim tanpa persetujuan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM-RI).

Vaksin Immunoteraphy menjadi salah satu alternative dalam penyembuhan penderita Covid-19 di Indonesia, dan pasien sejumlah tokoh besar, para menteri dan masyarakat luas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta.

Kalaupun wacana pembentukan IDI Nusantara belum bisa diwujudkan, tapi bisa memanfaatkan lembaga Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang sudah diamanatkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004, tentang: Praktik Kedokteran.

Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) merupakan suatu badan otonom, mandiri, non struktural dan bersifat independen, yang bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia.

KKI didirikan pada tanggal 29 April 2005 di Jakarta yang anggotanya terdiri dari 17 (tujuh belas) orang, merupakan perwakilan dari: Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia : 2 (dua) orang, Kolegium Kedokteran Indonesia: 1 (satu) orang.

Kemudian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia: 2 (dua) orang, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Gigi Indonesia: 2 (dua) orang, Persatuan Dokter Gigi Indonesia: 2 (dua) orang, Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia: 1 (satu) orang, Tokoh Masyarakat: 3 (tiga) orang, Departemen Kesehatan: 2 (dua) orang, dan Departemen Pendidikan Nasional: 2 (dua) orang.

Fungsi Konsil Kedokteran Indonesia

KKI mempunyai fungsi, dan tugas yang diamanatkan dalam pasal 7 Undang-undang Praktik Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004 (UUPK) yaitu melakukan registrasi dokter dan dokter gigi, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi dan melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang dilaksanakan bersama lembaga terkait dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis.

Dalam menjalankan fungsi dan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 UUPK di atas, KKI mempunyai wewenang sesuai pasal 8 UUPK yaitu:

Pertama, menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi.

Kedua, menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi. Mengesahkan standar kompetensi.

Ketiga, melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi.

Keempat, mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi.

Kelima, melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan dokter gigi mengenai pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi.

Keenam, melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi oleh organisasi profesi atau perangkatnya karena melanggar ketentuan Etika Profesi.*

Jakarta, 28 Maret 2022.

Petrus Selestinus SH, Koordinator Pergerakan Advokat Nusantara atau Perekat Nusantara

S:Suarapemredkalbar.com


Nama

Article,48,Berita,5490,Contact,4,Insight,7,Internasional,14,Nasional,5491,News,1000,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Bukti IDI Terpapar Radikalisme dan Intolerans, dr Terawan Dipecat
Bukti IDI Terpapar Radikalisme dan Intolerans, dr Terawan Dipecat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkMmdF8OfBRMwoHsJNDV4TtbU-mW9m2covo62ElNcjBQX6q4-1hFPd46dU7TTJAnFUMKOup9kIELZt995FRTLRwk4je3kXVi7LCP40ZQdzCvmHRHyAzeOdDB_i5mSYFNNvvB_KBveG61EKTDUWi_xIYEqt7zxYHd8cOyz2Y0val81sfcSN9GnbwQ/w640-h459/Screenshot_2022-03-28-09-02-18-25.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkMmdF8OfBRMwoHsJNDV4TtbU-mW9m2covo62ElNcjBQX6q4-1hFPd46dU7TTJAnFUMKOup9kIELZt995FRTLRwk4je3kXVi7LCP40ZQdzCvmHRHyAzeOdDB_i5mSYFNNvvB_KBveG61EKTDUWi_xIYEqt7zxYHd8cOyz2Y0val81sfcSN9GnbwQ/s72-w640-c-h459/Screenshot_2022-03-28-09-02-18-25.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/03/bukti-idi-terpapar-radikalisme-dan.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/03/bukti-idi-terpapar-radikalisme-dan.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy