$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Presiden Jokowi dan Polri Ditantang Oleh Tersangka Pencab*lan Santriwati

PELITANEWS.CO - MSAT (40), anak Kiai pimpinan Pondok Pesantren Shiddiqiyah, Jombang, Jawa Timur menantang Polri dan Presiden Jokowi untuk m...


PELITANEWS.CO
- MSAT (40), anak Kiai pimpinan Pondok Pesantren Shiddiqiyah, Jombang, Jawa Timur menantang Polri dan Presiden Jokowi untuk menangkapnya.

MSAT adalah tersangka pencabulan terhadap santriwati. Ia dilaporkan oleh seorang santriwati berinisial NA pada 29 Oktober 2019.

Polisi pun mengalami kesulitan untuk memanggil MSAT.

Sudah dua surat pemanggilan dilayangkan, namun MSAT mangkir dari panggilan Polisi.

Terakhir ada pengerahan massa oleh pihak MSAT saat Polisi mengantarkan surat pemanggilan kedua pada Kamis (13/1/2022).

Seratusan massa yang mengadang beberapa kali melantunkan bacaan, "Ya Jabbar, Ya Qohar."

Selama kasus berjalan, MSAT sembunyi dan berlindung di pondok pesantren pimpinan ayahnya.

Baru-baru ini, MSAT menantang Presiden Jokowi dan Polri yang tak jua kunjung menangkapnya.

Tantangan itu ia lontarkan di nstagram miliknya dengan nama Andeweazallosplos.

"Lagi bertanding Badminton dengan Penguasa Jombang, tapi gak asyik tu Polres mosok (masa) keroyokan gitu...semua org (orang) bisa kalau maen2 (main main) fitnah keji dan keroyokan," unggahnya.

"Malu sama baju coklatmu hai Kapolres Jombang. Malu sama baju Bupatimu hai pemerintah Jombang. Isin2iii (malu maluin) keroyokan. Gua masih disini tempat ! Losplos city of angel. Gak kemana mana tuaan.. Tinggal ambil aja kan beres..itupun kalo (kalau) mampu (emotion melet) tak tunggu di losplos tuan penguasa jombang," tambahnya.

"Ta tagnya sekalian wak presiden jokowi @jokowi monggo wak presiden kalo (kalau) mau ikutan tanding badminton sama anak buah sampean polres dan pemkab Jombang bupati sa wakile," tantangnya.

Dalam unggahan tersebut tampak MSA menyebut polisi tak mampu menangkap dirinya, dikutip dari Surya.co.id.

Bahkan dalam unggahannya MSA turut serta menyematkan akun instagram Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip dari Kompas.com, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko membenarkan ada penyidik Polda Jatim yang mengantar surat panggilan untuk tersangka MSA.

"Video itu Kamis siang. Penyidik mengantar surat panggilan, tapi yang bersangkutan (MSA) tidak ada di tempat," kata Gatot saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Pemanggilan tersebut, kata Gatot, adalah panggilan yang kedua. Penyidik pun batal bertemu lantaran MSA tak ada di lokasi.

Pihaknya berharap tersangka MSA bersikap kooperatif dengan proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Berkas kasus pencabulan MSA diketahui sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sejak Selasa (4/1/2022).

Proses selanjutnya, Kejati Jawa Timur menunggu penyidik polisi menyerahkan berkas perkara sekaligus tersangka MSA kepada penyidik kejaksaan.

Lantas berikut fakta-fakta kasus tersebut, dihimpun Tribunnews dari berbagai sumber:

Sah jadi tersangka sejak 2021

Diketahui MSA dilaporkan ke polisi pada 29 Oktober 2019 oleh korban berinisial NA, salah seorang santri perempuan asal Jawa Tengah usai diduga melakukan pencabulan.

Pada Januari 2020, Polda Jatim mengambil alih kasus tersebut. Namun MSA beberapa kali mangkir saat dipanggil untuk diperiksa.

Polisi bahkan gagal menemui MSA saat akan diperiksa di lingkungan pesantren tempat tinggalnya.

MSA sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya dengan tergugat Kapolda Jawa Timur untuk meminta kepastian hukum atas status hukumnya yang sudah dua tahun tanpa kejelasan.

Namun permohonannya ditolak oleh majelis hakim.

Dikutip dari Surya.co.id, Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menolak guguatan anak kiai Jombang bernama Much Subchi Azal Tzani (MSAT, 39).

Dengan ditolaknya gugatan tersebut, hakim menyatakan status MSAT sebagai tersangka pencabulan santriwatinya sebagaimana ditetapkan oleh pihak kepolisian dinyatakan sah.

Hakim tunggal Martin Ginting yang mengadili gugatan praperadilan menolak gugatan MSAT kepada Kapolda Jatim.

Dalam putusan, Martin Ginting menyebut bahwa praperadilan yang diajukan MSAT terhadap penyidik Polda Jatim dan Jaksa Peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur tidak dapat diterima karena cacat formil.

Untuk itu, hakim Martin Ginting pun memutuskan bahwa permohonan praperadilan tersebut Niet Ontvankelijke Verklaard atau yang seringkali disebut sebagai putusan NO atau kurang pihak.

“Jadi yang menyidik awal perkara ini dan yang menetapkan Tersangka adalah penyidik Polres Jombang kemudian ditangani Polda Jatim"

"Tapi tanggungjawab tetap pada penyidik Polres Jombang, karena yang menetapkan tersangka adalah Polres Jombang, makanya harusnya ditarik sebagai pihak termohon,” ujar Martin Ginting dikonfirmasi usai sidang, Kamis (16/12/2021) malam.

Ginting menambahkan, dengan putusan NO ini maka pihak pemohon masih bisa mengajukan permohonan praperadilan lagi dengan menambahkan pihak termohon.

Pengakuan 5 Santriwati Diduga Korban Pencabulan

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta dikatakan sampai mendatangi pihak kepolisian unutk mempertanyakan soal proses hukum.

Dikutip dari Surya.co.id, Nico juga mengaku sangat terpukul melihat lima korban yang terus mempertanyakan kasus pelecehan yang dialaminya, karena mereka menganggap polisi kurang merespons dengan cepat hingga memakan waktu 2 tahun lebih.

"Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi korban yang mendatangi kepolisian mempertanyakan berkali-kali, Pak bagaimana pak kasus kami. Kami sudah dilecehkan sudah ada 5 korban, kok polisi gak maju-maju," bebernya

Atas pertanyaan perkembangan kasus pelecehan seksual itu, Kapolda Jatim mengajak semua elemen bekerja sama untuk mengumpulkan bukti-bukti agar terpenuhi dan mempercepat proses penyidikan sehingga dapat dilimpahkan ke kejaksaan.

"Nah hal ini yang kami komunikasikan terus, bukti kami lengkapi supaya apa yang dilaporkan terpenuhi alat buktinya. sehingga Insya Alloh dapat disidangkan dan pelaku dapat diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

S:Tribun Pekanbaru


Nama

Article,48,Berita,6084,Contact,4,Insight,7,Internasional,17,Nasional,6085,News,1155,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Presiden Jokowi dan Polri Ditantang Oleh Tersangka Pencab*lan Santriwati
Presiden Jokowi dan Polri Ditantang Oleh Tersangka Pencab*lan Santriwati
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgNYZx2DtYi5aBQVs9tx7eW2-Gv3TVYLljCeYPuyuq1vqKE4k6HtY32UfS6Fu9_MuEBhCu7QIt6EirlYP35SBigKxzW2EGmSeLHFcjObKAQENyfSrn_SYfCcldr0T9MQYV-tbVRplQbS-hqpb7oBnu9GeITJc_gV-z4MRMz9IF4r_SDttKAfTk0qw=w640-h354
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgNYZx2DtYi5aBQVs9tx7eW2-Gv3TVYLljCeYPuyuq1vqKE4k6HtY32UfS6Fu9_MuEBhCu7QIt6EirlYP35SBigKxzW2EGmSeLHFcjObKAQENyfSrn_SYfCcldr0T9MQYV-tbVRplQbS-hqpb7oBnu9GeITJc_gV-z4MRMz9IF4r_SDttKAfTk0qw=s72-w640-c-h354
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/01/presiden-jokowi-dan-polri-ditantang.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/01/presiden-jokowi-dan-polri-ditantang.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy