$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Pengakuan Algojo di Arab Saudi, Pengg*l Kepala hingga 10 Orang Setiap Hari: Ini Pekerjaan Tuhan

PELITANEWS.CO - Pengakuan algojo di Arab Saudi menyebut mampu memenggal kepala hingga 10 orang setiap hari. Algojo di Arab Saudi itu pun me...


PELITANEWS.CO
- Pengakuan algojo di Arab Saudi menyebut mampu memenggal kepala hingga 10 orang setiap hari.

Algojo di Arab Saudi itu pun mengaku bangga melakukannya selama bertahun-tahun, karena percaya itu adalah pekerjaan Tuhan.

Algojo memang sejak lama telah menjadi sebuah profesi di Arab Saudi, karena negara kerajaan itu masih menerapkan hukuman mati hingga kini.

Bahkan, seorang algojo di negeri Timur Tengah itu bisa mendapatkan gaji yang layak, beserta tunjangan dengan jam kerja yang fleksibel.

Seorang algojo di Arab Saudi bernama Muhammad Saad al-Beshi membagikan kisahnya, seperti dilaporkan The Guardian pada tahun 2003.

Al-Beshi sendiri bukanlah algojo sembarangan. Tak hanya satu dua orang yang kepalanya dipenggalnya dalam sehari, sejak tahun 1998 silam.

"Tak masalah bagi saya; dua, empat, atau 10 orang. Selama saya melakukan kehendak Tuhan, tak masalah berapa banyak orang yang saya eksekusi," katanya.

Menjadi algojo seperti di Arab Saudi sebenarnya tidak mudah. Al-Beshi mengakui ada banyak sisi buruk dari profesi itu.

Tapi, kini dia tak pernah takut lagi menjalankan tugasnya. Hanya satu kepercayaan yang diingatnya, bahwa itu adalah pekerjaan Tuhan.

"Saya sangat bangga melakukan pekerjaan Tuhan," ucap Al-Beshi dengan tegas, seperti dikutip ZONABANTEN.com dari The Guardian, Minggu 30 Januari 2022.

Karena itu pula, Al-Beshi tidak pernah mau mengungkap besar bayaran yang diterimanya setiap memenggal kepala orang.

Menurutnya, itu perjanjian rahasia dengan pemerintah. Selain itu, dia menegaskan bayaran itu tidak penting, karena melakukan pekerjaan mulia.

Al-Beshi memulai karier di sebuah penjara di Taif, salah satu kota di Makkah. Saat itu, tugasnya masih hanya memborgol dan menutup mata para tahanan sebelum dieksekusi.

Namun, seiring waktu, kariernya terus naik hingga dipercaya menjadi algojo. Ketika ada posisi kosong, Al-Beshi mengajukan lamaran dan berhasil diterima.

Pekerjaan pertamanya sebagai algojo terjadi pada tahun 1998 di Jeddah. Al-Beshi masih ingat bagaimana dia menjalankan tugas memenggal kepala orang untuk pertama kalinya.

"Penjahat itu diikat dan ditutup matanya. Dengan satu tebasan pedang, saya memenggal kepalanya. Kepalanya berguling beberapa meter," kenangnya.

Dia mengaku memang sempat gugup. Apalagi, ada banyak orang yang menonton. Tapi, kini demam panggung sepertinya itu hanyalah masa lalu baginya.

"Tapi ada banyak orang yang pingsan saat menyaksikan eksekusi. Saya tidak tahu mengapa mereka datang dan menonton jika mereka tidak tega. Saya? Saya tidur nyenyak," ujar Al-Beshi.

Sebab keyakinannya bahwa dia telah melakukan pekerjaan Tuhan, maka Al-Beshi bisa dengan tenang menjalankan tugasnya sebagai algojo.

Sebelum melakukan eksekusi, dia selalu mengunjungi keluarga orang yang akan menjalani hukuman mati. Dia ingin mendapatkan pengampunan bagi orang tersebut.

"Saya selalu memiliki harapan itu, sampai menit terakhir, dan saya berdoa kepada Tuhan untuk memberi penjahat kehidupan baru. Saya selalu menjaga harapan itu tetap hidup," katanya lagi bercerita.

Pada saat para korban mencapai alun-alun eksekusi, mereka sudah menyerahkan diri sampai mati, meski mungkin masih berharap untuk diampuni pada menit terakhir.

Satu-satunya percakapan yang terjadi adalah ketika Al-Beshi menyuruh tahanan untuk mengucapkan kalimat syahadat.

"Kemudian saya membaca perintah eksekusi, dan dengan sebuah tanda, saya memenggal kepala tahanan itu," ujarnya.

Al-Beshi juga menceritakan pengalamanya mengeksekusi sejumlah perempuan tanpa ragu-ragu.

"Terlepas dari kenyataan bahwa saya membenci kekerasan terhadap perempuan, jika menyangkut kehendak Tuhan, saya harus melakukannya," katanya.

Menurutnya, tak banyak perbedaan antara eksekusi laki-laki dan perempuan, kecuali perempuan memakai jilbab, dan tidak ada yang diperbolehkan di dekat mereka kecuali Al-Beshi ketika waktu eksekusi tiba.

Selain itu, saat melakukan eksekusi terhadap perempuan, Al-Beshi juga punya beberapa pilihan senjata.

"Tergantung apa yang mereka minta saya gunakan. Terkadang mereka meminta saya menggunakan pedang dan terkadang pistol. Tapi paling sering saya menggunakan pedang," ucapnya.

Ternyata juga tidak semua pekerjaan algojo untuk membunuh. Terkadang pula, rupanya hanya bertugas untuk memotong bagian tubuh tahanan.

"Saya menggunakan pisau tajam khusus, bukan pedang. Saat saya memotong tangan, saya memotongnya dari persendian," jelas Al-Beshi.

"Kalau kaki, pihak berwenang menentukan di mana harus dipotong, dan saya mengikutinya," ceritanya lagi.

Al-Beshi juga mengisahkan tentang sebilah pedang yang diterimanya dari Kerajaan Arab Saudi untuk menjalankan tugas sebagai algojo.

Pedang tersebut saat itu berharga sekitar 20.000 riyal Saudi atau 3.300 Poundsterling.

Jika dirupiahkan, kini mencapai Rp64 juta.

"Ini hadiah dari pemerintah. Saya merawatnya dan menajamkannya sesekali, dan saya pastikan untuk membersihkannya dari noda darah," ucap Al-Beshi.

"Ini sangat tajam. Orang-orang kagum betapa cepatnya bisa memisahkan kepala dari tubuh," katanya lagi menambahkan.

Kini, Al-Beshi yang sudah berusia 42 tahun saat menceritakan kisahnya sebagai algojo itu pada 2003 lalu, sudah menurunkan kariernya pada anaknya.

Sebagai algojo berpengalaman, dia juga mendapatkan kepercayaan untuk melatih kaum muda. Salah seorang putranya termasuk yang sempat dilatihnya.

"Saya berhasil melatih putra saya Musaed (saat itu berusia 22 tahun) sebagai algojo dan dia disetujui dan dipilih," katanya dengan bangga.

Berdasarkan penuturan Al-Beshi, pelatihannya berupa cara memegang pedang dan di mana harus memukul. Tapi, sebagian besar pelatihan adalah mengamati algojo di tempat eksekusi.

Lalu, bagaimana kehidupan sosialnya? Apakah orang-orang di sekitarnya menjadi takut padanya?

"Di negara ini kita punya masyarakat yang memahami hukum Tuhan. Tak ada yang takut pada saya," kata Al-Beshi.

"Saya punya banyak kerabat, dan banyak teman di masjid, dan saya menjalani kehidupan normal seperti orang lain. Tidak ada kekurangan untuk kehidupan sosial saya," ucapnya.

Al-Beshi sendiri menggambarkan dirinya sebagai pria yang sayang keluarga. Dia menikah saat masih menjadi algojo, dan istrinya tak keberatan dengan profesinya itu.

"Dia hanya meminta saya untuk berpikir hati-hati sebelum berkomitmen. Tapi saya rasa dia tidak takut pada saya," ceritanya lagi.

"Saya mengurus keluarga dengan kebaikan dan cinta. Mereka tidak takut ketika saya kembali dari eksekusi. Terkadang mereka membantu membersihkan pedang saya," katanya.

Sekarang, Al-Beshi yang merupakan ayah dari tujuh anak itu sudah menjadi seorang kakek.

"Putri saya memiliki seorang putra bernama Haza, dan dia adalah kebanggaan dan kegembiraan saya," ujar Al-Beshi menutup ceritanya.***

S:Zonabanten



Nama

Article,48,Berita,5490,Contact,4,Insight,7,Internasional,14,Nasional,5491,News,1000,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Pengakuan Algojo di Arab Saudi, Pengg*l Kepala hingga 10 Orang Setiap Hari: Ini Pekerjaan Tuhan
Pengakuan Algojo di Arab Saudi, Pengg*l Kepala hingga 10 Orang Setiap Hari: Ini Pekerjaan Tuhan
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh1Otmd65_zDS6f9uy5V5e2N0aYFBmQQrOW8spt6g6KhFq_WBFOpiBnYXq4_9Yx5vij0usx7ju9aThUYetaaBdz8sXMKEV5NPehbDqL1ISccUWLgUpITMKYM1UaSeUF9gmTw3JCxZWKHU5YzUF8stDCu_aVpE-RRqBVm6Wa0YOmiMkqOPGb9wVcPg=w640-h354
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEh1Otmd65_zDS6f9uy5V5e2N0aYFBmQQrOW8spt6g6KhFq_WBFOpiBnYXq4_9Yx5vij0usx7ju9aThUYetaaBdz8sXMKEV5NPehbDqL1ISccUWLgUpITMKYM1UaSeUF9gmTw3JCxZWKHU5YzUF8stDCu_aVpE-RRqBVm6Wa0YOmiMkqOPGb9wVcPg=s72-w640-c-h354
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2022/01/pengakuan-algojo-di-arab-saudi-penggal.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2022/01/pengakuan-algojo-di-arab-saudi-penggal.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy