$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Nasib Siswi SD Dicap Pelakor Seusai Dip*rkosa, Istri Pelaku Dendam dan Menyuruh Orang M*nyiksa Siswi

PELITANEWS.CO - Nasib tragis dialami HN (13), siswi SD Kota Malang diperkosa lalu dituduh pelakor dan disiksa oleh sejumlah orang. HN yang ...


PELITANEWS.CO
- Nasib tragis dialami HN (13), siswi SD Kota Malang diperkosa lalu dituduh pelakor dan disiksa oleh sejumlah orang.

HN yang merupakan siswi SD kelas 6, menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan hingga videonya viral di media sosial.

Terkait kasus siswi SD Kota Malang diperkosa dan disiksa ini pun sudah ditangani secara intensif oleh Polresta Malang Kota.

Hingga kini, tercatat sudah ada 10 pelaku dan sejumlah barang bukti yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Satreskrim Polresta Malang Kota masih melakukan penyelidikan secara intensif terhadap kasus ini.

Dalam penyelidikan itu, pihak kepolisian menemukan fakta baru yang cukup menarik.

Fakta itu pun dibeberkan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo.

"Jadi, motifnya yang kita dalami dari para terduga pelaku ini, karena adanya kekesalan karena melihat suaminya tidur dengan seorang perempuan (korban)."

"Dan dari sanalah, membuat kekesalan teman-teman istrinya. Sehingga, ini yang memicu kejadian terkait pengeroyokan tersebut," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (23/11/2021).

Usai para terduga pelaku diamankan dan dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa suami istri itu adalah pasangan nikah siri.

"Suami istri ini adalah pasangan nikah siri, belum secara resmi. Pernikahannya secara agama, bukan secara hukum Indonesia," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Tinton ini juga mengungkapkan, terduga pelaku dan korban saling mengenal. Namun, tidak terlalu akrab berteman.

Disinggung terkait cara perkenalan korban dengan terduga pelaku hingga korban ditemukan tidur bersama dengan terduga pelaku, pihaknya enggan membeberkan lebih detail.

"Karena ini perkara anak, psikologis korban belum begitu stabil."

"Dan kami berupaya mendapatkan keterangan dari korban, setelah ada pendampingan dari Trauma Healing Polresta Malang Kota dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Malang," terangnya.


Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengungkapkan, bahwa pihaknya menjaga betul psikologis korban dan terduga pelaku.

"Kita menjaga psikologis korban dan terduga pelaku, karena masih anak-anak. Kita jaga dan junjung kerahasiaan identitas korban, termasuk identitas dari terduga pelaku."

"Hal itu dilakukan, untuk menjaga kondisi psikis mereka. Dengan adanya video viral itu, jangan menghakimi para anak-anak ini berbuat salah, tetapi hukum yang akan menegak luruskan perkara ini," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video viral beredar luas di media sosial di Kota Malang.

Dalam video yang berdurasi dua menit 29 detik itu, terlihat seorang gadis remaja dipukuli oleh beberapa remaja perempuan.

Dari video yang diterima SURYAMALANG.COM pada Senin (22/11/2021), terlihat korban gadis remaja itu memakai seragam sekolah berwarna biru.

Dari video itu, terlihat korban dipukuli dan ditendang oleh beberapa gadis remaja. Selain itu, juga terlihat ada seorang pemuda dalam video tersebut.

Namun bukannya menolong korban, pemuda itu justru membantu para gadis remaja itu melakukan aksi penganiayaan kepada korban.

Diketahui, korban penganiayaan yang videonya viral di media sosial di Kota Malang, diduga sebelumnya juga telah mengalami pelecehan seksual.

Dari informasi yang didapat, korban masih duduk di kelas VI sebuah sekolah dasar swasta di Kota Malang.

Diketahui, korban sehari-harinya tinggal di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Assidiqi Asy Syuhada, Jalan Teluk Grajakan Gang XVII, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kejadian

Seorang pengacara dari LBH Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Malang Raya, Leo Angga Permana yang mendampingi korban, mengatakan, kejadian pemerkosaan dan penganiayaan itu terjadi pada Kamis (18/11/2021).

Semula, korban diajak jalan-jalan oleh Y yang menjadi pelaku pemerkosaan sekitar pukul 10.00 WIB.

Seusai diajak jalan-jalan, korban diperkosa oleh Y di rumahnya di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

"Anak ini diikat tangannya pakai selendang, mulutnya dibekap dan diancam pisau, dan disetubuhi," kata Leo melalui sambungan telepon, dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, Senin (22/11/2021).

Setelah aksi pemerkosaan, istri pelaku mengetahui keberadaan korban di rumahnya.

Korban lalu dijemput oleh seseorang dan dibawa ke lahan kosong di sekitar sebuah perumahan.

Di lokasi itu, korban dianiaya oleh delapan orang pelaku.

"Langsung setelah dicabuli, dia dibawa ke lokasi di sekitar perumahan Araya sana."

"Di tanah kosong dan dipukuli seperti video yang beredar itu," kata dia.

Diduga, pelaku penganiayaan itu adalah orang suruhan istri dari pelaku pemerkosaan.

"Dugaan kami tim kuasa hukum, kemungkinan besar ini adalah suruhan dari istri pelaku pemerkosaan," kata dia.

Pada Jumat (19/11/2021), korban didampingi penasihat hukumnya melapor ke Polresta Malang Kota.

"Laporannya pada tanggal 19, satu hari sejak kejadian," kata dia.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. "Masih didalami," ujar Budi.



10 Pelaku Sudah Diciduk

Seorang siswi SD di Kota Malang diduga diperkosa lalu disiksa oleh sejumlah remaja. Insiden penyiksaan ini direkam lantas viral di media sosial.

Ironisnya, korban yang masih berstatus anak di bawah umur, malah dituduh sebagai pelakor oleh istri seseorang yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Kini, Polresta Malang Kota melakukan penyelidikan secara intensif terhadap kasus siswi SD Kota Malang diperkosa tersebut.

Polresta Malang Kota telah mengamankan 10 orang terduga pelaku pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap korban.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota telah menangani dua perkara.

"Yang pertama, perkara dugaan pencabulan terhadap korban yang sama. Lalu yang kedua, pengeroyokan ataupun merampas kemerdekaan orang, yang diketahui videonya telah viral," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (23/11/2021).

Pria yang akrab disapa BuHer ini menjelaskan, kejadian itu berawal pada Kamis (18/11/2021) pagi. Korban dibawa oleh seseorang ke suatu tempat, dan dilakukan persetubuhan.

Setelah itu, istri pelaku mengetahui kejadian tersebut dan membawa beberapa temannya untuk melakukan interogasi dan melakukan tindakan kekerasan terhadap si korban.

"Kejadian tersebut dilaporkan satu hari setelahnya. Dan setelah menerima laporan polisi, kami melihat kondisi psikis korban sangat terpukul. Sehingga, kita mencoba mendalami dari alat-alat bukti lain,"

"Lalu, tim yang dipimpin Kasat Reskrim melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti. Sehingga, kemarin kita mengamankan lebih kurang 10 orang terduga pelaku yang melakukan tindakan kekerasan dan persetubuhan," bebernya.

Selain mengamankan 10 orang terduga pelaku, pihaknya juga telah mengamankan beberapa barang bukti.

"Yaitu, pakaian yang digunakan oleh para terduga pelaku sesuai dengan video yang viral. Termasuk, handphone (HP) korban yang dirampas dan dijual oleh terduga pelaku. Selain itu, kami juga mengamankan satu HP yang digunakan untuk merekam (aksi penganiayaan) tersebut," jelasnya.

Dirinya juga menerangkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada korban, sesuai dengan Pasal 184 KUHAP.

"Kami telah melakukan pemeriksaan sebagian kepada korban, dan kita juga telah mendapatkan hasil visumnya dari dua kejadian perkara ini," tambahnya.

Dalam kesempatan itu pula, BuHer juga membeberkan pasal ancaman pidana terhadap 10 orang terduga pelaku tersebut.

"Yang pertama, yaitu Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 170 ayat 2 KUHP, dan atau Pasal 33 ayat 2 KUHP."

"Sedangkan yang kedua, Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Untuk kekerasan anaknya, ancaman hukuman lima sampai sembilan tahun penjara. Sedangkan untuk persetubuhannya, ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun," ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihak penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota masih melakukan penyelidikan intensif terhadap 10 terduga pelaku.

"Kita akan lakukan gelar perkara untuk menetapkan peran masing-masing orang. Status mereka (para terduga pelaku) masih saksi. Tapi dalam pemeriksaan, mereka mengakui semua perbuatannya sesuai kriteria masing-masing dan berdasarkan video."

"Selain itu, nanti ada tahapan diversi yang dilakukan. Itu seperti mereka (terduga pelaku dan korban) bermediasi. Apabila tidak terpenuhi, silahkan perkara tetap akan dilanjutkan," tandasnya.

S:Surya Malang



Nama

Article,48,Berita,3816,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,3817,News,555,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Nasib Siswi SD Dicap Pelakor Seusai Dip*rkosa, Istri Pelaku Dendam dan Menyuruh Orang M*nyiksa Siswi
Nasib Siswi SD Dicap Pelakor Seusai Dip*rkosa, Istri Pelaku Dendam dan Menyuruh Orang M*nyiksa Siswi
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhDmE7DmnXzUld1lF8x-0AQGlmaEzDLwr3U0ZN_72BNYvFfrAz9BRklsBqykMYHjVnKwzoAnO6plzS9V0xHDLcgd3y84sF8qXk_cjgLAaZhetlM5tC-OjjDmnhD96V-FIs18kkFZbR9c-agKiM9BN7nvVok1nxaldR5qOIxiDaq-6SZhBQ8JpMmjQ=w640-h354
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhDmE7DmnXzUld1lF8x-0AQGlmaEzDLwr3U0ZN_72BNYvFfrAz9BRklsBqykMYHjVnKwzoAnO6plzS9V0xHDLcgd3y84sF8qXk_cjgLAaZhetlM5tC-OjjDmnhD96V-FIs18kkFZbR9c-agKiM9BN7nvVok1nxaldR5qOIxiDaq-6SZhBQ8JpMmjQ=s72-w640-c-h354
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/11/nasib-siswi-sd-dicap-pelakor-seusai.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/11/nasib-siswi-sd-dicap-pelakor-seusai.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy