$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Pasca Dipecat dari KPK, Keluarga Irwansyah Siregar Minta Polisi Lanjutkan Kasus Penyiksaan yang Dilakukan Novel Baswedan

PELITANEWS.CO - Pasca Novel Baswedan resmi di berhentikan dari KPK Keluarga Irwansyah Siregar bernama lukman siregar , meminta aparat peneg...


PELITANEWS.CO
- Pasca Novel Baswedan resmi di berhentikan dari KPK Keluarga Irwansyah Siregar bernama lukman siregar , meminta aparat penegak hukum agar kembali melanjutkan proses kasus Novel Baswedan yang melakukan penyiksaan dan pembunuhan di Bengkulu pada tahun 2004 yang silam.

Menurut Lukman jika kasus terhadap Novel di hentikan begitu saja, berarti ada lex spesialis terhadap seseorang.

“Dalam Undang undang semua sama dimata huku, jadi gak boleh dong ada lex spesialis terhadap Novel Baswedan.” Ucapnya.

Kasus itu Lanjut Lukman, Pada Oktober 2012 lalu, sejumlah polisi dari Polda Bengkulu dibantu sejumlah perwira Polda Metro Jaya mendatangi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, untuk menangkap Novel Baswedan.

Saat itu Novel Baswedan diduga melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan atau seseorang pejabat yang dalam suatu perkara pidana menggunakan sarana paksaan, baik untuk memeras pengakuan maupun untuk mendapat keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 422 KUHP jo Pasal 52 KUHP yang terjadi di Pantai Panjang Ujung Kota Bengkulu tanggal 18 Februari 2004 atas nama pelapor Yogi Hariyanto.


Novel Baswedan saat telah ditetapkan sebagai tersangka, Namun anehnya saat itu penetapan tersangka Novel Baswedan ini tak lama setelah KPK menetapkan mantan dirlantas Inspektur Jenderal (Pol) Djoko Susilo sebagai tersangka.

Pasalnya, Peristiwa ini semakin menimbulkan ketegangan Polri dan KPK, bahkan beredar isu Pihak KPK mengancam akan menangkap Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas putra Presiden SBY yang kala itu masih menjabat sebagai presiden RI, terkait beberapa kasus Korupsi di Demokrat yang sering menyebut nama Sekjen Partai Demorat Ibas.

Akhirnya ketegangan tersebut berujung setelah Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden kala itu turun tangan.

Dalam salah satu pidatonya, SBY menyatakan bahwa penetapan Novel sebagai tersangka tidak tepat dalam hal waktu dan cara.

Akhirnya ancaman tersebut membuat SBY mengambil keputusan dan menggunakan kekuasaannya sebagai Presiden meminta agar kasus tersebut di hentikan.

Akan tetapi, pada 1 Juni 2015, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri pimpinan AKBP Agus Prasetyono tetap tidak bisa menghentikan kasus tersebut dan melakukan Penggerebekan kediaman Novel di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Polisi akhirnya menangkap dan membawanya ke Mabes Polri atas tuduhan pembunuhan pencuri sarang burung walet, kasus yang menjeratnya 2012 silam.

Namun kembali lagi muncul desakan dari para pegiat antikorupsi yang menuduh penangkapan Novel merupakan kriminalisasi atau paling tidak ditangkap atas kasus yang dicari-cari.

Mereka para pegiat anti korupsi itu malah menyeret nyeret kasus penetapan tersangka KPK terhadap para petinggi Polri, dan penggiat korupsi ini menuduh polisi kembali menyasar Novel Baswedan karena KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka perkara dugaan korupsi.

Padahal saat itu Kekuatan Novel Baswedan Cs menunjukkan kepada Negara bahwa mereka lebih hebat dari Presiden Jokowi dengan mengancam Jokowi untuk tidak melantik beberapa nama yang akan di lantik jadi menteri, karena saat itu KPK mengatakan sejumlah nama nama yang rencana akan di jadikan Menteri itu akan di tetapkan tersangka, akan tetapi hingga saat ini tidak kunjung di tetapkan tersangka, selain itu Novel Cs juga melawan Dirpenyidik KPK yang baru yang berujung akhirnya Brigjen Aris Budiman kembali terbuang dari KPK.

“Bayangin betapa dahsyatnya tekanan kekuasaaan Novel CS di KPK saat itu ” ujar Lukman.

Lagi lagi – lanjut Lukman, Sama seperti kasus ini, para tertuduh pelaku pencuri sarang burung walet mendapatkan perlakuan kejam dan tidak manusiawi saat Novel menginterogasi mereka, sekaligus salah tangkap pelaku ketika itu.

Korban Novel Baswedan itu antara lain Irwansyah Siregar, Doni, Rusliansyah, Yulian Yohanes alias Aan (almarhum), dan korban salah tangkap Deddy Nuryadi.

Saat itu menurut pengakuan Salah satu Korban kekerasan Novel Baswedan, Dedi yang tak mengenal para pelaku langsung digelandang dan mendapatkan siksaan.

Siksaan yang diterima berupa pukulan, disetrum dibagian kemaluan, hingga ditembak dikaki, Pelaku pencurian sarang burung walet dan satu orang korban salah tangkap mendapatkan siksaan yang sama.

“Mereka disiksa sekian jam lalu kami dibawa ke Pantai Panjang. Sebelum itu, kemaluan mereka disetrum, padahal mereka tidak melakukan pemerkosaan tapi hanya mencuri, Setelah disetrum, mereka dibawa ke pantai dan ditembak, Kalau saudara tahu, beliau (Novel Baswedan) itu biadab, lebih-lebih dari kekejaman di Film G30 S PKI” ujar Lukman menuturkan Ucapan Irwansyah Siregar.

Bahkan Lanjut Lukman, salah satu tersangka bernama Rusliansyah, mengaku kepalanya ditodong dengan pistol lantaran ia disangka sebagian otak pencurian.

“Nah begitu kejam perlakukan tersebut, kenapa dengan Novel Baswedan dengan begitu hebat Dapat lex spesialis hingga bebas saat ini. Apakah mentang mentang dia Penyidik KPK sehingga mempergunakan Lembaga KPK untuk Ancam pejabat jika dia di sentuh Hukum,” Ucap Lukman.

Menurut Lukman Kejaksaan Negeri Bengkulu telah melimpahkan berkas perkara penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri setempat pada 29 Januari 2020 yang lalu.

Pelimpahan berkas disertai pelimpahan barang bukti, yakni tiga senjata api, proyektil, dan kelengkapan surat penggunaan senjata api oleh Polres Bengkulu.

Pengadilan telah mengagendakan persidangan Novel Baswedan pada 16 Februarinya.

Namun, Kejaksaan Negeri Bengkulu menarik kembali berkas tersebut dengan alasan penyempurnaan. Presiden Joko Widodo meminta Jaksa Agung agar segera menyelesaikan kasus Novel. Opsi yang muncul, kasus Novel akan diselesaikan melalui diponering atau penerbitan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP).

“Untuk itu dengan dinonaktipkannya Novel Baswedan diharapkan Kasus ini kembali di lanjutkan,” Harapnya.(Din)

S:Realitarakyat


Nama

Article,48,Berita,3494,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,3495,News,448,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Pasca Dipecat dari KPK, Keluarga Irwansyah Siregar Minta Polisi Lanjutkan Kasus Penyiksaan yang Dilakukan Novel Baswedan
Pasca Dipecat dari KPK, Keluarga Irwansyah Siregar Minta Polisi Lanjutkan Kasus Penyiksaan yang Dilakukan Novel Baswedan
https://1.bp.blogspot.com/-yUO-IDedoxQ/YVgLk6XGfOI/AAAAAAAAEuo/uLndxE5TDrcdfba214YojLnueBL7dtonACLcBGAsYHQ/w640-h418/Screenshot_2021-10-02-14-33-43-30.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-yUO-IDedoxQ/YVgLk6XGfOI/AAAAAAAAEuo/uLndxE5TDrcdfba214YojLnueBL7dtonACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h418/Screenshot_2021-10-02-14-33-43-30.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/10/pasca-dipecat-dari-kpk-keluarga.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/10/pasca-dipecat-dari-kpk-keluarga.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy