$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Penggali Kubur Tak Mau Makamkan Jenazah Non Muslim Terpapar Covid, Sebelum Keluarga Bayar 4 Juta

PELITANEWS.CO - Redi cs, penggali kubur khusus jenazah yang terpaapr covid-19 mencari cuan haram dari prosesi pemakaman. Para penggali kubu...


PELITANEWS.CO
- Redi cs, penggali kubur khusus jenazah yang terpaapr covid-19 mencari cuan haram dari prosesi pemakaman.

Para penggali kubur ini melakukan pungutan liar kepada keluarga jenazah.

Bila jenazahnya mau dikuburkan, maka keluarganya harus bayar 4 juta terlebih dahulu. Meski tak sanggup membayar 4 juta, redi cs siap bernego.

Kasus pungutan liar terjadi di pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Bandung, Jawa Barat.

Salah satu warga Kota Bandung, YT (47) menceritakan, Ayahnya meninggal dunia pada 6 Juli 2021. Sang Ayah meninggal akibat Covid-19.

Kemudian, pada hari yang sama, sekitar pukul 23.00 WIB, jenazah Ayahnya dimakamkan di makam khusus Covid-19 di TPU Cikadut.

Namun, sebelum jenazah dimakamkan, YT terkejut karena pihak keluarga diminta uang sebesar Rp 4 juta untuk biaya pemakaman.

Uang sebanyak itu diminta oleh salah satu orang bernama Redi yang mengaku sebagai koordinator pemakaman Covid-19 di UPT TPU Cikadut.

"Dia bilang pemakaman Covid-19 untuk non-muslim tidak dibayar pemerintah, hanya yang muslim saja yang ditanggung pemerintah. Dia minta Rp 4 juta supaya Ayah saya bisa dimakamkan," kata YT saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (10/7/2021).

Keluarga YT terkejut dengan nominal uang yang diminta.

Adu argumen dan tawar-menawar pun terjadi. Angka Rp 2,8 juta akhirnya disetujui oleh kedua belah pihak, dengan harapan keluarga agar jenazah bisa segera dimakamkan.

"Sebelumnya saya minta turun lagi Rp 2 juta, tapi temannya (Redi) nyeletuk, dia bilang sudah untung dikasih segitu. Kemarin yang non-muslim ada yang sampai Rp 3,5 juta. Akhirnya kita setuju di angka Rp 2,8 juta," tutur YT.

Namun, sebelum membayar, YT meminta kepada pihak TPU Cikadut untuk membuat tanda terima dan rincian biaya.

"Dia (Redi) bilang, kalau pemakaman malam memang lebih mahal," ujar YT.

Meski telah ikhlas mengeluarkan uang tersebut, YT masih merasa heran dengan pernyataan petugas pemakaman Covid-19 yang menyatakan bahwa biaya untuk jenazah non-muslim tidak ditanggung pemerintah.

Sekretaris Daerah Kota Bandung sekaligus Ketua Harian Satgasus Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, permintaan uang itu adalah pungutan liar.

Menurut Ema, permintaan uang yang dilakukan petugas TPU Cikadut untuk jenazah Covid-19 tidak dibenarkan.

Sebab, Pemerintah Kota Bandung telah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada pungutan biaya apapun untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Menurut Ema, penggali liang lahad dan pemikul peti jenazah khusus Covid-19 di TPU Cikadut telah mendapatkan upah harian dari Pemkot Bandung.

"Sangat disayangkan, mereka sudah diupah bulanan, tapi bekerja tidak jujur dan memanfaatkan untuk pribadi, kelompok, tapi merugikan masyarakat," kata Ema saat dihubungi, Sabtu.

Ema mengatakan, pihaknya telah melaporkan aksi pungutan liar itu kepada pihak kepolisian untuk segera diproses hukum.

"Sudah diproses. Polsek setempat sudah melakukan pemanggilan. Sudah menugaskan Kepala Dinas Tata Ruang untuk secepatnya menyelesaikan sesuai aturan. Kalau oknum ini benar terbukti seperti pemberitaan ini, harus diberhentikan, karena bekerja di luar aturan dan merugikan masyarakat," ucap Ema.

Tanda terima pungli kepada keluarga jenazah, menurut Ema, akan menjadi barang bukti yang kuat untuk menjerat oknum pelaku pungli di TPU Cikadut.

"Ya, ini memudahkan aparat untuk memproses, ada fakta, buktinya," kata Ema.

S:Tribun Sumsel


Nama

Article,48,Berita,3859,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,3860,News,567,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Penggali Kubur Tak Mau Makamkan Jenazah Non Muslim Terpapar Covid, Sebelum Keluarga Bayar 4 Juta
Penggali Kubur Tak Mau Makamkan Jenazah Non Muslim Terpapar Covid, Sebelum Keluarga Bayar 4 Juta
https://1.bp.blogspot.com/-xdSnRF-HDLo/YOrcAO1RdRI/AAAAAAAACbc/NAr_SUapL5QeeZzQvTqk_9dANwbpFKj7wCLcBGAsYHQ/w640-h360/Screenshot_2021-07-11-18-53-48-16.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xdSnRF-HDLo/YOrcAO1RdRI/AAAAAAAACbc/NAr_SUapL5QeeZzQvTqk_9dANwbpFKj7wCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/Screenshot_2021-07-11-18-53-48-16.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/07/penggali-kubur-tak-mau-makamkan-jenazah.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/07/penggali-kubur-tak-mau-makamkan-jenazah.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy