$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kecewa dengan KPK, JKW Rancang Sistem Tak Bisa Korupsi, DS: Jadi mengerti saya, Keren juga caranya. Ah, Pak De

PELITANEWS.CO - Denny Siregar menyampaikan pernyataan mengejutkan. Ia menyebut Presiden Jokowi sangat kecewa dengan KPK karena korupsi tak ...


PELITANEWS.CO
- Denny Siregar menyampaikan pernyataan mengejutkan. Ia menyebut Presiden Jokowi sangat kecewa dengan KPK karena korupsi tak jua bisa dihentikan.

Menurut Denny, Jokowi pernah berharap KPK membuat sistem pencegahan yang tidak memungkinkan bisa korupsi namun tidak dijalankan KPK.

“KPK ke depan, diharapkan bisa membangun sistem pencegahan korupsi. Sehingga orang mau korup gak bisa, karena sistem menghalangi mereka. Bukan cuman ditangkapin doang. Yang ditangkap 1 orang, yang masih bisa korup 1000 orang, sama aja boong,” kata Denny Siregar, Jumat malam (4/6/2021).

“Jadi mengerti saya. Keren juga caranya. Ah, pakde. Pantas engkau jadi Presiden dua periode. Caramu aduhai sekali. Semua bidak ditaruh ditempatnya, dan pada saat yang tepat, SKAK MAT ! Selesai semua..,” imbuhnya.

“Itulah gunanya Firli Bahuri. Dia jadi buldozer terdepan untuk membersihkan KPK yang sudah terlalu lama kotor selama ini. Membersihkan tikus harus dengan tangan besi. Hanya polisi yang bisa melawan mantan polisi..,” tegas Denny.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar

KENAPA KPK HARUS DIBERSIHKAN?

"Pak Jokowi kecewa sekali dengan KPK.."

Begitu seorang teman cerita di warung kopi siang tadi. Saya sendiri lagi penasaran dengan langkah-langkah yang dianggap melemahkan KPK. Dan berita ini terus digoreng oleh mereka yang tidak puas ada pembenahan di dalam KPK..

"Kenapa ?" Tanya saya.

Dia cerita. "Anggaran KPK itu besar sekali. Sekitar 1 triliun rupiah setiap tahun. Tetapi tidak membuat korupsi berhenti. Yang ditangkap cuman teri, tapi sinetronnya berseri-seri. Ada yang salah dengan KPK selama ini..

KPK itu singkatannya Komisi Pemberantasan Korupsi. Yang dimaksud "pemberantasan" itu ada dua, yaitu pencegahan dan penangkapan. Tapi yang selama ini dilakukan hanya penangkapan saja. Kenapa ? Karena penangkapan itu seksi, diliput berita dan dijadikan panggung oleh orang2 KPK yang sedang cari nama.

Ada juga yang cari makan disana atas nama penangkapan. Mereka memeras orang dan perusahaan yang terduga korupsi. Baru terduga saja, belum terbukti, tapi udah keluar duit miliaran rupiah. Siapa yang gak takut ma KPK ? Mereka dulu dianggap malaikat. Siapapun yang dituding KPK, otomatis orang itu jadi tersangka.."

Ah, baru dapat saya jawabannya. Dulu saya bertanya, kenapa pak Agus Rahardjo yang tidak punya background hukum sama sekali malah bisa jadi Ketua KPK?

Agus Rahardjo adalah pendiri Lembaga Kebijakan dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau disingkat LKPP.

Dia berhasil mereformasi pelayanan publik dgn sistem e-catalogue. Sistem yang dibangun Agus Rahardjo ini dapat pujian dari Ahok, waktu masih jadi Gubernur DKI.

Dengan sistem itu, tidak ada lagi pembelian barang di pemerintahan yang bersifat individu. Semua by sistem sehingga gampang dikontrol dan meminimalisasi korupsi pengadaan barang dan jasa.

Jadi itu maksudnya pak Jokowi menunjuk Agus Rahardjo jadi ketua KPK. Supaya mereformasi sistem KPK seperti yang dilakukannya di pemerintahan. Jokowi ingin KPK fokus pada "pencegahan" korupsi, bukan hanya penangkapan.

Tapi, ya itu, orang2 lama di KPK gak mau kehilangan zona nyaman mereka. Mereka tetap sibuk menangkap teri, karena ada pendapatan disana. Kalau ada sistem, kan gak bisa "cari makan lagi". Orang2 itu ada di Wadah Pegawai KPK. Siapapun ketua KPK, harus tunduk pada serikat pekerja disana. Karyawan yang atur bossnya. Ngeri, kan ?

Itulah kenapa ada revisi UU KPK. Itulah kenapa ada TWK. Supaya bisa memberantas korupsi, internal KPK harus bersih dulu dari pelaku koruptor. Gimana bisa korupsi diberantas, kalo penegak hukumnya korupsi. Sudah terlalu lama KPK dijadikan sarang pemerasan, sarang politik, sarang ideologi dsbnya.

Itulah gunanya Firli Bahuri. Dia jadi buldozer terdepan untuk membersihkan KPK yang sudah terlalu lama kotor selama ini. Membersihkan tikus harus dengan tangan besi. Hanya polisi yang bisa melawan mantan polisi..

KPK ke depan, diharapkan bisa membangun sistem pencegahan korupsi. Sehingga orang mau korup gak bisa, karena sistem menghalangi mereka. Bukan cuman ditangkapin doang. Yang ditangkap 1 orang, yang masih bisa korup 1000 orang, sama aja boong.

Jadi mengerti saya. Keren juga caranya. Ah, pakde. Pantas engkau jadi Presiden dua periode. Caramu aduhai sekali. Semua bidak ditaruh ditempatnya, dan pada saat yang tepat, SKAK MAT ! Selesai semua..

Itulah yang dia sebut ingin memperkuat KPK. KPK bukan diperlemah, justru hendak dikembalikan ke jalur yang sebenarnya..

Jadi pengen angkat secangkir kopi.. seruputtt

Denny Siregar

Jokowi Dianggap Memperlemah KPK

Di sisi lain, ada juga pandangan justru Jokowi malah memperlemah KPK. Salah satunya adalah Politikus Partai Demokrat Benny K. Harman.

Dinukil CNN Indonesia, Ia mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo terkait eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku lembaga penegak hukum. Menurutnya, KPK mati kutu di masa pemerintahan Jokowi.

Mulanya, Benny berpikir Jokowi akan menjadi presiden yang melindungi dan memperkuat KPK. Namun, prediksinya keliru dan dia mengakui itu usai 51 pegawai KPK bakal diberhentikan karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan (KPK).

"Semula saya pikir Presiden Jokowi benar2 akan melindungi dan memperkuat KPK. Apalagi dgn diangkatnya Prof Mahfud MD jadi Menkopolhukam di periode kedua Presiden Jokowi. Ternyata perkiraan saya meleset. Di tangan mereka berdua KPK mati kutu," cuit Benny sebagaimana dikutip Kamis (27/5).

Polemik pemberhentian pegawai KPK bermula dari tes wawasan kebangsaan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Diketahui, buntut dari revisi UU KPK, para pegawai termasuk penyidik harus menjadi ASN.

S:Netralnews


Nama

Article,48,Berita,3273,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,3274,News,351,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Kecewa dengan KPK, JKW Rancang Sistem Tak Bisa Korupsi, DS: Jadi mengerti saya, Keren juga caranya. Ah, Pak De
Kecewa dengan KPK, JKW Rancang Sistem Tak Bisa Korupsi, DS: Jadi mengerti saya, Keren juga caranya. Ah, Pak De
https://1.bp.blogspot.com/-dvxfBRC0g60/YLrzAuoNePI/AAAAAAAAA8M/yRcdQy7YOT8ZOFHF53X4vGmdpiXYC8aYACLcBGAsYHQ/w640-h354/Screenshot_2021-06-05-10-43-14-96.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-dvxfBRC0g60/YLrzAuoNePI/AAAAAAAAA8M/yRcdQy7YOT8ZOFHF53X4vGmdpiXYC8aYACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h354/Screenshot_2021-06-05-10-43-14-96.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/06/kecewa-dengan-kpk-jkw-rancang-sistem.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/06/kecewa-dengan-kpk-jkw-rancang-sistem.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy