$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Ninoy K Karundeng : Usut Kaitan Hidayat N Wahid dan Anies dengan Teroris Qatar Yusuf Al-Qaradawi

PELITANEWS.CO - Pegiat media sosial dan pengamat politik, Ninoy K Karundeng, menngingatkan Polisi Republik Indonesia (Polri), melakukan pen...


PELITANEWS.CO
- Pegiat media sosial dan pengamat politik, Ninoy K Karundeng, menngingatkan Polisi Republik Indonesia (Polri), melakukan pengawasan dan mewaspadai oknum politisi dan elit masyarakat yang masih mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI).

Polri diminta melakukan penelusuran dan pengusutan menyeruh indikasi kaitan Hidayat Nur Wahid dan Anies Baswedan dengan teroris dari Qatar, bernama Yusuf Al-Qaradawi.

“Apabila sudah ada bukti keterkaitan, harus ditempuh tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ninoy K Karundeng, Jumat pagi, 30 April 2021.

Penangawasan karena mereka selalu menyerang Pemerintah pasca Mohammad Rizieq Shihab (MRS) menyerahkan diri di Jakarta pada Sabtu dinihari, 13 Desember 2020 dan Munarman ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banteng, pukul 15.00 WIB, 27 April 2021.

HTI dibubarkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017, dan seluruh aktifitas FPI dalam bentuk apapun dilarang melalui surat keputusan bersama enam kementerian/lembaga tinggi negara terkait, Rabu, 30 Desember 2020, karena terbukti ingin mengubah ideologi negara dengan paham khilafah.

Publik masih ingat. Ketika 6 teroris FPI tewas ditembak aparat keamanan di kilometer 50 Tol Jakarta – Cikampek, Jakarta, Senin dinihari, 7 Desember 2020.Karawang, Munarman memutarbalikkan fakta. Munarman membuat framing menyalahkan petugas, menggiring opini menyesatkan.

Menurut Ninoy K Karundeng, publik terpengaruh manuver narasi kelompok teroris FPI Munarman. Aneka framing memojokkan Polri terus dilakukan. Tentu disambut oleh para pendukung teroris. Level paling atas pendukung terorisme adalah Din Syamsuddin, Hidayat Nur Wahid, Amien Rais, hingga kelompok Kesatuan Aksi Menyalamatkan Indonesia (Kami).

Din Syamsudin, mantan Ketua Umum Muhammadyah. Hidayat Nur Wahid, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), 2004 – 2009. Amies Rais yang sudah dipecat dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ketua MPR-RI, 1999 – 2004.

Amien Rais pernah ber-nazar pulang jalan kaki dari Jakarta ke Yogyakarta, apabila Joko Widodo, Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, terpilih menjadi Presiden Indonesia dalam Pemilihan Umum tahun 2014. Nazar Amien Rais, sampai sekarang tidak pernah ditepati.

Din Syamsudin, seperti dicantumkan di Majalah Arab Almashhad-Alyemeni tahun 2014, masuk dalam daftar nomor 101 terkait dengan organisasi teroris The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Selain Din Syamsudin, ada nama lain dari Indonesia, yaitu Nahdi Saleh Zaki (pengkhotbah), Brigadir Kesabaran (Ketua Dewan Ulama Indonesia), Shahura Mohammed (pengkhotbah), Mohammed Zaitun (Presiden Persatuan Masyarakat Islam) dan Salim Sagaf Jaffery yang kemudian diidentifikasi sebagai Salim Jufri Assegaf.

Almashhad-Alyemeni, merilis, Arab Saudi 'menyumbang' terbanyak dari 119 nama personil teroris itu yakni dengan 28 orang, disusul Iraq 12 orang, sebagaimana dikutip kembali jpnn.com, Rabu, 3 Desember 2014.

Hidayat Nur Wahid dan Anies Baswedan, Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (2017 – 2022), foto bersama dengan pentolan The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dari jaringan Ikhwanul Muslimin, Yusuf Al-Qaradawi di Doha, Qatar, Minggu, 15 Februari 2009.

Padahal, lewat pernyataan bersama, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir, Jumat, 9 Juni 20117, menetapkan Yusuf al-Qaradawi, ulama tersohor asal Mesir sudah lama menetap di Ibu Kota Doha, Qatar, sebagai pendukung teroris.

Nama Yusuf Al-Qaradawi dimasukkan dalam daftar 69 individu dinilai sebagai pendana teroris dan didukung oleh Qatar. Dalam daftar orang-orang terlarang itu juga terdapat nama pangeran dari Qatar, Abdullah bin Khalid ats-Tsani.

Yusuf Al-Qaradawi adalah Ketua Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional. Yusuf Al-Qaradawi amat tersohor melalui program Syariah dan Kehidupan disiarkan stasiun televisi Al-Jazeera, diperkirakan memiliki 60 juta penonton di seluruh dunia. Yusuf Al-Qaradawi telah menulis lebih dari 120 buku, termasuk Islam: the Future of Civilization.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir juga memasukkkan 12 lembaga sebagai penyokong teroris, termasuk Qatar Charity, Sheikh Eid al-Thani Charity Foundation (Eid Charity), dan Sheikh Thani Bin Abdullah Foundation for Humanitarian Services.

Langkah dari keempat negara Arab Saudi merupakan kelanjutan dari meletupnya konflik diplomatik dengan Qatar. Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, dan Yaman Senin, 5 Juni 2017, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab mungil itu menyokong terorisme, karena tetap membiarkan Yusuf Al-Qaradawi berkeliaran di Doha.

Hidayat Nur Wahid, pada 2013 mengatakan bahwa PKS menolak Pancasila dijadikan sebagai asas tunggal untuk organisasi kemasyarakatan. PKS selalu bersuara miring ketika Presiden Joko Widodo, menertibkan HTI dan FPI.

“Secara sistematis mereka melakukan gerakan perlawanan framing terhadap aparat keamanan. Tujuannya: mendelegitimasi aparat Polri, membenci negara. Di balik itu, para teroris memiliki agenda gerakan terorisme dan intoleransi untuk mendirikan negara Khilafah. Para pendukung terorisme akan diam ketika teroris menyerang,” kata Ninoy K Karundeng.

Peristiwa pemboman di Bursa Efek Jakarta (Senin, 14 September 2000), Makassar (Minggu, 28 Maret 2021), Bom Pasar Sarinah di Jakarta Pusat (Kamis, 14 Januari 2016), Bom Bali (Sabtu, 12 Oktober 2002), Bom Surabaya (13 – 14 Mei 2018), tidak pernah mereka kecam.

“Malahan setiap ada serangan bom, Hidayat Nur Wahid menyerang intelijen. Selalu dia menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan,” kata Ninoy K Karundeng.

Level berikutnya yang lebih rendah, namun tetap berbahaya. Para pendukung terorisme dan intoleransi, pembuat kisruh negara, selain Munarman adalah gerombolan Aziz Yanuar. Aziz ini seperti Munarman. Sudah kepalang basah masuk ke jaringan bau terorisme. Tidak ada alasan untuk mundur.

Pengikut lain, Novel Bamukmin, Fadli Zon (anggota Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Andi Arief (politisi Partai Demokrat). Mereka menjalankan gerakan yang publik tidak pahami. Kekuatan faksi dan friksi sedikit mereka tahu. Karena sedikit tahu, mereka nekat. Hal sama dilakukan oleh Munarman, yang kali ini kehabisan amunisi back-up.

Cuitan twitter Fadli Zon menuding Polri melakukan tindakan mengada-ada, hanya beberapa jam setelah Munarman ditangkap, Rabu, 27 April 2021, adalah bukti dukungan terhadap terorisme. Tanpa ampun Fadli Zon mengejek. Fadli Zon menghina Polri karena dia merasa tahu segalanya dan memiliki kekuatan tanpa batas.

Dikatakan Ninoy K Karundeng, karena ada signal dari Fadli Zon, Novel Bamukmin, kawan seperjuangan Novel Baswedan dan Anies Baswedan, ikut mendelegitimasi Polri. Kelompok lainnya adalah gerakan intoleransi mengarah pada khilafah 212 (demontrasi mengecam Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Jakarta, 2 Desember 2016) dan HTI. Mereka bergerak simultan.

Ditangkapnya Munarman adalah signal peringatan bagi semua anggota teroris FPI. Para teroris ini tidak layak untuk menjadi warga negara Indonesia. Mereka adalah musuh bangsa dan negara. Orang seperti Aziz Yanuar berlaku persis seperti Munarman karena merasa kebal hukum. Aziz Yanuar pun menyebut bahan pembuat bom sebagai cairan pembersih Water Close.

Kini, penegakan hukum terhadap teroris akan dilakukan secara tegas. Semua bermula dari Presiden Joko Widodo. Jokowi melakukan pemotongan generasi di tubuh Polri. Hal yang sama dilakukan pada diri Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri, ketika masih menjadi Kepala Polri.

Maka Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Polri melakukan gerakan tegas, testing the water dilakukan, pemetaan dibuat. Kelompok pendukung dan penentang teroris didatangi. Yang diulur untuk disikat habis oleh Listyo Sigit Prabowo adalah kelompok yang terafiliasi dengan Wahabi, Ikhwanul Muslimin, dan ISIS termasuk FPI.

“Maka, ketika teroris Munarman dicokok Densus 88 Antiteror Polri, yang berteriak adalah ring 2 sekelas Aziz Yanuar, Novel Bamukmin, Andi Arief, Fadli Zon. Lalu gonggongan kadal gurun alias kadrun di media sosial,” ungkap Ninoy K Karundeng.

Tak muncul pernyataan atau pembelaan dari Hidayat Nur Wahid, Din Syamsuddin, atau Jusuf Kalla (Wakil Presiden, 2004 – 2009 dan 2014 – 2019) sekali pun. Karena Munarman sudah habis. Tanpa sisa, mengikuti bonekanya, MRS yang akan dibui lama sekali terkait tindak pidana terorisme.

“Para anggota organisasi teroris FPI yang ditipu oleh MRS dan Munarman harus sadar. Lihat kemewahan hidup MRS dan Munarman. Mobil mewah. Rumah mewah di banyak lokasi. Aliran duit untuk para pentolan FPI itu mengalir untuk memenuhi kehidupan hedonis Munarman,” ujar Ninoy K Karundeng.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memiliki data siapa yang menyumbang untuk gerakan teroris 212, HTI, dan organisasi teroris FPI. Termasuk dari simpatisan di sebagian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi sarang teroris dan pengikut paham radikal.

“Ditangkapnya Munarman harus dijadikan momentum tobat bagi anggota organisasi teroris FPI - ISIS. Bahwa Presiden Joko Widodo, tidak memberikan tempat bagi teroris. Hukum ditegakkan,” kata Ninoy K Karundeng.*

S:Suarapemredkalbar


Nama

Article,47,Berita,2187,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,2188,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Ninoy K Karundeng : Usut Kaitan Hidayat N Wahid dan Anies dengan Teroris Qatar Yusuf Al-Qaradawi
Ninoy K Karundeng : Usut Kaitan Hidayat N Wahid dan Anies dengan Teroris Qatar Yusuf Al-Qaradawi
https://1.bp.blogspot.com/-Q_6Lsy_qnPM/YItgtieKCRI/AAAAAAAAKvY/cN5jBialx6IhS3nbuImCrSX8CvtKtV7TQCLcBGAsYHQ/w640-h462/Screenshot_2021-04-30-08-42-14-68.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Q_6Lsy_qnPM/YItgtieKCRI/AAAAAAAAKvY/cN5jBialx6IhS3nbuImCrSX8CvtKtV7TQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h462/Screenshot_2021-04-30-08-42-14-68.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/04/usut-kaitan-hidayat-n-wahid-dan-anies.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/04/usut-kaitan-hidayat-n-wahid-dan-anies.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy