$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Sedih! Pakar kapal selam curiga 53 awak KRI Nanggala sudah meninggal

PELITANEWS.CO - Pencarian KRI Nanggala bersama ke-53 awak-nya hingga kini masih terus dilakukan. Proses pencarian bahkan melibatkan banyak ...


PELITANEWS.CO
- Pencarian KRI Nanggala bersama ke-53 awak-nya hingga kini masih terus dilakukan. Proses pencarian bahkan melibatkan banyak pihak, termasuk pasukan asing dari sejumlah negara.

Sejumlah spekulasi menyebut 53 awak KRI Nanggala masih terjebak di dalam kapal selam di tengah kondisi yang black out. Mereka pun ditengarai masih coba bertahan hidup dengan cadangan oksigen tersisa, yang diperkirakan akan habis pada Sabtu dinihari, 24 April 2021, sekira pukul 03.00.

Namun ada spekulasi lain, yang menyebut kalau 53 awak KRI Nanggala sebenarnya sudah meninggal. Hal itu terkait dengan sejumlah keanehan dalam proses bagaimana kecelakaan kapal selam itu terjadi.

53 awak KRI Nanggala masih bertahan?
Pakar kapal selam dan kelautan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Wisnu Wardhana mengatakan, sebenarnya kapal selam KRI Nanggala hanya didesain mampu untuk menyelam maksimal 300 meter di bawah laut.

Angka itu pun berlaku ketika tahun 1979, saat awal peluncuran. Namun kini, usai 42 tahun dipergunakan oleh TNI AL, Wisnu menduga kalau kemampuan menyelamnya cuma tinggal 200 meter saja.


“Penyebabnya macam-macam, karena efek korosi, destruktur, yang kemudian menjadi berkurang. Nah ini yang aneh, kalau kemampuannya cuma 200 meter, tapi kini kok sudah berada di 500-600 meter di bawah laut,” kata Wisnu di Apa Kabar Indonesia Pagi, dikutip Jumat 23 April 2021.

Dia menduga pasti telah terjadi sesuatu yang tak wajar. Di mana sang kapten KRI Nanggala pasti tak menginginkan kapal selam buatan Jerman itu dapat meluncur sampai kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut.

Perhitungannya mudah. Jika kemampuannya cuma 200 meter, maka tiap kapal selam itu turun 10 meter, maka tekanan airnya akan bertambah 1 bar. Kalau turun 20 meter, maka tekanannya bisa menjadi 2 bar, dan seterusnya.

“Bayangkan kalau penurunannya sampai ke 500-600 meter di bawah permukaan laut. Bisa 50-60 bar. Itu tekanannya sangat tinggi sekali, karena kemampuan manusia menyelam saja 50 meter, itu pun hanya bisa dilakukan oleh penyelam profesional. Tak terbayang bukan kondisi telinga seperti apa,” kata dia.

Atas dasar itu pula yang membuat Wisnu curiga kalau sebenarnya 53 awak dari KRI Nanggala sudah dalam keadaan meninggal di bawah laut.


“Itu lah salah satu yang membuat kekhawatiran saya, saya harus bicara apa adanya, maaf tanpa mengurangi rasa hormat dan meninjau perasaan keluarga daripada 53 awak KRI Nanggala.”

Air menerjang masuk ke dalam kabin kapal selam
Lebih jauh, Wisnu lantas menyinggung penyebab kenapa kapal selam KRI Nanggala bisa lenyap dari komunikasi ketika hendak meluncurkan tembakan torpedo. Kata dia, proses penembakan ini merupakan salah satu hal yang paling rawan dalam kapal selam. Kok bisa?

Wisnu lalu menjelaskan kalau tiap kapal selam memiliki pressure hull. Ini merupakan badan tekan yang strukturnya berfungsi untuk melindungi kapal selam dari tekanan hidrostatis dari luar kapal selam.

“Nah di dalamnya ada manusianya, mesin, tangki bahan bakar, baterai juga ada di situ, termasuk di dalam pressure hull itu,” katanya.


Nah di ujung depan pressure hull KRI Nanggala, tambah dia, ada tabung berjumlah enam buah yang biasa dipergunakan untuk peluncuran torpedo.

“Tabung torpedo itu ada pintu luar dan dalam. Pintu luar berhubungan dengan laut luar, dan pintu dalam untuk menyekat air agar tak sampai ke dalam kapal selam.”

“Untuk memasukkan torpedo, awalnya pintu dalam dulu yang dibuka, lalu tabung torpedo masuk, pintu dalam ditutup, kemudian pintu luar dibuka, baru air masuk dan torpedo ditembakkan,” tambah dia.

Usai ditembakkan, pintu luar lantas ditutup kembali. Air yang masuk ke tabung ini lalu dialirkan ke tangki. Setelah tangkinya kosong dan aman baru pintu dalam dibuka kembali.

“Nah proses buka tutup torpedo itu adalah salah satu paling kritis dalam pengoperasian kapal selam. Saya curiga, kalau latihan penembakan torpedo, penutupan pintu dalam tidak sempurna betul.”

“Jadi begini, kalau pintu tidak dikunci dengan sempurna waktu pintu luar terbuka, maka air akan menerjang masuk ke dalam. Dan asal Anda tahu itu bertegangan sangat tinggi. Kalau air masuk ke dalam, semuanya baik manusia, permesinan, dan lain sebagainya pasti langsung mati,” kata dia.

S:HopsID


Nama

Article,47,Berita,2187,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,2188,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Sedih! Pakar kapal selam curiga 53 awak KRI Nanggala sudah meninggal
Sedih! Pakar kapal selam curiga 53 awak KRI Nanggala sudah meninggal
https://1.bp.blogspot.com/-o9wfqjqt5V0/YIKwdNAW7HI/AAAAAAAAKWY/PPoNTPo4kQ0B3kZCTpLTlQtQ_cIthZQWACLcBGAsYHQ/w640-h406/Screenshot_2021-04-23-18-31-53-82.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-o9wfqjqt5V0/YIKwdNAW7HI/AAAAAAAAKWY/PPoNTPo4kQ0B3kZCTpLTlQtQ_cIthZQWACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h406/Screenshot_2021-04-23-18-31-53-82.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/04/sedih-pakar-kapal-selam-curiga-53-awak.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/04/sedih-pakar-kapal-selam-curiga-53-awak.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy