$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Mantan Penasehat KPK Ungkap Penembakan Laskar FPI Terkait Ahok, Netizen: Emang Dasarnya Tukang Fitnah

PELITANEWS.CO - Mantan Penasehat KPK Abdullah Hehamahua menganggap bahwa penembakan 6 anggota Laskar FPI erat kaitannya dengan Ahok yang ka...


PELITANEWS.CO
- Mantan Penasehat KPK Abdullah Hehamahua menganggap bahwa penembakan 6 anggota Laskar FPI erat kaitannya dengan Ahok yang kalah di Pilgub 2017.

"Ini soal politik, karena 2017, dalam teori politik apapun, Ahok harus menang jadi gubernur," kata Abdullah.

Pernyataan Hehamahua sontak menjadi perhatian warganet. Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis (15/4/21), banyak netizen malah mencibir Abdullah.

MLT: “Astaga...nih orang tua bukannya makin tua banyak berzikir malah banyak nyinyir.”

Rudolf Sianipar: “Nah nah mantan loh....kpk loh....kok bs yah.knp kgk bilang skalian kasus sarang buung walet pelanggaran HAM hingga menghilangkan nyawa diusut.kan tau uud tuh.ini lah knp kpk dah kgk murni.”

Ridsyashi Bin Usman: “Pakarnya pakar, ahlinya ahli.”

Euricco Valent Sanyoto: “Kabarnya pak tua ini sudah meramalkan juga bahwa sehabis tahun 2021 adalah tahun 2022. Entah benar apa tidak.”

Wahyudin Roseman: “Emang dasarnya tukang fitnah.”

Untuk diketahui, kasus penembakan mati 6 anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan oleh polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020 lalu, hingga kini masih terus diselidiki.

Sejumlah pihak meyakini bahwa ada motif politik tertentu di balik peristiwa yang dianggap sebagai unlawful killing tersebut.

Salah satunya adalah Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI, Abdullah Hehamahua.

Menurut Abdullah, secara garis besar, kasus penembakan mati 6 anggota laskar FPI tersebut bersifat politis, dan bukan kriminal murni. Ia mengaitkan kasus tersebut dengan kepulangan Rizieq Shihab (HRS) dari Arab Saudi.

Menurut pengakuannya saat bertemu dengan HRS di Mekkah, Arab Saudi pada tahun 2019, saat itu pemerintah Indonesia tengah melarang HRS keluar dari Arab.

"Kenapa tiba-tiba di tahun 2020 pemerintah begitu welcome terhadap Habib Rizieq? Ini kan jadi pertanyaan," katanya.

Bukti bahwa kasus tersebut politis, kata mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, dapat dilihat dari rangkaian kegiatan FPI dan Rizieq semenjak pulang dari Arab.

Bahkan ia yakin, benang merah kasus penembakan tersebut dapat ditarik hingga ke soal kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilgub DKI 2017.

"Nikahan itu aparat pemerintah tahu, intel tahu, kenapa tidak diantisipasi? Ini kan semacam dijebak. Lalu terjadi kasus pelanggaran prokes. Bayar cash Rp50 juta. Ini soal politik, karena 2017, dalam teori politik apapun, Ahok harus menang jadi gubernur," kata Abdullah.

Pelanggaran HAM Berat

Lebih lanjut, Abdullah mengatakan bahwa kasus tersebut termasuk pelanggaran HAM berat.

Menurut pengakuannya, 6 anggota laskar FPI tersebut mengalami luka yang tidak mungkin dilakukan polisi di dalam mobil.

"Saksi (mengatakan), ketika jenazah dimandikan, rata-rata ada dua peluru, sebelah kiri jantung, kemaluan dianiaya siksa, bagian belakang luka bekas, dan bagian depan luka bakar. Kalau Komnas HAM mengatakan di dalam mobil, bagaimana menganiaya di dalam mobil?" katanya.

Abdullah menyebut, polisi sendiri tanpa sadar telah mengakui bahwa anggotanya memang telah melakukan pelanggaran HAM berat. Hal tersebut terlihat di dalam berkas tuntutan pihak kepolisian.

"Dalam tuntuan kepolisian menyatakan Pasal 338 (pembunuhan) dan 351 (penganiayaan yang mengakibatkan kematian), berarti secara tanpa sadar polisi mengakui ada pelanggaran HAM berat karena ada penganiayaan," katanya.

Sebelum menyampaikan itu semua, Abdullah terlebih dahulu mengecam tindakan penembakan mati 6 anggota Laskar FPI tersebut.

"Kucing meninggal saja saya sedih. Ada yang menganiaya saya marah. Ini enam orang. Anak muda yang mempunyai potensi menjadi calon pemimpin masa depan,” katanya dinukil Indozone.

S:Netralnews


Nama

Article,47,Berita,2103,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,2104,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Mantan Penasehat KPK Ungkap Penembakan Laskar FPI Terkait Ahok, Netizen: Emang Dasarnya Tukang Fitnah
Mantan Penasehat KPK Ungkap Penembakan Laskar FPI Terkait Ahok, Netizen: Emang Dasarnya Tukang Fitnah
https://1.bp.blogspot.com/-rxcFdiUcRf0/YHhCbJxJjrI/AAAAAAAAJ7o/XZou_DN_cPI2r5MzaLicoPqhCS5Rrkp7gCLcBGAsYHQ/w640-h480/Screenshot_2021-04-15-20-39-25-62.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-rxcFdiUcRf0/YHhCbJxJjrI/AAAAAAAAJ7o/XZou_DN_cPI2r5MzaLicoPqhCS5Rrkp7gCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h480/Screenshot_2021-04-15-20-39-25-62.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/04/mantan-penasehat-kpk-ungkap-penembakan.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/04/mantan-penasehat-kpk-ungkap-penembakan.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy