$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kesaksian Husein Teroris di Condet: Tewasnya Pengawal Rizieq Jadi Awal Bikin Bom

PELITANEWS.CO - Polda Metro Jaya menangkap sedikitnya 6 orang teroris di Jakarta dan sekitarnya. Mereka terbukti tengah membuat bom yang si...


PELITANEWS.CO
- Polda Metro Jaya menangkap sedikitnya 6 orang teroris di Jakarta dan sekitarnya. Mereka terbukti tengah membuat bom yang siap diledakkan dalam sebuah aksi.

Salah satu tokoh sentral dalam kelompok ini, yakni Husein Hasni. Polisi juga menyita kartu anggota FPI atas nama Husein Hasni saat menangkap pria kelahiran 1964 itu ditangkap Densus 88 di Condet, Jakarta Timur, sehari setelah bom bunuh diri Katedral Makassar.

Rupanya, peran Husein dalam kelompok ini cukup penting. Dialah yang mendanai dan memfasilitasi pembuatan 5 bom aktif dan bahan baku bom lainnya. Bom-bom botol jenis TATP ini disita saat penangkapan.


Dari hasil pemeriksaan yang didapat kumparan, Husein pertama kali tergerak untuk membuat bom dan melakukan aksi setelah peristiwa tewasnya 6 laskar FPI pengawal Habib Rizieq. Sehari setelah kejadian, dia ke Petamburan untuk memberi dukungan kepada FPI, organisasi yang sudah dia ikuti sejak 2010.

Di sanalah dia bertemu dengan tersangka lainnya, yakni Bambang dan Ahmad Junaidi.

Perkenalan itu terus berlangsung sampai akhirnya pada Januari 2021, mereka bertemu untuk membahas soal pembebasan Habib Rizieq yang saat itu ditahan di Polda Metro Jaya.


Pertemuan di rumahnya di Condet itu dihadiri oleh Bambang, Junaidi, dan Wiloso Jati.

Dalam pertemuan itu, Bambang mengaku bisa membuat bom. Karena tak kunjung terwujud, Bambang akhirnya mengajak serta Zulaimi Agus. Bergabungnya Zulaimi memberi perubahan besar dalam rencana ini.

"Zulaimi menyampaikan daripada membuat bom molotov sekalian saja buat bom," tutur Husein dalam keterangannya kepada penyidik.

Zulaimi menunjukkan video eksperimen pembuatan bom yang dilakukannya. Mereka akhirnya setuju.

Komunikasi mereka semakin intens karena mereka akhirnya tergabung dalam majelis Yasin Wa Rotib pimpinan Husein.


Husein sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Jihad FPI Jakarta Timur pada 2016. Sayangnya, perseteruan dengan Ketua FPI DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas membuatnya didepak dari posisi itu pada 2019.

"Perencanaan sasaran toko usaha orang China (Industri China) dan mobil patroli polisi," tambah dia.

Beberapa hari kemudian, Zulaimi datang lagi ke Condet dengan sejumlah bahan baku bom jenis TATP yang siap racik. Dia membawa aseton, arang belerang, dan sejumlah bahan kimia lainnya.

Percobaan pembuatan bom dilakukan di Condet dan di Cibarusah tempat Zulaimi tinggal. Dalam Waktu 3 minggu, Zulaimi mengabari Husein. Dia berhasil membuat 5 bom aktif yang dilengkapi dengan sumbu.


Keberhasilan itu membuat Zulaimi percaya diri mengajarkan cara membuat bom kepada anggota majelis membuat flash powder pada pertengahan Februari 2021.

Zulaimi lalu mengajarkannya kepada Husein, Bambang, Jati, dan Junaedi. Percobaan pertama rupanya gagal karena bahan bom sempat terbakar, tapi berhasil dipadamkan.

Percobaan berikutnya dilakukan dengan proses yang lebih presisi dan waktu yang lebih lama sehingga tidak terjadi kebakaran serupa.

Husein mengatakan, biaya pembuatan bom itu dipakai dari infak kajian majelis sebesar Rp 150 ribu.

"Saya nyumbang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu untuk pembelian bahan peledak," ucap dia.


Husien dan Zulaimi juga diketahui sempat hadir di Sidang Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Keduanya diduga tengah melakukan survei atau pengamatan situasi sebelum merealisasikan rencana teror mereka.

Sayangnya, upaya itu gagal. Polisi keburu mencium gerakan Husein dan kawan-kawan.

Densus 88 menangkap Husein di Condet, Senin (29/3). Bersamaan dengan itu, Zulaimi juga ditangkap di rumah dan bengkelnya di Cibarusah, Bekasi. Kedua tempat itu merupakan tempat Husein cs membuat bom.

Bahkan Densus 88 terpaksa meledakkan bom atau disposal yang ditemukan di 2 lokasi itu. Karena terlalu berbahaya bila dibawa-bawa terlalu jauh. Jenis bom TATP memang dikenal sangat sensitif, gesekan dan panas berlebihan sedikit saja bisa memicu ledakan.

Total ada 6 teroris kelompok Husein yang ditangkap Densus 88 di Jakarta dan sekitarnya.

S:Kumparan


Nama

Article,47,Berita,1757,Contact,3,Insight,7,Internasional,10,Nasional,1761,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Kesaksian Husein Teroris di Condet: Tewasnya Pengawal Rizieq Jadi Awal Bikin Bom
Kesaksian Husein Teroris di Condet: Tewasnya Pengawal Rizieq Jadi Awal Bikin Bom
https://1.bp.blogspot.com/-hdJ7s_0nhcA/YGhfr4jcJII/AAAAAAAAJW4/w_XA7QsIJJ4uhpaZ940osRuLBxN0SadzgCLcBGAsYHQ/w538-h640/Screenshot_2021-04-03-19-26-36-89.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-hdJ7s_0nhcA/YGhfr4jcJII/AAAAAAAAJW4/w_XA7QsIJJ4uhpaZ940osRuLBxN0SadzgCLcBGAsYHQ/s72-w538-c-h640/Screenshot_2021-04-03-19-26-36-89.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/04/kesaksian-husein-teroris-di-condet.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/04/kesaksian-husein-teroris-di-condet.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy