$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Di Tengah Faksi FPI Ingin Pecat Munarman, DS: Bersama Laskar Jihad, Munarman Inginkan Kerusuhan dengan Pemboman Dimana-mana...

PELITANEWS.CO - Denny Siregar membuat catatan 4 serial membahas tentang FPI dan keterkaitan Munarman di dalamnya. Usai membuat catatan ters...


PELITANEWS.CO
- Denny Siregar membuat catatan 4 serial membahas tentang FPI dan keterkaitan Munarman di dalamnya. Usai membuat catatan tersebut, ia mengaku akun FB-nya “diserang”.

“Gara-gara nulis serial FPI Organisasi teroris dan peran Munarman, FB ku diserang terusss.. Lanjoott??” kata Denny Siregar, Sabtu Malam (4/4/21).

Mengenai catatan seri ketiga, Denny memberi judul “FPI Organisasi Teroris (3), Densus 88.”

Denny mengulas bahwa Munarman sebenarnya terlibat dalam aksi baiat anggota FPI ke ISIS di Makassar diantaranya pelaku bom Katedral.

Namun menangkap Munarman tidak sederhana karena ia pengacara dan memiliki jaringan kuat. Percuma ditangkap bila bukti tak kuat dan ia lolos.

“Menangkap Munarman memang tidak mudah. Dia pengacara, jaringan politiknya kuat. Juga jaringan akar rumputnya. Polisi harus mengumpulkan bukti kuat dulu, jangan sampai sesudah ditangkap akhirnya lolos karena bukti tidak cukup,” kata Denny.

“Sementara itu Munarman sudah gelisah. Gerak geriknya sudah dibatasi. Rekening FPI ditutup. Para oknum elit politikus, aparat dan pengusaha yang dulu dekat dengannya, menjauh karena tidak ingin dikaitkan dengannya,” imbuhnya.

“Faksi didalam FPI yang menolak Munarman, semakin keras ingin mengeluarkannya. Rizieq juga sedang dipenjara dan tidak bisa apa-apa,” lanjut Denny.

“Dan kali ini di satu tempat, beberapa anggota laskar jihad pimpinan Munarman merencanakan sesuatu yang jahat. Tujuannya, membuat kerusuhan dengan melakukan pemboman dimana-mana..,” tuturnya.

“Situasi semakin genting. Polisi harus bergerak cepat. Jika terlambat, selesai sudah..,” tegas Denny Siregar.

Berikut catatan lengkap Denny:

FPI ORGANISASI TERORIS (3)

"DENSUS 88"

Filipina, Januari 2019.

Minggu itu suasana misa berjalan dengan hikmad. Tiba2, BUM ! Sebuah bom meledak dari dalam Gereja Katedral. 27 orang meninggal ditempat sedang 77 lainnya luka. Ketika tim gegana Filipina datang, bom kedua di areal parkir meledak.

Otoritas Filipina mengatakan, pelaku bom bunuh diri itu adalah orang Indonesia. Telpon berdering di kepolisian Indonesia ajakan untuk bekerjasama menuntaskan kasus itu. Kepolisian Indonesia juga sedang sibuk memetakan jaringan teroris yang membom 3 gereja di Surabaya.

Dari hasil pemetaan, akhirnya didapatkan petunjuk bahwa para pelaku bom bunuh diri itu adalah sepasang suami istri yang pernah berbaiat kepada ISIS di komplek perumahan villa Mutiara, Makassar tahun 2015 lalu.

Disana juga pernah hadir Munarman.

Berdasarkan kepingan informasi itulah, Densus 88 bergerak ke Makassar. Mereka memantau situasi terus menerus. Dan pada bulan Februari 2021, puluhan orang diduga teroris ditangkap disana, 19 orang diantaranya adalah anggota FPI aktif.

Rumah di Villa Makasar itu dijadikan tempat perekrutan dan pelatihan. Yang direkrut adalah anggota keluarga dan pasangan suami istri muda. Mereka dibaiat menjadi anggota ISIS, dicuci otak dan disiapkan untuk menjadi pengantin bom.

Sayang, satu pasangan lolos dan sempat meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar.

Dari tertangkapnya anggota FPI terduga teroris itulah, didapat jejak Munarman yang diakui mereka sebagai ideolog, atau petugas yang mencuci otak mereka. Pada waktu proses pembaiatan kepada ISIS itu juga dihadiri 2 orang ustad, ustad Fauzan Anshori dan M Basri. Dua-duanya sudah meninggal.

Dari sini Densus 88 mendapat gambar besar, siapa Munarman dan jejak keterlibatannya. Munarman sendiri ketika ditanya selalu mengelak, bahwa ia hadir disana bukan sebagai ideologis tapi menyatukan umat muslim dengan niat baik.

Jaringan ISIS di villa Makassar ternyata sudah menyebar kemana2. Sebagian dari mereka adalah anggota FPI, sebagian lagi tidak terikat jaringan atau biasa disebut sebagai lone wolf, leaderless terrorist. Munarman terpojok. Tapi polisi belum cukup bukti untuk menangkapnya.

Menangkap Munarman memang tidak mudah. Dia pengacara, jaringan politiknya kuat. Juga jaringan akar rumputnya. Polisi harus mengumpulkan bukti kuat dulu, jangan sampai sesudah ditangkap akhirnya lolos karena bukti tidak cukup.

Sementara itu Munarman sudah gelisah. Gerak geriknya sudah dibatasi. Rekening FPI ditutup. Para oknum elit politikus, aparat dan pengusaha yang dulu dekat dengannya, menjauh karena tidak ingin dikaitkan dengannya.

Faksi didalam FPI yang menolak Munarman, semakin keras ingin mengeluarkannya. Rizieq juga sedang dipenjara dan tidak bisa apa-apa.

Yang masih dekat dengan Munarman cuma laskar jihad FPI, dimana dia adalah Panglimanya. Laskar yang bisa berbuat apa saja. Mati pun tidak apa-apa. Apalagi ada "orang dalam" yang sudah memberi kode dengan mimpi bertemu Nabi, sebagai satu sinyal untuk bergerak.

Dan kali ini di satu tempat, beberapa anggota laskar jihad pimpinan Munarman merencanakan sesuatu yang jahat. Tujuannya, membuat kerusuhan dengan melakukan pemboman dimana-mana..

Situasi semakin genting. Polisi harus bergerak cepat. Jika terlambat, selesai sudah..Bersambung..

Denny Siregar

Pernyataan Munarman

Sementara sebelumnya diberitakan Mantan Sekretaris Umum DPP FPI Munarman mengaku sedang dalam pemantauan penuh oleh sekelompok orang setelah namanya turut disebut terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan, Ahmad Aulia.

"Rumah saya saja dimonitor 24 jam," ujar Munarman saat dihubungi Tempo, Jumat, 5 Februari 2021.

Munarman menolak menjelaskan pihak yang memantaunya. Namun ia mengklaim sudah mengetahui identitas orang yang memantaunya. "Kami sudah tahu siapa-siapa mereka itu."

Menurut dia tuduhan FPI disusupi kelompok teroris JAD dan ISIS merupakan bagian dari skenario mematikan citra FPI. Penembakan terhadap enam laskar FPI pada awal Desember 2020 merupakan salah satunya.

Skenario memberangus FPI, kata Munarman, berlanjut pada pemblokiran rekening para eks pengurus organisasi besutan Rizieq Shihab itu. Pemblokiran rekening dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sejak awal 2021.

"Lalu operasi media untuk cipta kondisi, mencari legitimasi, dan operasi survaillance yang terus berlanjut (kepada eks anggota FPI)," kata Munarman.

S:Netralnews


Nama

Article,47,Berita,1757,Contact,3,Insight,7,Internasional,10,Nasional,1761,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Di Tengah Faksi FPI Ingin Pecat Munarman, DS: Bersama Laskar Jihad, Munarman Inginkan Kerusuhan dengan Pemboman Dimana-mana...
Di Tengah Faksi FPI Ingin Pecat Munarman, DS: Bersama Laskar Jihad, Munarman Inginkan Kerusuhan dengan Pemboman Dimana-mana...
https://1.bp.blogspot.com/-u92A-BGsnyQ/YGkvdXOUe8I/AAAAAAAAJYE/knr9r6Sc-2IVW0Cxy_sHrWpJUjOwBZ5oQCLcBGAsYHQ/w640-h302/Screenshot_2021-04-04-10-13-17-74.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-u92A-BGsnyQ/YGkvdXOUe8I/AAAAAAAAJYE/knr9r6Sc-2IVW0Cxy_sHrWpJUjOwBZ5oQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h302/Screenshot_2021-04-04-10-13-17-74.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/04/di-tengah-faksi-fpi-ingin-pecat.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/04/di-tengah-faksi-fpi-ingin-pecat.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy