$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Masih Ingat Luthfi Hasan Ishaq? Presiden PKS Korupsi Daging Sapi Tambah Nyesal Ketemu Hakim Alkostar

PELITANEWS.CO - Masih Ingat Luthfi Hasan Ishaaq? Presiden PKS Periode 2009-2015. Namun ia tidak menyelesaikan khidmatnya sebagai Presiden P...


PELITANEWS.CO
- Masih Ingat Luthfi Hasan Ishaaq? Presiden PKS Periode 2009-2015.

Namun ia tidak menyelesaikan khidmatnya sebagai Presiden PKS karena tersandung kasus korupsi impor daging dan pencucian uang Januari tahun 2013.

Luthfi Hasan Ishaaq semakin tertunduk saat mengajukan kasasi dan bertemu Hakim Agung Artidjo Alkostar. Hukumannya malah ditambah.


Ketukan palu Hakim Agung Artidjo Alkostar dkk membuat Luthfi saat itu menambah hukuman mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjadi 18 tahun penjara setelah menolak kasasi terpidana kasus suap pengurusan impor daging dan pencucian uang tersebut.

Baca juga: Meninggal Dunia, ini Biodata Artidjo Alkostar, Terkenal Garang di Dunia Hukum hingga Tolak PK Ahok

Luthfi sebelumnya divonis 16 tahun oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dan Pengadilan Tinggi Jakarta dan denda Rp 1 miliar. Hakim Artidjo dkk juga mencabut hak politik Luthfi.

Majelis kasasi yang diketuai Hakim Artidjo itu memutuskan perkara kasasi Lutfi secara bulat tanpa adanya perbedaan pendapat (disetting opinion).

Kini kabar terbaru Luthfi, ia mengajukan peninjauan kembali atas vonis 18 tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung pada tingkat kasasi.

Lutfhi merupakan terpidana kasus suap terkait pengurusan kuota impor sapi dan tindak pidana pencucian uang. "Setelah menjalani 7 tahun pidana, pemohon menemukan alasan-alasan agar majelis Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas atau ringan kepada pemohon dengan alasan kekeliruan dan kekhilafan hakim," kata kuasa hukum Luthfi Hasan, Sugiyono, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/12/2020), dikutip dari Antara.

Hakim Alkostar Wafat

Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Anggota Dewan Pengawas(Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (28/2).

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan. Ia menyatakan baru mendengar kabar tersebut beberapa menit lalu.

"Saya baru dapat kabar beberapa menit lalu sekarang saya mau menuju ke apartemen (pejabat negara)," kata Tumpak.

Namun begitu, pihaknya masih belum mengetahui penyebab meninggalnya mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI tersebut. Dia hanya bilang mendapatkan kabar tersebut dari Sekjen KPK.

"Saya belum tahu persis tapi saya rasa benar itu soalnya yang menyampaikan ke saya itu pak Sekjen," ujarnya.

Anggota Dewas Harjono saat ditanya terkait meninggalnya eks Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI tersebut menyebut Artidjo kena serangan jantung. "Betul, meninggal dunia karena sakit jantung," kata Harjono.

Harjono menyampaikan kabar tersebut cukup mengejutkan lantaran koleganya itu masih sempat bekerja pada Kamis (25/2). Ketika itu, dia masih tampak sehat dan beraktivitas seperti biasa.

"Kamis (Artidjo Alkostar) masih di kantor," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar memastikan Artidjo meninggal dunia bukan karena terpapar Covid-19. "Enggak lah (bukan Covid-19). Karena kalau Covid tentu beredar di pimpinan. Setiap yang terkena Covid-19," kata Lili.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang dideritanya. Sebaliknya, Mahfud memastikan seniornya itu bukan meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Penyakitnya sejak lama beliau mempunyai komplikasi ginjal, jantung, dan paru-paru. Tapi bukan Covid-19," kata Mahfud usai mengunjungi tempat tinggal Artidjo di Apartemen Springhill Terace, Jakarta Utara.

Lebih lanjut, ia menuturkan Artidjo Alkostar menghembuskan napas terakhirnya di dalam kamar apartemennya.

"Karena dokter merekomendasi tidak (dirawat) di rumah sakit. Jadi beliau sakit memang itu. Penyakit orang tua lah ya, ginjal, jantung, komplikasi. Dokter tidak memberi pemerintah untuk protokol khusus atau apa," pungkasnya.

Sekitar pukul 16.55 WIB, jenazah Artidjo diberangkatkan dari rumah duka di Apartment Springhill Terrace Residence, Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Utara, ke RS Polri. Mobil ambulans yang membawa jenazah Artidjo ke luar beriringan dengan mobil Menko Polhukam Mahfud Md dan Ketua KPK Firli Bahuri.

Usai dari RS Polri, jenazah Artidjo akan dibawa ke Situbondo, Jawa Timur. Artidjo akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Situbondo.

"Beliau tidak dimakamkan di Jakarta, tetapi dengan sesuai kesepakatan keluarga, beliau langsung dibawa ke Situbondo, di mana tadi difasilitasi oleh Pak Firli dan Pak Sarifudin Mahkamah Agung. Nantinya keluarga supaya siap-siap saja di Situbondo untuk menerima," kata Mahfud Md.

Mahkamah Agung (MA) menyatakan duka cita yang mendalam atas berpulangnya mantan hakim agung Artidjo Alkostar di usia 73 tahun. Artidjo tercatat 18 tahun menjadi hakim agung dengan jabatan struktural sebagai Ketua Muda MA bidang Pidana.

"Atas nama MA beserta jajarannya menyatakan dukacita yang dalam atas 'berpulangnya' Bapak Artijo Alkostar. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT," kata Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro.

"Ketika beliau bertugas di MA, Pak Artidjo adalah hakim agung yang tekun dalam bekerja, jujur dalam melaksanakan amanah serta konsisten dalam menjatuhkan putusan. Beliau banyak menangani perkara korupsi," sambung Andi.

Diketahui, Artidjo meninggal dunia di usia 73 tahun. Sebelum menjadi anggota dewas KPK pada 2019, dia telah terlebih dahulu pensiun sebagai mantan hakim agung pada 22 Mei 2018 lalu.

Semasa hidupnya, Artidjo memang dikenal sebagai hakim yang tidak mentolerir terkait tindak pidana kasus korupsi. Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu kerap memperberat hukuman para terdakwa kasus korupsi.

S:Tribun Timur


Nama

Article,46,Berita,1734,Contact,3,Insight,7,Internasional,10,Nasional,1737,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Masih Ingat Luthfi Hasan Ishaq? Presiden PKS Korupsi Daging Sapi Tambah Nyesal Ketemu Hakim Alkostar
Masih Ingat Luthfi Hasan Ishaq? Presiden PKS Korupsi Daging Sapi Tambah Nyesal Ketemu Hakim Alkostar
https://1.bp.blogspot.com/-7IOom0n2k40/YDwhfp_PhnI/AAAAAAAAH8k/cMcKTLB6-Z48xQanTls7EbdzmRuoPcrQwCLcBGAsYHQ/w640-h354/Screenshot_2021-03-01-06-01-44-21.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-7IOom0n2k40/YDwhfp_PhnI/AAAAAAAAH8k/cMcKTLB6-Z48xQanTls7EbdzmRuoPcrQwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h354/Screenshot_2021-03-01-06-01-44-21.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/03/masih-ingat-luthfi-hasan-ishaq-presiden.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/03/masih-ingat-luthfi-hasan-ishaq-presiden.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy