$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kabar Buruk Bagi KSAD Jenderal Andika Perkasa, Anggota TNI Dikeroyok Sekelompok Pria Bertopeng

PELITANEWS.CO - Anggota TNI di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan jadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang bertopeng. Hal ini pun ...


PELITANEWS.CO
- Anggota TNI di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan jadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang bertopeng.

Hal ini pun menjadi kabar buruk bagi jajaran KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Apa penyebab yang membuat anggota TNI tersebut dikeroyok?

Berikut kronologi kejadiannya.

Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Seorang anggota TNI berinisial Serda AR (25), dikeroyok lima orang bertopeng.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada lengan tangan kanan, luka gores pada dahi dan luka lecet pada bibir atas.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Muhammad Hatta, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (4/3/2021).

KBO Satreskrim Polres Bulukumba Ipda Muh Dasri mengatakan, kejadian berawal saat korban melintas di depan Warkop Zaki.

Kemudian, korban berhenti dan tiba-tiba langsung didatangi lima terduga pelaku dengan menggunakan topeng.

Kemudian, tanpa banyak bicara, para pelaku langsung menganiaya korban.

"Ketika itu korban berhenti dan didatangi terduga pelaku lima orang berdiri di tengah jalan di depan Warkop Zaki. Wajah mereka dibalut topeng, langsung mengeroyok korban dan melakukan penganiayaan menggunakan badik," kata Dasri, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Usai melakukan aksinya, para pelaku langsung kabur.

Saat kejadian, korban sedang melaksanakan cuti berobat di Bulukumba.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

"Saat ini kami melakukan pencarian terhadap diduga lima palaku," kat Dasri mengungkapkan.

Dua kali dalam 2 bulan

Dalam 2 bulan terakhir, sudah 2 kali terjadi pengeroyokan terhadap anggota TNI di Bulukumba.

Sebelumnya, Sertu AK juga dilaporkan menjadi korban pengeroyokan.

Insiden berdarah tersebut sebelumnya terjadi di Jalan Samratulangi, Kecamatan Ujungbulu, Bulukumba, pada Ahad atau Minggu (24/1/2021) dini hari.

Akibatnya Sertu AK mengalami sejumlah luka dan harus dibawa RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba akibat terkena anak panah.

Korban yang bertugas di Komando Distrik Militer (Kodim) 1411 Bulukumba itu, diduga dikeroyok sekelompok orang.

Insiden itu bermula ketika korban melintas di Jalan Sam Ratulangi.

"Awalnya korban adu mulut dengan pelaku. Dari keterangan saksi, ada sepuluh pelaku yang menganiaya korban," kata Kasatreskrim Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono, saat dikonfirmasi Kompas.com.

Korban telah dianiaya menggunakan senjata tajam (sajam) berupa parang dan panah.

Sehingga korban mengalami luka bagian kepala dan kena busur bagian pinggang sebelah kanan.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Selang beberapa jam kemudian, polisi menangkap 4 pemuda yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

Polisi Tembak Anggota TNI Hingga Tewas

Warga dihebohkan dengan kejadian penembakan di Kafe RM di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2/2021) dini hari.

Pelaku diketahui seorang anggota polisi, Bripka CS.

Diberitakan Kompas.com, Jumat (26/2/2021), Bripka CS datang ke kafe tersebut bersama rekannya.

Di sana, mereka memesan sejumlah minuman keras.

Ketika kafe hendak tutup, pelayan menyodorkan tagihan sebesar Rp 3,3 juta.

Bripka CS enggan membayar hingga didatangi oleh personel TNI Praka Martinus yang juga ada di lokasi.

Mereka pun terlibat cekcok.

Tiba-tiba, Bripka CS mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang yang ada di sana.

Tiga di antaranya, meninggal di tempat.

Mereka adalah pegawai kafe bernama Doran Manik dan Feri Saut Simanjuntak, serta personel TNI Praka Martinus.

Sementara satu lainnya, berinisial H, mengalami luka dan segera mendapat perawatan di rumah sakit.

Lantas, bagaimana tahapan anggota polisi bisa memegang senjata api?

Dilansir dari Antara, 26 Juli 2019, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra membeberkan enam tahapan pertimbangan anggota Polri berhak memegang senjata api.

Pertimbangan tersebut, kata Asep, untuk menilai kelaikan anggota kepolisian dalam memegang dan membawa senjata api dalam bertugas.

Pertimbangan pertama, adalah penilaian terhadap tugas anggota kepolisian tersebut apakah berorientasi untuk memegang senjata api atau tidak.

"Jadi, dilihat dulu kepentingan yang bersangkutan memegang senpi tepat atau tidak dalam tugasnya," kata Asep.

Kedua, yang bersangkutan harus mendapatkan rekomendasi dari pimpinannya sebagai pihak yang menilai kelaikan anggotanya untuk memegang senjata api.

Pertimbangan berikutnya atau ketiga, yang bersangkutan harus lulus uji psikologi.

Pertimbangan keempat dan kelima, yang bersangkutan harus lulus uji kesehatan dan lulus uji kemahiran menembak.

Terakhir, imbuh Asep, adalah yang paling menentukan, yakni dilihat rekam jejaknya.

Pasalnya, jika pun yang bersangkutan lulus semua tahapan tapi rekam jejaknya buruk tidak bisa memegang senjata api.

"Misalkan rekam jejaknya buruk seperti berperilaku buruk, melakukan kekerasan kepada masyarakat, maka dia tidak boleh memegang senpi," jelas Asep.

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan inspeksi kepemilikan senjata api setiap enam bulan dengan memeriksa perlengkapan senjatanya, termasuk pemiliknya sendiri.

Masyarakat diminta ikut mengawasi perilaku polisi dengan melaporkan ke Polri apabila melihat ada oknum polisi yang masuk tempat hiburan malam atau pun mengonsumsi minuman keras.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Nantinya laporan dari masyarakat itu akan ditindaklanjuti oleh Propam Polri.

"Melalui adanya laporan dari masyarakat kemudian ditindaklanjuti laporan tersebut. Dan selanjutnya anggota Propam turun ke lapangan memantau perilaku anggota (yang dilaporkan)," kata Brigjen Rusdi seperti dikutip dari Antara, Jumat (26/2/2021).

Sebelumnya, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo mengatakan bahwa Propam Polri akan melakukan penertiban terhadap anggota Polri yang kedapatan memasuki tempat hiburan malam dan meminum minuman keras termasuk penyalahgunaan narkoba.

Hal ini dilakukan merespons terjadinya aksi koboi oknum anggota polisi, Bripka CS yang menembak tiga orang hingga tewas di RM Cafe, Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat.

Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun langsung mengeluarkan Surat Telegram Kapolri merespons peristiwa penembakan yang dilakukan oknum Polri itu.

Melalui Surat Telegram (ST) Nomor: ST/396/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 25 Februari 2021, Kapolri Sigit menginstruksikan jajarannya agar kejadian serupa jangan terulang lagi di kemudian hari.

Jajaran Polri juga diminta terus menjaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri serta memperketat proses pinjam pakai senjata api dinas bagi anggota Polri. (*)

S:Tribun Kaltim


Nama

Article,48,Berita,3874,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,3875,News,571,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Kabar Buruk Bagi KSAD Jenderal Andika Perkasa, Anggota TNI Dikeroyok Sekelompok Pria Bertopeng
Kabar Buruk Bagi KSAD Jenderal Andika Perkasa, Anggota TNI Dikeroyok Sekelompok Pria Bertopeng
https://1.bp.blogspot.com/-XZ2O4s1B14A/YETQO6xVs3I/AAAAAAAAIM4/26lXKP3zZ6cGevs7FoNJ2C81hdkVcWomwCLcBGAsYHQ/w640-h362/Screenshot_2021-03-07-20-05-19-69.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-XZ2O4s1B14A/YETQO6xVs3I/AAAAAAAAIM4/26lXKP3zZ6cGevs7FoNJ2C81hdkVcWomwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h362/Screenshot_2021-03-07-20-05-19-69.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/03/kabar-buruk-bagi-ksad-jenderal-andika.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/03/kabar-buruk-bagi-ksad-jenderal-andika.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy