$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Heboh Puluhan TKI Hilang di Arab, Disekap? Netizen: Andai Ini Terjadi di Cina, Pasti Jadi Isu Lebih Panas

PELITANEWS.CO - Setidaknya puluhan keluarga di Indonesia melaporkan kehilangan anggota keluarganya yang bekerja menjadi TKI di Arab Saudi. ...


PELITANEWS.CO
- Setidaknya puluhan keluarga di Indonesia melaporkan kehilangan anggota keluarganya yang bekerja menjadi TKI di Arab Saudi. Laporan ini mencuat dari sejumlah grup di Facebook.

Warganet pun heboh. Di akun FB Mak Lambe Turah, Senin 22 Maret 2021, sejumlah netizen menyayangkan hal itu dan mempertanyakan keberadaan KBRI.

MLT: “Astaganaga...”

Disdis: “Trus apa gunanya KBRI di sana?”

Wida Janjee: “Minta pertanggung jawab an yg nenempatkan meerkat donk Di telusuri dari calo yg bawa TKW ke pt, lalu pt minta tanggung jawab agen penyalur kan pasti ketemu Di tempatkan ya Di managed, klo gak ketemu tempuh jalur hukum tuntut mereka semua!!!!”

Handa Sugiharto: “Andai ini terjadi di cina, pasti jadi isu yg lbh panas...”

Sebelumnya diberitakan, Salah satu yang dilaporkan hilang, Sopiah. Sebelas tahun 'hilang', akhirnya ia dipulangkan majikan pada Oktober 2020 karena 'gerakan' di media sosial itu.

Hari itu, dengan suara berapi-api, Sopiah mencetuskan kekesalannya akan eks majikannya di Arab Saudi, "Nggak ada keluarga saya itu, sudah mati semuanya."

Begitu menurut Sopiah, majikannya berusaha menahan perempuan yang sudah satu dekade bekerja di Riyadh itu. Sopiah termasuk beruntung ketika ratusan orang TKI lainnya disebut catatan Kedutaan Besar Indonesia di Riyadh telah habis kontrak tapi tak dipulangkan.

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menguatkan fakta itu, dengan menyebut TKI yang hilang kontak dengan keluarga ini karena disekap atau kabur dari majikan di tengah pemberlakuan sistem kafala.

Sistem yang kerap disebut sebagai perbudakan modern, yang membuat TKI terikat dengan majikan, tak bisa pindah kerja atau meninggalkan negara dengan alasan apa pun tanpa izin tertulis dari majikan.

Mulai Maret 2021, pemerintah Arab Saudi mencabut kebijakan sistem kafala, tapi untuk pekerja profesional- tidak termasuk pekerja rumah tangga.

SBMI berkecil hati, kebijakan itu bisa berdampak pada nasib TKI.

Namun lembaga ad hoc bentukan pemerintah untuk perlindungan TKI mengklaim berusaha memulangkan TKI yang hilang kontak dengan ajakan 'persuasif' kepada majikan.

BBC News Indonesia mengumpulkan laporan TKI hilang di Arab Saudi dari sejumlah grup TKI Arab Saudi di Facebook.

Dalam satu tahun terakhir saja, terdapat unggahan 37 laporan TKI yang hilang di Arab Saudi. BBC telah mewawancarai sebagian keluarga dari yang melaporkan itu, dan sejauh ini baru tiga keluarga yang mengatakan sudah mendapat kabar dari anggota keluarganya yang hilang kontak, termasuk Sopiah.

Wajah Sopiah muncul di salah satu grup Facebook kumpulan WNI Indonesia di Arab Saudi, Oktober 2020 lalu. Ia dilaporkan hilang kontak dengan keluarga sejak pergi mengadu nasib ke Riyadh sebelas tahun lalu.

Dua bulan setelah fotonya diunggah di media sosial, ia bisa kembali lagi bersama keluarganya di Sukabumi, Jawa Barat.

Sopiah mengatakan, "Majikanku itu, bikin aku nggak bisa pegang hp," katanya kepada BBC News Indonesia, Senin (08/03).

Sopiah selama ini bekerja sebagai pekerja rumah tangga di kota Riyadh. Sopiah bercerita, selama bekerja, majikannya selalu mengatakan "Nggak ada keluarga saya itu, sudah mati semuanya."

"Saya bilang, nggak mungkin keluarga saya mati semuanya, pasti ada salah satu atau anak-anak saya di sana, di Indonesia.

"Kata majikan saya sudah nggak usah pulang, diam di sini di Arab Saudi. Saya bilang, saya mau pulang. Nggak mau di sini, saya sudah capek," tambah Sopiah menirukan rayuan dari majikannya dulu.

Sementara itu, Imas Anita adik Sopiah—yang mengunggah foto kakaknya di Facebook— mengatakan, usaha pencarian ini cukup berhasil setelah mencari di media sosial. Majikan Sopiah kemudian memulangkannya setelah mendapat laporan yang berasal dari komunitas WNI di Arab Saudi.

"Gajinya dikasih pas mau pulang. Dulu kan nggak digaji sama sekali," kata Ima seperti dinukil BBC Indonesia.

Sementara yang lainnya, menyatakan belum mendapat kabar, dan masih berharap anggota keluarganya yang mengadu nasib di Arab Saudi segera pulang.

Seorang di antaranya adalah Rijayang Ismail, 59 tahun, yang mencari putri satu-satunya, Aini Marti.

S:Netralnews


Nama

Article,48,Berita,3891,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,3892,News,577,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Heboh Puluhan TKI Hilang di Arab, Disekap? Netizen: Andai Ini Terjadi di Cina, Pasti Jadi Isu Lebih Panas
Heboh Puluhan TKI Hilang di Arab, Disekap? Netizen: Andai Ini Terjadi di Cina, Pasti Jadi Isu Lebih Panas
https://1.bp.blogspot.com/-vszYDX_xWeI/YFhjNtxQ1PI/AAAAAAAAIz4/5BVOtBFIPL0mZKcwGi_ngxvmNnnNu_U9gCLcBGAsYHQ/w640-h304/Screenshot_2021-03-22-16-25-25-10.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-vszYDX_xWeI/YFhjNtxQ1PI/AAAAAAAAIz4/5BVOtBFIPL0mZKcwGi_ngxvmNnnNu_U9gCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h304/Screenshot_2021-03-22-16-25-25-10.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/03/heboh-puluhan-tki-hilang-di-arab.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/03/heboh-puluhan-tki-hilang-di-arab.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy