$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Denny Siregar Blak-blakan Kemukakan Alasan Tak Suka SBY: Dari Mafia, FPI, HTI, hingga ISIS, Apa Hubungannya?

PELITANEWS.CO - Pegiat media sosial, yakni Denny Siregar, mengungkapkan alasan mengapa ia tidak menyukai SBY. Dalam artian, alasan ia tak m...


PELITANEWS.CO
- Pegiat media sosial, yakni Denny Siregar, mengungkapkan alasan mengapa ia tidak menyukai SBY. Dalam artian, alasan ia tak menyukai gaya kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono selama sepuluh tahun menjabat sebagai presiden RI.

Denny Siregar mencoba menjawab tudingan yang dilontarkan oleh sang pengusaha sekaligus pengamat ekonomi, yakni Peter F. Gontha, yang terkesan memojokkan Denny Siregar dan beberapa tokoh publik lainnya lantaran dinilai kerap menunjukkan ketidaksukaan mereka kepada SBY sehingga ia mengaku bosan terhadap Denny.

Untuk itu, Denny Siregar pun menulis panjang lebar terkait alasan mengapa ia tak suka dengan presiden RI ke-6 itu.

“KENAPA SAYA TIDAK SUKA KELUARGA SBY? Dua hari ini saya seperti mendapat teguran dari salah seorang yang tulisannya selalu saya baca, yaitu pak Peter F. Gontha,” buka Denny pada hari Kamis, 11 Maret 2021 lalu, dikutip terkini.id dari media sosial pribadi Denny Siregar.

“Beliau seorang pengusaha dan pengamat ekonomi yang – bagi saya – tulisannya membumi dan mudah dipahami oleh awam, oleh orang seperti saya,” lanjutnya.

“Surprise juga, ternyata beliau juga katanya ngefans. Dan bilang mulai bosan dengan saya, meski gak bilang bosannya karena apa. Saya kira bosan karena saya jarang nulis lagi,” papar Denny lagi.

“Eh, tapi ternyata ada terusannya. Pak Peter bertanya kenapa saya dan beberapa teman lainnya tidak menyukai keluarga SBY?? Oh, saya mulai mengerti permasalahannya. Mungkin ada urusan bisnis pak Peter dengan keluarga SBY, sehingga ada ikatan emosional dan transaksional di dalam, sehingga sulit melihat dengan jelas apa yang terjadi dari luar,” pikir Denny.

“Secara pribadi, saya tidak kenal dengan keluarga SBY. Ketemu aja ngga pernah. Saya hanya kenal jejaknya lewat 10 tahun kepemimpinannya. Dan apa yang saya lihat dari kepemimpinan beliau sebenarnya hanya kosmetik saja. Polesan disana sini, tapi sebenarnya bolong-bolong,” tuturnya.

“Pak SBY membiarkan banyak mafia berkuasa di negara ini, mulai mafia migas sampai pangan. Gak berdaya beliau mengatasi itu, meski seorang Jenderal. Dan terutama yang saya tidak suka adalah pembiarannya terhadap radikalisme di Indonesia,” terangnya.

“Bukan hanya membiarkan, bahkan memberi pupuk mereka supaya berkembang lewat bantuan sosial. Apa pak Peter tidak sadar tahun 2013 HTI hampir saja menguasai negeri ini dgn membajak TVRI dan menyiarkan langsung pemberontakan thd negara tapi dibiarkan saja?” Denny bertanya retorik.

“Apa pak Peter tidak melihat bahwa FPI tumbuh subur di akar rumput dan polisi saat itu tidak mampu berbuat apa-apa? Apa tidak takut ketika ISIS proklamirkan diri dan membaiat kader mereka dimana-mana? Di zaman siapa mereka berkembang? Ya, di zaman pemerintahan SBY lah.”

Denny lantas mulai sedikit membandingkan era pemerintahana SBY dan Presiden Jokowi.

“Saya sudah teriak2 waktu itu, ‘Hati-hati, Suriah bisa terjadi di negeri ini!!’ Tapi sedikit yang mendengar karena mereka tidak paham.Baru ketika Jokowi jadi Presiden semua jadi jelas. Semua paham. Semua takut. Semua melawan. Dan keberanian itu akhirnya muncul juga, karena Presidennya ada di garis depan. HTI bubar. FPI dihajar. Penceramah radikal dimasukkan sel. Pak Jokowi mencuci piring kotor begitu banyak di negeri ini sesudah mereka pesta pora seenaknya,” tegas Denny.

“Terus saya harus suka dengan keluarga SBY gitu, pak? Yang sibuk pencitraan, sibuk menonjolkan kehebatan, sibuk mencari kesalahan, tapi gak sadar dia sudah membuat banyak kerusakan. Ah, mungkin juga karena pak Peter tidak pernah berada di lapangan. Bapak pengusaha besar, kaya raya dan meetingnya di hotel-hotel mewah. Kami disini, di luar, merasakan takutnya negeri ini ketika ormas radikal dengan enaknya membantai warga Ahmadiyah di Banten dengan bangga dan divideokan,” ungkap Denny frontal.

Lalu pegiat media sosial itu menerangkan alasan mengapa ia sudah jarang menulis.

“Saya sudah jarang nulis, pak Peter, karena saya sedang melirik satu lagi media selain media sosial untuk membangun propaganda positif untuk membangun keutuhan kembali negeri ini,” bebernya.

“Yaitu, Film. Bismillah, satu film bisa tayang tahun ini tentang kecintaan dan persahabatan. Film ini bisa terlaksana karena ada orang2 yang cinta Indonesia yang membantu dengan menyediakan logistiknya.”

Denny juga tampak sangat jujur mengatakan bahwa ia senang dengan apa yang tengah menimpa Demokrat saat ini. Menurutnya, itu karma.

“Dan ketika Demokrat digoyang, saya termasuk yang ikut senang meskipun sama sekali tidak terlibat di dalam. Bagi saya, itu karma. Biarlah mereka merasakan sedikit saja rasa terancam sesudah selama ini menebar pesona sambil membuat banyak kerusakan.”

Di akhir tulisannya, Denny meminta Peter agar sekiranya dapat keluar “cangkang” dan mencari tahu sendiri mengapa orang-orang banyak yang tak menyukai SBY.

“Keluarlah, pak Peter. Bertemulah dengan banyak orang dan bertanya, ‘Kenapa mereka tidak suka keluarga SBY?’ Nanti bapak akan menemukan banyak jawabannya. Seruput kopi dulu, bapak. Semoga tetap sehat. Denny Siregar,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis terkini.id pada hari Sabtu pagi ini, 13 Maret 2021, tulisan Denny Siregar tersebut telah menarik hampir 20.000 likes pengguna media sosial dan nyaris menyentuh 2.000 komentar.

Sebagai tambahan, berikut sindiran Peter F. Gontha yang memicu lahirnya tulisan super panjang Denny Siregar di atas:

“Mengapa saya mendapat kesan bahwa para Blogger yang saya sebut di bawah rame rame sepertinya sangat tidak suka keluarga SBY, apakah itu hanya kesan saya yang salah?

Refly harun, Ade Armando, Denny Siregar, Akbar faizal, Budiman Tanuredjo,Najwa Shihab, Alifurrahman, Yusuf Muhammad, Erizeli Bandaro, Niken Setyawati, Eko Kunthadi dan Mazdjo Pray,

S:


Nama

Article,48,Berita,3874,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,3875,News,571,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Denny Siregar Blak-blakan Kemukakan Alasan Tak Suka SBY: Dari Mafia, FPI, HTI, hingga ISIS, Apa Hubungannya?
Denny Siregar Blak-blakan Kemukakan Alasan Tak Suka SBY: Dari Mafia, FPI, HTI, hingga ISIS, Apa Hubungannya?
https://1.bp.blogspot.com/-FIVr93ysWX4/YEzKo5JxsnI/AAAAAAAAIeA/GWIK1lAqPXUA5Lup45puj19bu3WcQyJiACLcBGAsYHQ/w640-h346/Screenshot_2021-03-13-21-16-49-17.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-FIVr93ysWX4/YEzKo5JxsnI/AAAAAAAAIeA/GWIK1lAqPXUA5Lup45puj19bu3WcQyJiACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h346/Screenshot_2021-03-13-21-16-49-17.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/03/denny-siregar-blak-blakan-kemukakan.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/03/denny-siregar-blak-blakan-kemukakan.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy