$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Aksi Heroik Yosi Saat Bom Meledak, Tinggalkan Makan dan Kerjaan Demi Selamatkan Nenek dan Dua Cucunya

PELITANEWS.CO - Namanya Yosi, 29 tahun. Dia menjadi pahlawan saat aksi bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral, Makassar, pada Minggu pag...


PELITANEWS.CO
- Namanya Yosi, 29 tahun. Dia menjadi pahlawan saat aksi bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral, Makassar, pada Minggu pagi (28/3/2021) kemarin.

Saat peristiwa mengerikan itu terjadi, ia juga sempat mengaku kaget dan sempat merasa takut. Namun semua itu tiba-tiba lenyap. Jiwa patriot dalam dirinya seketika muncul.

Karyawan Kafe Pelangi di Jalan Kajaolalido ini pun sigap menuju ke sumber suara ledakan itu, yang berasal dari gereja tersebut. Yosi tak sendiri. Dia bersama dua temannya yang juga menjadi pahlawan saat itu. Namanya Yusuf, 28 tahun dan Asis, 21 tahun.

“Saya sementara jam kerja dan lagi mau makan. Terdengar ledakan kayak bergerumuh. Spontan saya berdiri dan saya ajak teman ke sana yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat kerja saya ke TKP,” kata Yosi, kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Setibanya di sana, Yosi dan dua temannya langsung menyelamatkan seorang wanita lansia beserta tiga cucunya yang terluka, akibat serpihan bom dan material lainnya di lokasi tersebut.

Tiga sekawan ini melihat wanita itu sudah mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Sementara kaki salah satu cucu dari wanita itu pun terluka.

“Orang berhamburan lari ke sini (ke arah Kafe Pelangi), kami bertiga malah ke sana (gereja). Sampai di sana, sudah ada mobil yang pecah kacanya, ibu yang terluka di trotoar kanan dan kiri,” terang dia.

Tak pikir panjang, Yosi dan dua temannya itu pun berinisiatif mencari tumpangan dengan pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Tak sesekali, Yosi merasa geram dengan pengendara lain yang enggan memberi tumpangan.

“Kami pun inistaif kami ambil ini ibu kita bawa ke sana (RS) nanti kita lihat keadaannya lagi. Terus spontan kami antar. Sempat teriak dan jengkel sih, tidak ada yang mau tinggal untuk bawa ini ibu. Saya tolong ibu-ibu sama tiga cucunya,” jelas Yosi, di tempat kerjanya.

Beruntung ada salah satu petugas minimarket yang bersedia menolong wanita dan cucunya itu yang terluka, dibawa ke rumah sakit terdekat menggunakan sepeda motor miliknya.

Tak hanya wanita dan tiga cucunya tadi yang terluka. Di lokasi, Yosi juga melihat empat warga lainnya yang turut menjadi korban bom bunuh diri, yang merupakan bagian dari aksi terorisme jaringan ISIS tersebut.

“Ada juga empat (warga) yang duduk dan tak bisa berdiri karena sakit kakinya. Pas mau ke sebelah, ada petugas yang tiba di situ. Dia selamatikan mi. Saya kembali dan lihat kondisi di situ,” terang dia.

Setelah semua korban telah dibawa ke rumah sakit, tak jauh dari situ, mata Yosi terpejam. Dia melihat potongan tubuh manusia berserakan. Darah pun berceceran dan daging pun menempel di sebuah motor yang terbakar di gerbang gereja tersebut.

“Kondisinya juga parah. Tubuh manusia juga berserakan. Terhambur. Bahkan sudah diinjak-injak itu daging dan tidak tahu apa itu diinjak potongan tubuh,” kata Yosi, yang saat itu merasa jijik.

“Sata pikir itu urusan takut, itu urusan belakang. Yang saya pikir bagaimana selamatkan dulu. Bahkan saya lebih dlu daripada petugas datang. Jadi siapa lagi yang tolong kalau bukan kita,” sambung dia sambil tersenyum.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar. Lelaki Lukman dan istrinya, YSF menjadi pelaku bom bunuh diri gereja tersebut.

Pasangan suami istri yang baru saja menikah sejak tujuh bulan yang lalu ini merupakan kelompok Jemaah Asharut Daurah (JAD), yang berafiliasi dengan ISIS.

Puluhan jemaah dari kelompok ini juga sudah ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti-teror pada Januari 2021 lalu, di berbagai daerah di Sulsel. Seperti di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Enrekang.

Kelompok ini juga pernah terlibat aksi tindak pidana terorisme di Dolo, Filipina pada tahun 2012 silam. Olehnya itu, aparat kepolisian belum tinggal diam untuk menumpas tuntas kelompok terlarang ini.

“Kami masih lakukan pendalaman. Semoga semua bisa tertangkap,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Mapolda Sulsel, kemarin. (Ishak/fajar)

S:Fajar


Nama

Article,47,Berita,2947,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,2948,News,135,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Aksi Heroik Yosi Saat Bom Meledak, Tinggalkan Makan dan Kerjaan Demi Selamatkan Nenek dan Dua Cucunya
Aksi Heroik Yosi Saat Bom Meledak, Tinggalkan Makan dan Kerjaan Demi Selamatkan Nenek dan Dua Cucunya
https://1.bp.blogspot.com/-I9bsxU2-Z7g/YGOr8HFIOjI/AAAAAAAAJMQ/cadFOKx3kIQ7Ko9tQDm58Ga7gIobi_AmwCLcBGAsYHQ/w640-h370/Screenshot_2021-03-31-05-52-23-36.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-I9bsxU2-Z7g/YGOr8HFIOjI/AAAAAAAAJMQ/cadFOKx3kIQ7Ko9tQDm58Ga7gIobi_AmwCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h370/Screenshot_2021-03-31-05-52-23-36.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/03/aksi-heroik-yosi-saat-bom-meledak.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/03/aksi-heroik-yosi-saat-bom-meledak.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy