$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Tetiba Rizieq Shihab Teriak Kesakitan &Nyaris;Pingsan,Sesak Napas,AsamLambung Kambuh,Ini Kronologi

PELITANEWS.CO - Rizieq Shihab yang masih dalam tahanan tiba-tiba berteriak kesakitan dan hampir pingsan Orang nomor satu di Front Pembela I...


PELITANEWS.CO
- Rizieq Shihab yang masih dalam tahanan tiba-tiba berteriak kesakitan dan hampir pingsan

Orang nomor satu di Front Pembela Islam itu menderita berbagai penyakit yang cukup kronis

Terungkap kronologi Rizieq Shihab teriak kesakitan di dalam sel.

Bahkan, sempat membuat Rizieq Shihab nyaris pingsan di dalam sel dan bikin polisi kalang kabut.

Dia Muhammad Rizieq Shihab alias Rizieq Shihab tengah mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam sel.

Dua bulan lamanya sudah Rizieq Shihab di sel lantaran terlibat kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Selain itu Rizieq Shihab juga diduga melakukan penghasutan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Dalam waktu dua bulan ini, kondisi terkini Rizieq Shihab di dalam sel kerap naik turun.

Kejadian itu semua dibenarkan langsung oleh kuasa hukum Rizieq Shihab , Aziz Yanuar

Aziz mengungkapkan jika kondisi kliennya beberapa kali dalam kondisi tidak stabil.

Menurut Aziz, penyakit Rizieq Shihab beberapa kali kambuh, yakni asam lambung.

Meski demikian, Rizieq Shihab tetap semangat mengajar salat dan mengaji tahanan lain.

"Masih GERD dan sesak nafas sering kadang kambuh," kata Aziz saat dikonfirmasi, Senin (15/2/2021).

”Alhamdulillah baik dan masih pemulihan dari kondisi kesehatan beliau," jelasnya.

Rizieq kini ditempatkan satu sel dengan menantunya, Habib Hanif Alatas , dan mantan Ketum FPI Ahmad Shabri Lubis.

Ketiganya ditahan di Rutan Bareskrim.

Sebelumnya, Rizieq ditahan sendirian dalam sel Bareskrim Polri.

" Rizieq satu sel dengan Habib Hanif Alatas dan KH Ahmad Shabri Lubis," kata Aziz.

Aziz mengatakan, selama di rutan kegiatan Rizieq banyak diisi dengan berdakwah dan berdiskusi tentang agama.

Rizieq juga mengajar mengaji para tahanan lain.

"(Kegiatan) Membaca, menyelesaikan disertasi dan berdiskusi agama serta berdakwah"

"Mengaji untuk para tahanan supaya yang belum bisa ngaji dan salat bisa. Yang sudah bisa jadi tambah baik," kata Aziz.

Rizieq ditahan sejak Desember 2020. Awalnya ia ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya

Kemudian pada 14 Januari 2021 penahanannya dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri

Belakangan pada 8 Februari 2021 menantunya, Habib Hanif Alatas, mantan ketua umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Shabri Lubis, dan beberapa tersangka lainnya ikut ditahan di rutan Bareskrim Polri.

Hanif ditahan karena kasus RS Ummi Bogor

Sedangkan Ahmad Shabri Lubis, Haris Ubaidillah, Habib Ali Alwi Alatas, Habib Idrus Alhabsy, Maman Suryadi terkait kasus kerumunan massa di Petamburan dan di Tebet.

"Penahanan, terhadap tujuh orang tersangka dilakukan penahanan di rutan untuk masa waktu selama 20 hari terhitung sejak tanggal 8 Februari 2021 sampai dengan 27 Februari 2021 dan ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Bareskrim Mabes Kepolisian RI di Jakarta Selatan," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Leonard Ebenezer Simanjuntak dalam keterangannya, Senin (8/2/2021).

Menurut Leonard, penahanan ketujuh tersangka dilakukan untuk permudah proses penyelesaian perkaranya dengan mempertimbangan unsur obyektif dan unsur subyektif.

Namun satu tersangka Andi Tatat yang merupakan Direktur Utama (Dirut) RS Ummi, Bogor tidak dilakukan penahanan.

"AA atas permohonan yang bersangkutan dan pertimbangan tenaganya sangat diperlukan dalam penanggulangan pandemi Covid 19 maka kepada yang bersangkutan tidak dikenakan penahanan," jelasnya.

Terkait kasus yang menjerat Rizieq, tim pengacaranya telah mengajukan permohonan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menyatukan ketiga berkas perkara yang menjerat Rizieq menjadi satu berkas perkara dalam persidangan.

Ketiga berkas itu meliputi kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan dan Megamendung serta kasus tes swab di RS Ummi Bogor.

"Kami meminta kepada Penuntut Umum untuk menggabungkan seluruh berkas perkara Klien kami (Habib Rizieq) tersebut dalam satu persidangan"

"Hal demikian berdasarkan pada Asas Peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan," kata Aziz Yanuar

Selain itu, Aziz menyampaikan kliennya yang lain atas nama Ahmad Sabri Lubis, Haris Ubaidillah, Idrus, Ali Alwi Alatas, Maman Suryadi dan Muhammad Hanif Alatas yang juga dijerat kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Dia meminta JPU memisahkan (split) keseluruhan berkas tersebut dengan berkas Rizieq.

"Berkenaan hal tersebut, kami meminta kepada Penuntut Umum untuk memisahkan (split) seluruh berkas perkara klien kami ini, dengan perkara klien kami Moh Rizieq alias Habib Mohammad Rizieq Shihab," ujarnya.

Aziz mengatakan surat permohonan tersebut telah diterima pihak Jaksa Agung Republik Indonesia, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk nantinya diproses.

Sebelumnya, tiga berkas perkara kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dengan tersangka Rizieq Shihab sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Persidangan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Semua sudah P21 termasuk berkas perkara RS Ummi Bogor," tutur Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).

Ketiga berkas perkara itu adalah kasus kerumunan di Petamburan, Megamendung dan terkait menghalang-halangi swab tes di RS Ummi Bogor.

Pada kasus kerumunan di Petamburan, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka pada 14 November 2020. Ia diduga melanggar Pasal 160 KUHP.

Pasal itu berbunyi tentang penghasutan kepada masyarakat supaya melakukan perbuatan pidana sehingga terjadi kedaruratan kesehatan di masyarakat.

Rizieq juga diduga melanggar Pasal 216 KUHP yang berbunyi tentang ketidakpatuhan terhadap undang-undang.

Sedangkan pada kasus kerumunan di Megamendung, Rizieq diumumkan menjadi tersangka pada Desember 2020.

Dalam kasus ini, polisi hanya menetapkan satu tersangka karena acara di Megamendung digelar tanpa kepanitiaan.

Dalam kasus itu, polisi menjerat Rizieq dengan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Pasal 216 KUHP.

Kasus terakhir ialah perkara hasil tes usap di RS Ummi Bogor.

Kasus ini bermula saat Rizieq dirawat di RS Ummi dan melakukan tes usap pada 27 November 2020.

Rizieq melakukan tes usap bukan dengan pihak rumah sakit, melainkan lembaga Mer-C.

Satgas Covid-19 Kota Bogor mempersoalkan lantaran hal tersebut tidak sesuai prosedur.

Akhirnya, pemerintah melaporkan rumah sakit ke kepolisian.

Satgas menganggap RS Ummi Bogor menghalang-halangi tugas Satgas Covid-19.

Rizieq bersama menantunya, Hanif Alatas, dan Direktur Utama RS Ummi Bogor Andi Tatat ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Januari 2021.

Sempat Teriak Kesakitan

Rizieq Shihab sempat teriak kesakitan dari balik sel gara-gara asam lambung naik, polisi sampai kalang kabut.

Rizieq Shihab sempat dikabarkan dalam kondisi mengkhawatirkan hingga membutuhkan tabung oksigen.

Ia kesakitan lantaran asam lambungnya naik.

Kuasa hukum Rizieq Shibab, Sugito Atmo Prawiro, menuturkan kronologi kliennya hampir pingsan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Sugito mengatakan Rizieq Shihab hampir pingsan, Jumat pekan lalu, karena kemungkinan asam lambung naik.

Saat itu, ungkap Sugito, Rizieq sempat berteriak minta tolong pada tahanan lainnya agar dipanggilkan Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya.

"Itu tanggal 1 Januari 2021 malam. Mungkin karena asam lambungnya naik, beliau hampir pingsan," terang Sugito, Kamis (7/1/2021), dikutip Tribunnews dari Tribun Jakarta.

Karena saat itu kondisi Rizieq sangat mengkhawatirkan, suasana di Polda Metro Jaya kalang kabut.

Sugito mengatakan kedatangan dokter dari pihak Polda Metro Jaya sangat terlambat.

Ia menyebut harus ada oksigen apabila Rizieq mengalami sesak napas, jika tidak, akan berakibat fatal.

Namun, saat itu, kata Sugito, tidak ada oksigen di Polda Metro Jaya.

Akhirnya, keluarga Rizieq Shihab mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengantarkan oksigen.

"Pukul 21.00 WIB baru datang Dokkes Polda, dan itu sangat terlambat."

"Habib itu kalau sudah sesak napas, di sampingnya memang harus ada oksigen. Kalau tidak ya bisa fatal," tutur Sugito, dilansir Tribun Jakarta.

"Kalau misalnya asam lambung kambuh, beliau memang harus ada oksigen. Enggak bisa jauh," tandasnya.

S:


Nama

Article,47,Berita,2063,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,2065,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Tetiba Rizieq Shihab Teriak Kesakitan &Nyaris;Pingsan,Sesak Napas,AsamLambung Kambuh,Ini Kronologi
Tetiba Rizieq Shihab Teriak Kesakitan &Nyaris;Pingsan,Sesak Napas,AsamLambung Kambuh,Ini Kronologi
https://1.bp.blogspot.com/-CB5GUbYqRjE/YC0RBGb3pRI/AAAAAAAAHXY/4C5LSEz48AA8ISj2gz1ySd_B8DuyqWncgCLcBGAsYHQ/w640-h360/IMG_20210217_194639.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-CB5GUbYqRjE/YC0RBGb3pRI/AAAAAAAAHXY/4C5LSEz48AA8ISj2gz1ySd_B8DuyqWncgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/IMG_20210217_194639.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/02/tetiba-rizieq-shihab-teriak-kesakitan.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/02/tetiba-rizieq-shihab-teriak-kesakitan.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy