$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Saksi Ungkap Isi Pesan Grup KAMI Medan, Ada Ajakan Ganyang dan Menjarah

PELITANEWS.CO - Sidang perkara terdakwa Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Khairi Amri dan terdakwa Wahyu Rasasi Putr...


PELITANEWS.CO
- Sidang perkara terdakwa Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan, Khairi Amri dan terdakwa Wahyu Rasasi Putri kembali digelar di ruang cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (17/2/2021).

Dalam sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi dari kepolisian yakni Asfil Syahputra.

Dalam kesaksiannya, Asfil mengungkapkan pada saat berlangsungnya demonstrasi besar-besaran penolakan RUU Omnibuslaw di DPRD Sumut, ia melihat terdakwa Khairi ikut aksi tersebut dan memerintahkan anggotanya melempari batu.

"Lihat (terdakwa ikut demo), dibilang maju terus jangan takut polisi, lempari, diucapkannya berkali-kali," ungkap saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong.

Setelah itu, kata saksi, sejumlah orang pun lantas melempari batu ke arah polisi sehingga mengenai gedung DPRD Sumut dan polisi.

"Massa melakukan pelemparan juga di kantor DPRD," ucapnya.

Selain itu, saksi mengungkapkan bahwa terdakwa Khairi juga sebagai pemasok makanan bagi sejumlah peserta aksi.

"Pemasok makanan untuk peserta aksi juga," ucapnya.

Saksi juga mengatakan setelah dilakukannya penangkapan, pihaknya pun memeriksa ponsel terdakwa Khairi dan didapati sebuah grup bernama KAMI Medan.

Dikatakannya, di dalam grup itu terdapat beberapa postingan provokatif untuk mengajak anggota grup ikut aksi di Gedung DPRD Sumut. Namun dikatakan saksi, terdapat juga postingan ajakan penjarahan.

"Saat itu kita buka (ponsel terdakwa Khairi) ada grup KAMI Medan, terdakwa Khairi sebagai adminnya. Isinya itu (grup WA) ada beberapa kata-kata provokasi antara lain ganyang Cina, provokasi pelemparan gedung DPRD, dan lainnya," ungkap saksi.

Usai pemeriksaan seluruh saksi, hakim pun menunda sidang pekan depan.

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun mengungkapkan, perkara yang menjerat Ketua KAMI Medan itu, bermula pada September 2020 lalu, saat Khairi berinisitif membentuk komunitas yakni KAMI di Kota Medan secara independen seperti KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantiyo, mantan Panglima TNI.

"Meskipun terdakwa belum pernah berkomunikasi dan tidak ada kaitannya dengan KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantiyo. Dalam rangka persiapan tersebut, terdakwa berinisiatif untuk membentuk komunitas melalui grup WhatsApp KAMI Medan," ungkap JPU.

Selanjutnya, Khairi menjadi Admin Group yang dalam perkembangannya, jumlah anggota grup WhatsApp KAMI Medan kurang lebih sebanyak 70 orang, yang terdiri dari berbagai elemen masyakat antara lain mahasiswa, buruh dan ibu rumah tangga.

"Bahwa maraknya aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Indonesia berkaitan dengan penolakan rencana pengesahaan undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) oleh pemerintah, telah menjadi bahan perbincangan dalam WhatsApp Grup KAMI Medan, dan Terdakwa mendukung adanya rencana aksi unjuk rasa, yang akan dilakukan oleh mahasiswa di depan kantor DPRD Sumatera Utara," kata JPU.

• Tahun Kerbau Logam, Intip Bisnis yang Bersinar Tahun Ini, Berikut 4 Shio Beruntung

• Hitungan Menit Usai Divaksin Sinovac, Seorang Dokter di Medan Hilang Kesadaran, Ini Penyebabnya

Selanjutnya, urai JPU terdakwa pun menyampaikan pesan kepada sesama anggota grup WhatsApp KAMI Medan, dengan mengatakan, "Bagi kawan-kawan yang akan mengikuti AKSI DEMO di DPRD SUMUT, carilah titik kumpul yang aman dan jangan terpisah dari kawan kawan"

Tidak hanya itu, terdakwa juga berencana mengikuti aksi unjuk rasa tersebut. Bahkan terdakwa menyatakan rasa kebenciannya terhadap golongan tertentu, yakni anggota Polri.

"Terdakwa, telah menuliskan kalimat di grup WhatsApp: “Gawat x ah... Wercok ini... Baru lagi saya dapat telpon mengingatkan,,, kalau KAMI dan PETA jangan turun aksi.... Paranoid ini saya pikir... Bahkan melarang saya hadir ke sana... Saya jawab.... Kelen aja lah yang jangan kesana.... Aku kerja dan cari makan di gedung DPRD SUMUT sejak 2004...”

Postingan pesan kalimat tersebut telah ditujukan kepada seluruh anggota grup WhatsApp, agar seluruh anggota grup turut membenci atau memusuhi anggota Polri yang disamakan penyebutannya oleh Terdakwa dengan wereng coklat yang disingkat Wercok” sebagai sebutan untuk Polisi," urai JPU.

Selain itu kata JPU, agar para anggota grup tidak takut terhadap larangan polisi, untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sumut dan mengharapkan anggota grup KAMI Medan, tetap melakukan aksi unjuk rasa.

"Karena sebenarnya Terdakwa mengharapkan, seluruh elemen masyarakat turun mendukung aksi ini sebagaimana pesan yang dikirimkan pada grup WhatsApp KAMI Medan dengan kalimat, “Tapi kita berharap seluruh elemen masyarakat turun mendukung aksi ini," kata JPU.

Selanjutnya Terdakwa kembali menuliskan kalimat dan gambar yang dikirimkan dalam grup WhatsApp KAMI Medan terkait menjual gedung MPR/DPR/DPD RI.

"Terdakwa Khairi tetap memposting gambar dan kalimat, dengan maksud mengubah pola pikir sekaligus mengajak atau mempengaruhi anggota grup tersebut agar membenci kelompok golongan tertentu yakni anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)," ungkap JPU.

Selanjutnya, kata JPU, atas kalimat yang disertai Gambar mengenai Polisi maupun anggota DPR dalam Grup WhatsApp tersebut telah menyebabkan sejumlah anggota grup memberikan dukungan aksi unjuk rasa, yang dilakukan kalangan mahasiswa pada hari Kamis 8 Oktober 2020 dan hari Jumat 9 Oktober 2020, bertempat di Gedung DPRD Sumut serta memberikan dukungan logistik bagi massa peserta aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh.

"Perbuatan Terdakwa Khairi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 14 Ayat (1) Lampiran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, atau Pasal 14 Ayat (2), atau Pasal 160 KUHP, jo. Pasal 64," pungkas JPU.

S:Tribun Medan


Nama

Article,47,Berita,2149,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,2151,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Saksi Ungkap Isi Pesan Grup KAMI Medan, Ada Ajakan Ganyang dan Menjarah
Saksi Ungkap Isi Pesan Grup KAMI Medan, Ada Ajakan Ganyang dan Menjarah
https://1.bp.blogspot.com/-KIYmiifkAF0/YC5cfqImVAI/AAAAAAAAHag/pMhtBxsBRPI9L9TlTSGWun9BK5DTCJcKACLcBGAsYHQ/w640-h360/Screenshot_2021-02-18-19-21-55-35.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-KIYmiifkAF0/YC5cfqImVAI/AAAAAAAAHag/pMhtBxsBRPI9L9TlTSGWun9BK5DTCJcKACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/Screenshot_2021-02-18-19-21-55-35.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/02/saksi-ungkap-isi-pesan-grup-kami-medan.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/02/saksi-ungkap-isi-pesan-grup-kami-medan.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy