$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Fakta Gadis 16 Tahun Diperkosa Pria 48 Tahun di Hutan, Melawan Bunuh Pelaku, Kini Jadi Tersangka

PELITANEWS.CO - Fakta Gadis 16 Tahun Diperkosa Pria 48 Tahun di Hutan, Melawan Bunuh Pelaku, Kini Jadi Tersangka TRIBUN-MEDAN.com - Perempu...


PELITANEWS.CO
- Fakta Gadis 16 Tahun Diperkosa Pria 48 Tahun di Hutan, Melawan Bunuh Pelaku, Kini Jadi Tersangka

TRIBUN-MEDAN.com - Perempuan 16 tahun korban rudapaksa harus menjalani hukuman karena melakukan pembunuhan terhadap orang yang akan memperkosanya.

Diketahui, gadis 16 tahun tersebut awalnya berniat membela diri dengan cara melawan pelaku.

Sebab ketika itu, dia akan diperkosa di dalam hutan.

Ia sendiri bisa kabur setelah melawan pelaku dan meninggalkannya begitu saja.

Ketika itu ia membela diri dengan cara membunuh pelaku.

Siang itu, Gadis 16 Tahun tengah mencari kayu bakar untuk memasak, tiba-tiba datang seorang pria yang sebenarnya cukup dikenal.

Melihat seorang Gadis 16 Tahun sendirian mencari kayu bakar di hutan, pria yang belakangan diketahui inisial NB (48) ini mulai mesum.

Dia kemudian mendatangi Gadis 16 Tahun ini dan memaksa mengajak berhubungan intim.

Dengan tegaas Gadis 16 Tahun ini menolak, pelaku NB kemudian marah.

Kemudian memukul Gadis 16 Tahun ini dan memperkosanya.

Namun Gadis 16 Tahun ini tak tinggal diam, meski terpojok dan kalah tenaga.

Tetapi dia melawan, Gadis 16 Tahun melakukan perlawanan sebisanya dan pelaku lengah.

Saat itulah dia membela diri dan membunuh pelaku, sebab dia akan diperkosa di hutan di kawasan Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tanggara Timur atau NTT.

Tak Tahu Jika Pelaku alias 'Korban' Tewas

Kini, Gadis 16 Tahun justru ditangkap, karena dia dicurigai sebagai pelaku tunggal yang membuat 'korban' tewas.

Bahkan dari keterangan pihak polisi yang memeriksa 'pelaku' alias korban yang nyaris diperkosa yakni Gadis 16 Tahun ini mengaku tak tahu jika pelaku tewas.

Sebab dia langsung melarikan diri ketika pelaku terjengkang karena perlawanannya.

Digiring ke penjara

Lalu Gadis 16 Tahun alias Anak perempuan tersebut pun akhirnya digiring Tim Buser ke Mapolres TTS untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Akibat kejadian tersebut, anak perempuan di bawah umur itu pun dijerat Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup dan minimal 25 tahun penjara.

Namun, Menanggapi itu, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif mengaku telah memerintahkan Kapolres TTS agar kasus itu ditangani secara humanis.

"Saya sudah printahkan Kapolres agar kasus itu ditangani secara humanis. Yang bersangkutan tidak ditahan di Polres," ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Menurut jenderal bintang dua ini, Polri tetap profesional dan proporsional dalam proses hukum yang dilakukan untuk memberikan rasa keadilan baik bagi tersangka juga untuk korban yang meninggal.

Ia mengatakan, semua proses penyidikan dilakukan secara humanis dan tetap menjunjung tinggi HAM. Pelaku saat ini dititipkan di direktorat rehabilitasi sosial anak di Kupang.

Siapkan Psikolog dan Didampingi

"Ada Polwan dan tenaga psikolog yang sudah saya perintahkan untuk pendampingan tersangka, sehingga dapat membuat tenang proses hukumnya. Pengadilanlah yang nantinya memberikan putusan terbaik," katanya.

Untuk diketahui, mayat NB yang diketahui merupakan warga Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS ditemukan tewas di sebuah hutan pada Kamis (11/2/21).

Polisi pun melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat NB tersebut, dan mencurigai perempuan yang masih di bawah umur itu.

Tidak Ditahan

Informasi terakhir Gadis 16 Tahun ini memang tidak ditahan, meski proses hukum tetap dijalaninya karena menghilangkan nyawa seseorang.

Seperti diketahui, NB (48) tewas, di hutan, Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, mereka mencurigai anak di bawah umur tersebut sebagai pelaku pembunuhan terhadap NB.

Polisi pun akhirnya membekuk wanita bawah umur itu di kediamannya.

Bermula dari penemuan mayat di Hutan

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera mengatakan, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, pihak kepolisian belum menerapkan pasal kepada remaja tersebut.

Polisi juga tidak menahan MS.

"Karena tersangka masih berumur 15 tahun maka tersangka dititipkan di Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak di Kupang," ungkap Bahtera saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/2/2021) pagi.

Kasus ini diketahui bermula ketika Polsek Kualin mendapat informasi terkait penemuan jenazah di Hutan Haikmeu, Desa Oni.

Setelah itu, unit identifikasi Polres TTS langsung menuju ke tempat kejadian perkara.

"Kami tiba di TKP tanggal 12 Februari 2021 sekitar pukul 01.00 Wita," kata Bahtera.

Pihaknya menemukan korban NB dengan posisi telungkup dengan wajah menghadap ke tanah dan kedua tangannya memegang dua pasang sandal.

Saat ditemukan, korban memakai sebuah tas samping berwarna hitam yang berisi sirih pinang.

"Setelah melakukan olah TKP, unit identifikasi melakukan pemeriksaan jenazah bersama dokter Puskesmas Panite," ujar dia.

Hasil pemeriksaan medis ditemukan korban mengalami luka robek pada leher sebelah kanan karena terkena benda tajam.

Usai olah TKP dan pemeriksaan medis, unit identifikasi, buser, anggota Polsek Kualin dipimpin oleh Kasat Reskrim dan Kapolsek Kualin, langsung menginterogasi sejumlah saksi.

Mereka yang diinterogasi yakni keluarga dan teman-teman korban, serta masyarakat yang kontak dengan korban sebelum ditemukan meninggal.

Sekitar pukul 06.30 Wita, polisi menemukan pelaku pembunuhan.

"Pelaku adalah seorang anak perempuan berumur 15 tahun, yang merupakan keluarga dekat korban," kata dia.

Saat diinterogasi, pelaku mengaku menghabisi korban karena korban memaksa pelaku agar berhubungan badan saat tersangka berada di lokasi kejadian untuk mencari kayu api.

Hingga kini polisi telah memeriksa 12 saksi untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Intinya kasus ini masih dalam pengembangan dan kita akan sampaikan hasilnya," kata Bahtera.

S:Tribun Medan


Nama

Article,48,Berita,3521,Contact,4,Insight,7,Internasional,10,Nasional,3522,News,455,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Fakta Gadis 16 Tahun Diperkosa Pria 48 Tahun di Hutan, Melawan Bunuh Pelaku, Kini Jadi Tersangka
Fakta Gadis 16 Tahun Diperkosa Pria 48 Tahun di Hutan, Melawan Bunuh Pelaku, Kini Jadi Tersangka
https://1.bp.blogspot.com/-_xCt9HqkAMc/YC_OVFojmFI/AAAAAAAAHfM/Rvg4Gg3oTxc27EY-3rbY9RkwHo6d3xF6QCLcBGAsYHQ/w640-h358/Screenshot_2021-02-19-21-36-48-71.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-_xCt9HqkAMc/YC_OVFojmFI/AAAAAAAAHfM/Rvg4Gg3oTxc27EY-3rbY9RkwHo6d3xF6QCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h358/Screenshot_2021-02-19-21-36-48-71.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/02/fakta-gadis-16-tahun-diperkosa-pria-48.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/02/fakta-gadis-16-tahun-diperkosa-pria-48.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy