$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

PSI Kembali Teriak Sindirian Terkait Anggaran Pembelian Lahan Pemakaman Oleh Pemprov DKI

PELITANEWS.CO - Kebijakan Pemprov DKI terkait anggaran lahan pemakaman kembali menjadi sorotan Komisi D Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta. Apa...


PELITANEWS.CO
- Kebijakan Pemprov DKI terkait anggaran lahan pemakaman kembali menjadi sorotan Komisi D Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta.

Apakah ada manipulasi pembelian lahan pemakaman sehingga Fraksi PSI kembali bersuara tanpa diimbangi protes krisis dari Partai lain yang duduk sebagai legislator di DPRD DKI.

Andre Vincent Wenas, Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) terus terang merasa heran terhadap sikap para Anggota Dewan dari pengadaan lahan.

“Satu sisi Gubernur DKI Anies secara terang menderang bahwa kondisi saat ini DKI memperlukan lahan untuk pemakaman sebagai satu solusi dari krisis lahan saat pandemi alami lonjakan tinggi,” ungkapnya.

Akhirnya Wagub Jakarta, Ahmad Riza Patria, angkat bicara. Lantaran Gubernur Anies bungkam seribu bahasa perkara terhadap lahan pemakaman di DKI Jakarta yang sedang disorot oleh Justin Adrian Untayana, anggota Komisi D dari fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta.

Kata Andre komentar Wagub Riza Patria pun tak jauh beda hanya sebatas keterangan serta mengalihkan isu tanpa logika bahwa krisis lahan pemakaman itu bukan cuma terjadi di Jakarta.

“Lha? Apa relevansinya? Sesat logika,” kata Andre.

Namun, seperti biasa, soal pembelian lahan pemakaman ini pun gelap dan sangat tidak transparan prosesnya. Justin Adrian Untayana (PSI) sudah beberapa kali angkat bicara di parlemen dan akhirnya isu ini pun mencuat ke publik.

Lantaran seperti biasa, mesti dicuatkan ke publik dulu supaya dapat perhatian. Karena kalau hanya jadi wacana internal parlemen, maka akan seperti berteriak di ruang hampa udara. PSI boleh saja berteriak-teriak sampai serak suaranya, namun itu pun bakal sia-sia belaka.

Kok kayaknya semua fraksi lain seperti yang sudah “dibeli” dan dicengkeram oleh suatu daya kooptasi yang besar, entah itu dari eksekutifnya dan atau dari kekuatan gurita para sponsor (bohirnya).

Saling bekelindannya kepentingan yang kolutif, dimana banyak partai butuh dana politik, sementara eksekutifnya pun butuh pengamanan posisi kekuasaan.

Transaksi politik pun terjadi saat ini terus terjadi dengan kondisi pandemi menjadi pemanfaatan transaksional politik.

Seperti fraksi-fraksi besar di parlemen Jakarta dengan 106 kursi seakan seperti lumpuh dalam melakukan kontrol budgeting terhadap eksekutif

Seperti kita ketahui, yang terbesar tentu saja masih PDIP dengan 25 kursi, sehingga kursi Ketua DPRD DKI Jakarta pun ada dalam kekuasaan PDIP, saat ini Ketuanya Prasetyo Edi Marsudi.

Baru disusul Gerindra dengan 19 kursi, lalu PKS 16 kursi, Demokrat 10 kursi, PAN 9 kursi, PSI 8 kursi, Nasdem 7 kursi, Golkar 6 kursi, PKB 5 kursi, dan PPP 1 kursi.

Dilihat dari sifat krisis terjadi di parlemen hanya fraksi PSI yang nyata terus-menerus mengritisi kebijakan Gubernur, sedangkan fraksi lain bungkam seribu bahasa.

Bahkan saat isu tunjangan jumbo yang baru lalu itu malah terkesan ikut dalam gerombolan perompak anggaran rakyat, mengapa? Walk-out ngawur ala Jamaludin (fraksi Golkar) pun diikuti oleh semua fraksi lain, dan lagi-lagi PSI ditinggal sendirian.

Megawati Pernah Sindir Kepimpinan Anies Baswedan

Padahal dalam pidato politiknya belum lama ini Bu Megawati Soekarnoputri (Ketum PDIP) juga sudah ikut menyindir kepemimpinan Anies yang katanya telah membuat Jakarta jadi amburadul.

Namun sindiran Megawati ini pun seperti berlalu begitu saja. Fraksinya di parlemen Jakarta juga tetap impoten, tak mampu (atau memang tak mau) bertindak dengan langkah-langkah politik yang cukup signifikan untuk menginterpelasi Gubernur seperti yang pernah diinisiasi oleh fraksi PSI.

Soal pengelolaan anggaran yang sama sekali gelap alias tidak transparan pun semua bungkam. Program smart-budgeting yang dulu pernah digembar-gemborkan oleh Anies pun tak pernah ditanyakan progresnya oleh fraksi-fraksi besar di parlemen Jakarta, tandasnya.

Sekarang isu uang muka Formula-E kembali mencuat, menyusul dana bansos yang tak jelas juntrungannya. Bahkan Anies kabarnya sudah lempar handuk untuk soal penanganan pandemi Covid-19 di ibu kota, tanpa pertanggungjawaban yang jelas tentang dana trilyunan yang telah digelontorkan untuk penanganan Covid-19.

Sebelumnya ramai di medsos dimana dokter Tirta “ngamuk-ngamuk”, namun seperti biasa, itupun dianggap angin lalu oleh Anies. Dengan cara, bungkam seribu bahasa. Semua memang dibiarkan gelap gulita.

Kami curiga, kata Andre apakah kegelapan ini memang sengaja dibiarkan. Lantaran kegelapan adalah memang habitatnya para vampir penghisap darah termasuk bermain dalam kondisi kekinian pandemi.

Sehingga kita pun jadi bertanya-tanya, apakah para anggota parlemen di Jakarta juga sudah bermetamorfosa untuk membiarkan dirinya “digigit” bahkan saling gigit untuk menipu rakyat.

“Dari lahan pemakaman yang tidak jelas alias gelap, telah bangkit seperti vampir-vampir anggaran yang saling berebutan menghisap darah rakyat,” papar Andre.

S:sketsindonews


Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Nama

Article,46,Berita,1309,Contact,3,Insight,7,Internasional,10,Nasional,1312,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: PSI Kembali Teriak Sindirian Terkait Anggaran Pembelian Lahan Pemakaman Oleh Pemprov DKI
PSI Kembali Teriak Sindirian Terkait Anggaran Pembelian Lahan Pemakaman Oleh Pemprov DKI
https://1.bp.blogspot.com/-OK3TbP7sMbo/YA7Az0ujJWI/AAAAAAAAGBw/_9WFxAyKQVsbaAlbdSQl0a-odi-ft2WgQCLcBGAsYHQ/w640-h360/Screenshot_2021-01-25-19-58-11-50.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-OK3TbP7sMbo/YA7Az0ujJWI/AAAAAAAAGBw/_9WFxAyKQVsbaAlbdSQl0a-odi-ft2WgQCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/Screenshot_2021-01-25-19-58-11-50.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/01/psi-kembali-teriak-sindirian-terkait.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/01/psi-kembali-teriak-sindirian-terkait.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy