$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Miris! SBY blak-blakan akui politik agama merusak masyarakat sejak ‘Anies vs Ahok’

PELITANEWS.CO - Mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sejumlah unek-unek pemikirannya di awal tah...


PELITANEWS.CO
- Mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sejumlah unek-unek pemikirannya di awal tahun 2021 melalui akun jejaring media sosial pribadinya. 

Sejumlah permasalahan yang menerpa bangsa Indonesia dibahas oleh SBY, salah satunya tentang perpecahan akibat politik agama yang semakin marak di tanah air.

Dalam keterangan tertulis yang dibuat, di awal tahun 2021 ini SBY ingin menyampaikan sejumlah permasalahan yang menjadi perenungan dan pemikirannya sebagai salah satu tokoh nasional.

Adapun pesoalan yang dibahas terkait cara mencegah terbelahnya masyarakat Indonesia secara permanen yang disebabkan berbagai faktor, salah satunya demi panggung berpolitik.

“Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik, di awal tahun 2021 ini, untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan dan rasakan,” kata SBY, dikutip Hops pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Secara terbuka, SBY menyampaikan kekhawatirannya yang cukup mendalam perihal kehidupan berbangsa dan bermasyarakat di tengah kemajemukan suku, budaya, maupun agama yang ada di tanah air.

Pria yang merupakan purnawirawan TNI ini berpandangan bahwa kerukunan masyarakat yang ada pada saat ini cukup meresahkan. Bahkan dia menyebut kondisinya retak dan sangat jauh dari rasa persaudaraan antar masyarakat sebagai sebuah bangsa.

“Terus terang, ada kekhawatiran saya yang mendalam menyangkut kehidupan bermasyarakat dan berbangsa akhir-akhir ini. Khususnya berkaitan dengan kerukunan masyarakat atau harmoni sosial yang menurut saya terasa retak dan jauh dari semangat persaudaraan kita sebagai bangsa,” ujar SBY.

Meski memutuskan pensiun dari dunia politik yang ditandai dengan berhentinya dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat, SBY secara pribadi tetap mengamati sejumlah permasalahan yang ada di Indonesia.

Khusus dalam periode waktu tiga sampai empat tahun terakhir, kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia terasa sangat jauh dari kata ideal lantaran terciptanya jarak dan pemisah antar golongan yang semestinya bisa dihindari.

“Dengan tekun saya amati apa yang terjadi di negeri kita 3-4 tahun terakhir ini,” tutur SBY.

Bermula dari Pilkada DKI Jakarta 2017
Lebih lanjut dia mengakui dinamika politik di kisaran tahun tersebut, atau tepatnya pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, di mana pemilihan gurbenur mengerucut antara Anies Baswedan melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhasil mengubah cara pikir masyarakat.

“Bermula dari dinamika politik pada Pilkada Jakarta tahun 2017, sepertinya dalam kehidupan masyarakat kita terbangun jarak dan pemisah yang semestinya tak terjadi,” jelasnya.

Perebutan kursi orang nomor satu di DKI yang dibangun oleh kedua pihak membuat masyarakat terpecah belah akibat sejumlah faktor seperti politik identitas, pandangan politik, hingga ideologi.

Hal inilah yang dianggap menjadikan masyarakat mulai tidak akur dan saling melawan satu sama lain.

“Terbangun polarisasi yang tajam di antara kita, baik karena faktor identitas, politik maupun ideologi. Sepertinya masyarakat kita harus dibelah dua, kita dan mereka. Bahkan, ‘kita lawan mereka’,” tutur SBY.

“Sebagian dari kita menganggap mereka yang tidak sama identitasnya (agama misalnya), partai politiknya dan juga garis ideologinya adalah lawan,” sambungnya.

Sebagai contoh, kata SBY, kini ketika seseorang berpendapat di ranah keluarga hingga muka umum terasa tidak nyaman lagi. Bahkan di kalangan aparat pun juga merasakan hal yang sama.

“Untuk bicara pun merasa tidak nyaman. Garis permusuhan ini bahkan menembus lingkaran persahabatan yang sudah terbangun lama, bahkan lingkaran-lingkaran keluarga. Saya sungguh prihatin jika lingkaran tentara dan polisi yang harusnya menjadi contoh dalam persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa juga tak bebas dari hawa permusuhan ini,” ujarnya.

Seluruh elemen masyarakat harus sadar dan bergandengan
Dengan kondisi memperihatinkan seperti ini, tentu sangat menyedihkan dan membahayakan bagi masa depan bangsa Indonesia.

Namun, walaupun di Indonesia sepanjang sejarah pasti memiliki konflik sosial, bukan tidak mungkin hal itu dicegah dan dihindari.

SBY pun mengajak agar para pemimpin dan semua elemen masyarakat secara sadar mulai memikirkan serta mempertimbangkan hal teresebut.

“Kalau polarisasi sosial dan politik ekstrem, kontestasi dalam Pemilu dan Pilkada bisa sangat keras dan tidak damai. Bagi Indonesia yang sepanjang sejarahnya selalu ada konflik, baik vertikal maupun horizontal, keadaan buruk seperti itu harus kita cegah dan hindari,” ungkap SBY.

“Karenanya, mumpung belum terlalu jauh divisi dan polarisasi sosial serta politik di negeri kita, para pemimpin dan semua elemen bangsa harus sadar bahwa sesuatu harus dilaksanakan,” imbuhnya.

S:HopsID


Nama

Article,46,Berita,1724,Contact,3,Insight,7,Internasional,10,Nasional,1727,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Miris! SBY blak-blakan akui politik agama merusak masyarakat sejak ‘Anies vs Ahok’
Miris! SBY blak-blakan akui politik agama merusak masyarakat sejak ‘Anies vs Ahok’
https://1.bp.blogspot.com/-SeTPm5nYtIU/X_lgOIJxSOI/AAAAAAAAE4E/9ln9ZPG64n0B6I_aJGuChq2zEH6J3yWowCLcBGAsYHQ/w640-h408/Screenshot_2021-01-09-14-47-55-75.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-SeTPm5nYtIU/X_lgOIJxSOI/AAAAAAAAE4E/9ln9ZPG64n0B6I_aJGuChq2zEH6J3yWowCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h408/Screenshot_2021-01-09-14-47-55-75.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/01/miris-sby-blak-blakan-akui-politik.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/01/miris-sby-blak-blakan-akui-politik.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy