$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kehebatan Jenderal Andika Bereskan Masalah Jenderal & Kolonel Nganggur di Mabes TNI AD, Dipuji-puji

PELITANEWS.CO - Sosok Jenderal TNI Andika Perkasa datang ke Mabes TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD) saat situasinya tidak tenang. Penyebabn...


PELITANEWS.CO
- Sosok Jenderal TNI Andika Perkasa datang ke Mabes TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD) saat situasinya tidak tenang.

Penyebabnya banyak jenderal dan kolonel nganggur tak dapat jabatan.

Padahal ada jenderal dan kolonel berpresasi baru saja selesai pendidikan.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa (tribunnews)
Banyak juga perwira tinggi dan menengah selesai misi penting dan masuk Mabes tapi tak punya jabatan.

Saat seperti itu di Mabes TNI AD, Jenderal Andika Perkasa dilantik sebagai KSAD.

Apa solusi yang ditawarkan mantan pengawal pribadi Jokowi 2014 ini?

Mantan Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI (Purn) Widodo Iryansyah, mengisahkan pengalaman kariernya sebagai anggota TNI ketika menduduki jabatan perwira tinggi (pati).

Awalnya, Widodo membuka kisahnya kala ia menjabat Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawwai (ABW) pada 2015-2017. Waktu itu, pangkat Widodo masih Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI.

Sewaktu menjabat Danrem di Sintang Kalimantan Barat (Kalbar), Widodo memiliki atasan yakni Mayjen TNI Andika Perkasa, yang saat ini menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Diketahui, Andika Perkasa menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura pada periode 2016 sampai 2018.

Setelah itu, Widodo melanjutkan, dirinya mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya pada 2017-2018.

"Dari Danrem, saya Kasdam Brawijaya tidak pernah ketemu lagi (dengan Jenderal Andika Perkasa), setelah itu saya patisus (perwira tinggi khusus) 10 bulan. Jenderal bintang satu mantan Kasdam jadi pengangguran," kata Widodo dikutip dari YouTube TNI AD yang diunggah pada Selasa (29/12/2020).

Ketika tidak memiliki jabatan, Widodo mengaku sempat bingung. Namun, dia urung sedih lantaran ternyata bukan hanya dirinya yang tak punya jabatan.

Tetapi, ada puluhan jenderal lainnya yang bernasib sama dengannya. Padahal, kata Widodo, untuk meraih pangkat bintang itu sangat sulit.

"Ternyata bukan saya saja, ada juga bintang dua, bintang tiga, total 76 jenderal tak punya jabatan. Padahal, nyetak surat jenderal susahnya minta ampun," kata Widodo dikutip dari kompas.tv dengan artikel berjudul Suasana Mabesad Tak Bagus karena Banyak Jenderal dan Kolonel Nganggur, KSAD Andika Perkasa Diuji

Widodo menyebut, banyak jenderal yang akhirnya nonjob karena posisi jabatan sudah penuh.

Tak hanya jenderal, hal itu juga terjadi pada ratusan perwira menengah (pamen) yang tak punya jabatan.

"Bukan 76 Jenderal saja, ternyata ada 450 Kolonel juga yang tidak punya jabatan," ujar Widodo.

"Mulai habis sekolah enggak punya jabatan, pulang habis penugasan tak punya jabatan, yang bermasalah juga tak punya jabatan, yang ga ada masalah apa-apa juga tak punya jabatan, numpuk di situ (Mabesad)."

Menurut Widodo, dengan kondisi banyak Jenderal dan Kolonel yang nonjob membuat ritme kerja di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) menjadi tidak bagus.

Namun, kondisi tersebut berangsur berubah ketika Jenderal Andika Perkasa mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2018 menggantikan Jenderal Mulyono.

Jenderal Andika Perkasa langsung menyusun pengembangan organisasi di Mabes TNI AD. Banyak status jabatan dinaikkan dengan tujuan mereka yang nonjob bisa terserap.

"Suasana enggak bagus, nah di sinilah pertama kali kepemimpinan Jenderal Andika jadi KSAD diuji," ucap Widodo.

"Diuji bagaimana bisa memecahkan permasalahan 76 Jenderal ini dan sekitar 450 Kolonel yang tak punya jabatan saat itu, beliau mempunyai misi jauh ke depan."

"Diuji bagaimana bisa memecahkan permasalahan 76 Jenderal ini dan sekitar 450 Kolonel yang tak punya jabatan saat itu, beliau mempunyai misi jauh ke depan."

Setelah Jenderal Andika Perkasa menjabat sebagai KSAD, secara perlahan permasalahan tersebut bisa teratasi. Semua pati dan pamen yang menganggur bisa mempunyai jabatan.

Widodo mengungkapkan, pada awalnya banyak perwira yang tidak setuju dengan konsep yang dilakukan Jenderal Andika Perkasa untuk mengembangkan organisasi.

"Saya sendiri pernah berdiskusi dengan KSAD. Waktu saya jadi Korsali sekarang Kakorsali, saya tidak setuju dengan salah satu organisasi, kenapa dikasih bintang sekian, apa relevansinya, beban tugasnya apa, kok sampai diberi bintang tiga seperti ini," ucap Widodo.

"Tapi, setelah diberikan pemahaman dan wawasan, ternyata betul apa yang dibilang KSAD."

Menurutnya, dari semula banyak yang tidak setuju dengan konsep pengembangan organisasi baru tersebut, sekarang ini mereka mengakui ternyata benar konsepnya Jenderal Andika.

Contohnya, kata Widodo, seluruh Danrem di TNI AD yang mempunyai jabatan bintang satu hanya 10 orang. Sekarang seluruh Korem atau 35 Danrem yang ada di Ibu Kota Provinsi mempunyai jabatan bintang.

"Itu sangat wajar sekali. Dan itu merupakan tuntutan ke depannya," ujarnya.

Widodo menjelaskan, Danrem selaku pembina wilayah teritorial atau kewilayahan, sebelumnya kerap dianggap sepele saat hendak berkoordinasi dengan Forkopimda karena dianggap bukan levelnya.

"Contohnya, Danremnya kolonel, Kapoldanya bintang dua, Lantamalnya bintang dua, Danlanudnya bintang satu, di situ ada gubernur, kita kolonel sendiri, wawasannya kurang karena belum Lemhanas," ujar Widodo.

"Kadang-kadang rekan-rekan Forkopimda melihat masih kolonel, saran kita kadang-kadang belum bisa diterima, walaupun benar saran itu, karena menganggap tidak selera."

Setelah jabatan Danrem dinaikkan pangkatnya dengan diberi bintang, kondisinya sudah jauh berbeda. Korem 84/Baskarajaya yang ada di Surabaya, misalnya, saat ini jadi harmonis sekali.

"Komunikasinya dengan Forkopimda setempat baik karena levelnya sama," kata Widodo.

Profil dan Karier Jenderal Andika, Memang Mentereng!

Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 1964.

Ia adalah lulusan Akademi Militer 1987. Setelah lulus dari akademi militer, Andika langsung bergabung dengan jajaran korps baret merah, Kopassus.

Kariernya dimulai sebagai komandan peleton hingga berangsur-angsur naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1991), Den 81 Kopassus (1995), Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998).

Pada 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Kembali bertugas dalam waktu singkat, ia kemudian dimutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT Dam Jaya.

Belum genap setahun, ia dimutasi dan menjabat sebagai Pabandya A-33 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Selama bertugas, Andika banyak menghabiskan waktunya untuk pendidikan.

Dalam kurun waktu 2003 hingga 2011, lulusan S-1 sarjana ekonomi dalam negeri itu berada di Washington DC, Amerika Serikat, untuk memperoleh pendidikan militer.

Ia meraih tiga gelar S-2 (MA, MSc, MPhil) dan satu gelar S-3 (PhD) dari The George Washington University, National Defense University, Norwich University, dan Harvard University.

Pada 8 November 2013, Andika diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat. Pangkatnya pun dinaikkan menjadi brigadir jenderal.

Moncer di era Jokowi

Karier Andika makin moncer sejak Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.

Hanya dua hari setelah Jokowi-JK dilantik, Andika ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres). Pangkatnya naik menjadi mayor jenderal.

Dua tahun ia mengawal Presiden Jokowi, pada 2016 Andika diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura.

Jabatan itu ia emban kurang lebih selama dua tahun. Pada 2018, dia diangkat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad).

Pangkatnya dinaikkan menjadi letnan jenderal.

Tak menunggu waktu lama, Andika kemudian dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Ia menggantikan Letjen Eddy Rahmayadi yang mundur untuk maju pada pemilu gubernur Sumatera Utara.

Akhirnya, , menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono ini dilantik Jokowi sebagai KSAD. Ia dilantik lewat keputusan Presiden Nomor 97/TNI Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan KSAD, yang ditetapkan 22 November 2018.(*)

S:tribunnews


Nama

Article,46,Berita,1724,Contact,3,Insight,7,Internasional,10,Nasional,1727,News,18,Opini,5,Tips,8,Tips & Trick,3,Tutorial,3,
ltr
item
Pelitanews.co: Kehebatan Jenderal Andika Bereskan Masalah Jenderal & Kolonel Nganggur di Mabes TNI AD, Dipuji-puji
Kehebatan Jenderal Andika Bereskan Masalah Jenderal & Kolonel Nganggur di Mabes TNI AD, Dipuji-puji
https://1.bp.blogspot.com/-8Xdo_Gx0k9k/X_B-ab6bgEI/AAAAAAAAEXU/kkU2PGRmiZ4dMV2nPuf6b8Gb8YcznAEtACLcBGAsYHQ/w640-h360/Screenshot_2021-01-02-21-08-15-11.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-8Xdo_Gx0k9k/X_B-ab6bgEI/AAAAAAAAEXU/kkU2PGRmiZ4dMV2nPuf6b8Gb8YcznAEtACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/Screenshot_2021-01-02-21-08-15-11.jpg
Pelitanews.co
https://www.pelitanews.co/2021/01/kehebatan-jenderal-andika-bereskan.html
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/
https://www.pelitanews.co/2021/01/kehebatan-jenderal-andika-bereskan.html
true
4426408432908953892
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy