Kesampingkan Perasaanmu Dan Kamu Akan Baik-baik Saja

Google Image
Saya tahu bagaimana di kuasai oleh emosi (marah) dan percayalah bukannya menyelesaikan masalah, sebaliknya membawa permasalah baru yang tidak ada sangkut pautnya.

Memang dari setiap peristiwa kita belajar sesuatu. Saya belajar bagaimana emosi (rasa marah) mulai berproses sebagai reaksi terhadap suatu peristiwa. Perasaan marah hadir sebagai reaksi otomatis yang kemudian mulai naik, meluap ke kepala dan siap berhamburan keluar sebagai aksi.

Dan disinilah diposisi ketika emosi (rasa marah) mulai berproses ini saya bisa memilih berdasarkan pengalaman terdahulu itu untuk membiarkannya meluap dengan segala konsekuensinya atau mulai mengatur nafas sampai perasaan itu mulai tenang dan terkendali.

Lalu apakah sekarang saya menjadi ahli mengatur emosi (rasa marah )? Jawabannya adalah tidak selalu. Ada saatnya secara sadar saya membiarkannya meluap keluar hanya karena emosi lainnya yaitu rasa takut mengendalikan saya. Yah, takut dianggap pencundang dan menjadi pihak yang kalah.

Minggu lalu saya merasa depressi dan mengundang penyakit flu berat, lemas dan hidup terasa suram. Secara sadar saya tahu penyebabnya. Kemarahan pada orang terdekat saya, saya menghakimi kesalahan dia, keegoisannya dan dalam hati saya simpan itu berbulan-bulan. Terus saya kunyah-kunyah, makin menjadi nanah dari hari kehari.

Di pekerjaan juga saya menjadi kurang bahagia dan mulai mengasihi diri sendiri. Menempatkan diri di posisi yang paling menyedihkan yang bisa saya pikirkan.

Di titik terendah, lemas karena tidak bisa tidur saya berdiri di depan jendela dengan teh hangat ditangan dan tiba-tiba saya merasa mendapat kesejukan dihati.

Saya mendapati diri perlahan melepasakan beban satu-satu, melangkah keluar dan menempatkan diri didepan layar besar dimana saya bisa melihat masalah itu satu-satu secara jelas.

Saya mulai melihat bahwa kemarahan yang saya biarkan bernanah selama berbulan-bulan adalah sia-sia karena sebenarnya itu tak diperlukan disana. Saya melihat posisi saya secara jelas dan penting tidaknya saya diposisi itu.Dan ternya tidak, saya semestinya tidak berada diposisi itu. Sayalah yang memaksa diri membawah ke masalah yang sebenarnya tak perlu. Dalam hal ini saya bisa dan sudah berdamai dengan diri.

Masalah lainnya, masih disana akan tetapi saya pikir kemarahan berbulan-bulan itu adalah sumber utamanya sehingga yang lainnya masih dalam batasan normal dan terkendali.

Sebuah kutipan dari film seri Mr. Robot kesukaan saya "But the minute you remove emotion from this...You'll do just fine".

Kalau saya applikasikan menurut versi saya, ini adalah momen ketika kita mampu memindahkan masalah itu ke layar didepan kita. Tonton baik-baik supaya kita bisa lihat dimanakah peran kita seharusnya diperlukan, atau mungkin malahan tidak diperlukan sama sekali.

Hubungkan diri sebisa mungkin dengan akal sehat supaya bisa melihat persoalan dengan jelas. Tidak ada yang lebih menyakiti tubuh kita sendiri selain dari persoalan-persoalan yang tidak perlu tetapi dibiarkan menumpuk.


Berbagi Kebaikan:

Subscribe to receive free email updates: