Menjadi percaya diri tanpa menjadi angkuh

Pendapat kebanyakan adalah bahwa percaya diri dan angkuh hanya dibatasi oleh garis tipis atau bahasa sekarang beda-beda tipis. Apakah benar demikian?

Tidak harus berpura-pura

Pura-pura saja dulu sampai anda benar-benar menguasainya! Ungkapan yang tidak asing, bukan? Orang-orang yang selalu berusaha keras untuk terlihat percaya diri. Mereka yang selalu merasa harus menguasai percakapan kapanpun dan dimanapun. Di ruang meeting dia harus berbicara lantang karena berpikir bahwa orang yang percaya diri harus didengar, atau dalam hal apapun harus selalu memberikan pendapat dan mempertahankan pendapatnya sebagai yang paling harus dipertimbangkan karena orang yang percaya diri memiliki pendapat yang kebenarannya hampir mutlak.

Itu adalah omong kosong tentunya. Percaya diri adalah ketika anda yakin dengan diri sendiri, ketika anda menemukan titik nyaman dengan apa yang anda miliki dan berani membawanya ke permukaan. Tidak ada kepura-puraan dan yang ada adalah diri anda dengan segala yang terbaik yang sudah anda miliki didalam diri anda. 

Tidak harus selalu menjadi yang "Paling..."

Pernah mengalami ini, perasaan ketika seseorang melakukan kesalahan yang kita pikir hal yang gampang koq masih juga salah. Suami membantu merapikan tempat tidur dan saya masih berpikir, "duh kenapa hal segampang itu tidak bisa" atau sub-ordinat di kantor salah membuat laporan dan sebagai atasan berpikir 'bagaimana dia sebodoh itu, saya bisa melakukannya hanya dalam sekejap". 
Source : Arrogant-frog.com

Anda dan saya bagus dalam sesuatu hal tetapi selalu ada yang lebih baik dari anda dan saya. Selalu ada yang secara natural lebih bertalenta, selalu ada yang lebih cepat, lebih rapi dan lebih-lebih yang lainnya. Jadi bagaimana, apakah saya harus berhenti melihat kemampuan saya sebagai sebuah kelebihan? Bukan, bukan seperti itu. Tetap saja kalau ada yang lebih berarti ada yang kurang. Artinya, kalau anda memiliki kelebihan dalam satu hal berarti ada yang tidak memiliki kemampuan tersebut. Itulah sebabnya disebut kelebihan. 

Lalu apakah dengan demikian itu akan membuat kita menjadi angkuh? Tidak juga, kembali lagi ke pernyataan sebelumnya akan ada yang selalu lebih dari anda dan saya. Jadi bagaimana saya menjadi percaya diri jika demikian? Membawa diri ke level dimana kita mengerti bahwa anda dan saya bukan yang "Paling" tetapi anda dan saya sudah melakukan yang terbaik dan orang lain juga persis diposisi yang sama dengan anda. 

Menjadi percaya diri adalah kemampuan melihat yang terbaik di diri orang lain dan bersedia membantu membawa kelebihan itu keluar.

Tidak perlu disembunyikan

Membuat diri benar-benar kelihatan dipermukaan sepertinya sesuatu yang rentan. Rentan orang lain melihat ketidaksempurnaan atau kekurangan kita. Disinilah perbedaan paling nyata antara percaya diri dengan angkuh. Orang yang angkuh akan berusaha membangun tembok penghalang untuk menutupi segala kekurangan sementara orang yang percaya diri adalah menampilkan diri apa adanya, bahkan kekurangannya sekalipun sebagai sesuatu yang unik dan berbeda. 

Namanya percaya diri, dibangun atas kata "percaya-diri" artinya percaya bahwa diri anda sudah melakukan yang terbaik, percaya bahwa diri anda unik, percaya bahwa orang lain juga memiliki hal yang sama.

Percaya diri dan angkuh adalah dua hal yang jauh berbeda. Pastikan kita tahu perbedaannya.

Rujukan : Medium.com / Themuse.com

Berbagi Kebaikan:

Subscribe to receive free email updates: