Kisah Nyata Dibalik Film "The Lion King"


Pada hari Kamis mendatang, Disney akan merilis kembali film "The Lion King", yang dibuat ulang dalam bentuk animasi photorealistik komputer. Film animasi asli dari tahun 1997.

Anda dan saya tentu sudah tidak sabar menunggu. Namun, tahukah anda bahwa film ini terinspirasi dari kisah nyata tentang perjuangan dan tekat yang kuat seorang raja di kerajaan Mali yang bernama 'Sundiata Keita", sekitar abad ke 13 setelah masehi.

Kisah tentang Sundiata Keita yang dijuluki "The Lion King of Mali" selain dikisahkan dari mulut ke mulut turun temurun, juga ditulis oleh beberapa musafir muslim yang mengunjungi Mali pada waktu itu.

Dikisahkan bahwa Raja Nare Maghann Konate mendapat nubuatan bahwa jika ia memperistri wanita buruk rupa ia akan memperanakkan seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi raja yang kuat dan dan luar biasa.

Konate kemudian mengambil "Sogolon Kedjou" yang dijuluki "the buffalo woman" atau wanita kerbau sebagai istri kedua. 
Sogolon Kedjou, the ‘Buffalo Woman’. ( emaze.com)


Sogolon Kedjou melahirkan seorang putra yang diberi nama Sundiata. Anak ini terlahir cacat dan tidak bisa berjalan. Walaupun raja menyayangi mereka, keduanya, Sogolon dan Sundiata menjadi bahan olok-olokan.

Suatu hari Suandiata merasa sudah muak dengan olokan tersebuat dan bertekat untuk berjalan. Mujizat terjadi dan akhirnya dia mampu berjalan.

Sundiata kemudian menjadi kuat dan diakui sebagai pemimpin oleh kaumnya. Ia lebih cemerlang dibandingkan dengan saudara tirinya "Dankaran Tourman" dan ibunya "Sassouma Berete". 

Tourman menginginkan mahkota untuk dirinya sendiri sehingga ketika ayahnya meninggal ia memainkan permainan licik bersama ibunya. 

Sogolon membawa Sundiata dan anak-anaknya yang lain dalam pelarian meninggalkan kerajaan dalam kekacauan. Mereka tiba di Mema dan mendapat suaka dari Raja Moussa Tounkara.

Orang-orang Mandinka diambil alih oleh raja yang kejam dan bengis bernama Soumaoro Kante dari kerajaan Sosso.

Didalam pelarian, Sundiata dibesarkan didalam lingkungan istana kerajaan Mema dan menjadi kesayangan raja Moussa Tounkara yang menganguminya karena tekatnya yang kuat dalam mengatasi tantangan. Ia bahkan diangkat menjadi raja muda dan mengambil alih pemerintahan ketika raja berhalangan.

Namun demikian, takdirnya lebih besar dari itu. Orang-orang Mandinka yang hidup dibawh tekanan menginginkan kembalinya pemimpin sejati. Mereka mengirim pesan kepada Sundiata untuk kembali dan mengambil alih haknya sebagai raja.

Sundiata selain membangun aliansi dengan raja Mema, juga dengan penguasa-penguasa lokal lainnya. Ia mengumpulkan tentara untuk membebaskan orang-orang Mandinka. Didalam pertempuran Kirina, Soumaoro Kante dikalahkan oleh Sundiata dan aliansinya. Dikisahkan bahwa Soumaoro ditembak dengan panah beracun.

Ini adalah kemenangan yang menjadi langkah awal bangkitnya kerajaan Mali yang mendominasi Afrika Barat.

Setelah kembali Sandiata mendapat julukan baru "Mansa" yang berarti raja atau kaisar Mandinka. Ia juga biasa disebut "The Lion King of Mali". Gelar "Lion King" sendiri adalah sebutan alternative untuk memanggil Sandiata atau dalam bahasa setempat "Sogolon Djata" yang mana Sogolon adalah nama ibunya dan Djata atau Jara berarti "singa". Ia adalah keduanya "Singa Sogolon" dan "Raja Mali". Jadi dia adalah "Raja Singa dari Mali" atau "The Lion King of Mali".

Didalam beberapa hal, kisah ini lebih kuat dibandingkan dengan versi Disney. Ini adalah sejarah tentang seorang ibu yang melindungi keluarganya dengan melarikan diri dari kekuasaan yang sebenarnya adalah milik anaknya. 

Juga, kisah tentang seorang yang terlahir cacat namun dengan tekat kuat berhasil mengatasi keterbatasan fisik dan memenangkan tantangan politik yang sangat hebat dengan membangun aliansi.

Ini adalah sejarah kerajaan di Afrika Barat yang menjadi kerajaan terbesar dan terkaya sepanjang masa. Dibawah penguasaan Sundiata, kerajaan ini mendominasi pertanian, emas dan perdagangan dan memperkenalkan katun dan tenunan.

(JR/KM)

Berbagi Kebaikan:

Subscribe to receive free email updates: