Cinta adalah memberi dan hanya memberi

Cinta adalah memberi dan hanya memberi tanpa kembalian karena bukan belanja pakai uang besar. Mungkinkah? Mencintai seseorang atau sesuatu tanpa mengharapkan timbal baliknya? 

Yah memang begitulah hakikat cinta, bekerja hanya satu arah. Anda mencintai seseorang tanpa mengharapkan sebaliknya. 
"Love is forgiving and love is for giving"
by Wayne W Dier
Cinta sering dikacaukan dengan kebaikan. Kebaikan bekerja secara timbal balik yang menyebabkan suatu kebaikan memiliki nilai. Kegagalan mengembalikan kebaikan disebut perbuatan tidak baik. Saya melakukan sesuatu kebaikan bagi anda dan saya mengharapkan hal sebaliknya dari anda.

Cinta tidak memungkinkan untuk dihianati, mengapa? Karena cinta tidak mengharapkan sesuatu. 

Penghianatan hanya berlaku ketika perbuatan disertai dengan harapan untuk mendapatkan sesuatu. 

Lalu apa yang sering dihianati ? Kepercayaan. Kepercayaan bisa dihianati karena mengharapkan hal yang sama dari kedua bela pihak. Tanpa tindakan yang sama dari kedua belah pihak, kepercayaan tidak ada.

Pertanyaannya adalah apakah mungkin melakukan sesuatu tanpa mengharapkan timbal balik? Akar dari “mengharapkan sesuatu” adalah kebutuhan. Kebutuhan untuk dihargai, diterima dan diakui bahwa anda baik, dan lain sebagainya. 

Jika anda bisa memenuhi sendiri kebutuhan tersebut untuk diri anda, secara sadar anda tahu bahwa anda berharga dan bisa menerima diri sendiri maka kebutuhan akan orang lain untuk melakukannya bagi anda tidak ada lagi. Disinilah poin dimana mencintai tanpa mengharapkan sesuatu dimungkinkan.

Memang, mencintai terkadang membutuhkan pengorbanan. Semakin besar pengorbanan yang dibutuhkan semakin besar cinta yang diberikan. Mengapa? Karena mencintai sesuatu yang memang kita sukai adalah mudah tetapi mencintai sesuatu yang tidak kita suka adalah pengorbanan. 

Godaan sering muncul dengan pertanyaan “ kenapa saya harus memberikan waktu dan usaha untuk seseorang yang saya tidak sukai. Toh tidak akan di hargai dan sia-sia”. Hups, hati-hati dengan ini. Ketika mulai mengharapkan sesuatu, bahkan ketika masih dipoles dengan kata-kata bukan untuk saya, maka kekecewaan dan rasa dihianati akan muncul. 

Memberi tanpa mengharapkan sesuatu tidak mungkin dihianati karena cinta tidak mengharapkan apapun. Ia bekerja satu arah. Demikian.

(JR/KM)

Berbagi Kebaikan:

Subscribe to receive free email updates: