Kejujuran Radikal (Radical Honesty)

Salah satu drama kesukaan saya adalah Lie To Me, dimana tokoh utamanya Tim Roth, adalah seorang psychologist yang perusahaannya di sewa oleh berbagai lembaga untuk melihat siapa dan kira-kira mengapa seseorang berbohong. Dr. Lightman, karakter yang diperankan Roth, percaya bahwa jika anda adalah manusia, anda akan berbohong. Ia telah mempelajari bagaimana mengenali dan mengartikan ekpresi sekilas - gerakan kecil pada wajah dan tubuh yang memberitahukan kebenaran, sekalipun anda menyangkalnya.

Adalah seorang assistennya, Eli Loker, bersumpah untuk mempraktekkan kejujuran radikal. Ia tidak berusaha memoles kata-kata untuk membuat lawan bicaranya merasa nyaman. Sebaliknya ia mengungkapkan dan mengekspresikan persis apa yang dia pikirkan dan rasakan. Sangat menarik untuk dilihat. Terkadang membuat kita mesti menahan nafas karena mungkin buat kita terlalu frontal tetapi kadang juga terlihat atau terdegar lucu.

Pertanyaannya adalah mungkinkah kita melakukan hal yang sama dalam kehidupan nyata. Seberapa besar kejujuran radikal kita akan mempengaruhi hubungan pribadi dengan orang lain. Apa yang akan terjadi dalam rumah tangga kita, di lingkungan kerja dan di lingkungan sosial kita ? Seberapa baik kondisi psikologis kita ketika mengungkapkan saja apa yang kita pikirkan dan rasakan dengan bebas tanpa embel-embel takut kehilangan atau melukai orang lain ? 

Sebenarnya setiap dari kita memiliki kemampuan itu. Anak-anak sampai usia tertentu hanya mengatakan apa yang sebenarnya mereka pikirkan dan rasakan. Sayangnya ketika usia bertambah kita mulai memikirkan perasaan orang lain, mulai dibatasi norma yang melarang menyakiti orang lain meskipun mesti mengatakan hal yang tidak benar. Parahnya lagi ketika kita mulai harus menghindari berkata benar karena takut dengan penilaian orang.

Jadi, bisakah kita benar-benar mempraktekkan kejujuran radikal ini ? Atau mungkin kita tak bisa seradikal Eli Loker tetapi tetap mesti harus menyaring apa yang bisa diungkapkan dan apa yang mesti disimpan untuk diri sendiri. Kita toh tidak mesti harus berbohong, hanya perlu tahu kapan harus mengungkapkan  sesuatu dan kapan harus diam dan menyimpannya untuk kita pribadi. 
Berbagi Kebaikan:

Subscribe to receive free email updates: